alexametrics
21.1 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Upaya Disdik Pamekasan Tingkatkan Mutu Pendidikan

PAMEKASAN – Pamekasan telah menegaskan diri sebagai kabupaten pendidikan. Identitas ini menuntut pemerintah daerah, khususnya dinas pendidikan (disdik), untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya dengan cara memberikan pelatihan agar guru semakin profesional.

Jarum jam menunjukkan pukul 13.30 Rabu (8/11). Para aparatur sipil negara (ASN) telah kembali ke ruang kerja masing-masing. Kasi Kesiswaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Pamekasan H. Marwi, M.M.Pd., juga sudah ada di tempat kerjanya.

Saat koran ini menemuinya, Marwi tengah asyik membaca buku. Beberapa dokumen kantor di ruang kerjanya siap untuk dipelototi satu-satu. Sembari menjawab salam, Marwi mempersilakan koran ini untuk masuk.

Kepada koran ini, Marwi menuturkan bahwa instansinya terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Gerbang Salam. Berbagai pelatihan digelar. Termasuk pendidikan dan pelatihan (diklat) peningkatan profesionalisme guru sekolah dasar (SD).

Baca Juga :  Disdik Pamekasan Dukung Seminar Generasi Milenial JPRM

”Diklat profesionalisme guru ini digelar di masing-masing gugus. Ada 78 gugus se-Pamekasan,” ujar Marwi mewakili Kepala Disdik Pamekasan Moch. Tarsun.

Diklat ini diisi dengan pelatihan pembelajaran dan manajemen berbasis sekolah (MBS). Pelaksanaannya digelar pada Agustus–September 2017 lalu. Masing-masing gugus mendelegasikan 45 guru sebagai peserta.

Pada prinsipnya, kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman guru terhadap Kurikulum 2013 (K13) yang sudah direvisi. Di dalamnya diisi materi pemetaan kompetensi dasar (KD), pembuatan program tahunan (prota), dan program semester (promes). Termasuk juga materi penyusunan silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dan penilaian terhadap hasil pembelajaran.

”Guru yang ikut itu terdiri dari Kelas I dan IV. Terdiri dari guru agama dan guru PJOK,” katanya.

Kelas I dan IV diprioritaskan karena mulai tahun ajaran 2017–2018, sekolah sudah menerapkan K13. Untuk kelas II dan V akan diberlakukan mulai tahun depan. Demikian juga kelas III dan VI akan menyusul untuk menerapkannya.

Baca Juga :  Tuding Pemkab Pamekasan Lamban Realisasikan Pembangunan

”Setelah itu, baru di seluruh kelas, mulai I–VI akan menerapkan K13 yang sudah direvisi,” tegasnya.

Narasumber yang diundang dalam acara ini beragam. Ada yang dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). Ada pula yang mengundang instruktur lokal yang sudah punya kompetensi. Prinsipnya, penentuan pemateri diserahkan kepada gugus depan yang menyelenggarakan.

Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kompetensi guru. Mulai kompetensi di bidang pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesionalisme. Di samping itu juga untuk meningkatkan manajemen pendidikan sekolah. Karenanya, ada unsur kepala sekolah yang juga dilibatkan dalam acara ini.

”Pada prinsipnya, dengan digelarnya diklat profesionalisme guru ini, para guru semakin siap untuk menerapkan K13 yang sudah direvisi,” pungkasnya.

PAMEKASAN – Pamekasan telah menegaskan diri sebagai kabupaten pendidikan. Identitas ini menuntut pemerintah daerah, khususnya dinas pendidikan (disdik), untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya dengan cara memberikan pelatihan agar guru semakin profesional.

Jarum jam menunjukkan pukul 13.30 Rabu (8/11). Para aparatur sipil negara (ASN) telah kembali ke ruang kerja masing-masing. Kasi Kesiswaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Pamekasan H. Marwi, M.M.Pd., juga sudah ada di tempat kerjanya.

Saat koran ini menemuinya, Marwi tengah asyik membaca buku. Beberapa dokumen kantor di ruang kerjanya siap untuk dipelototi satu-satu. Sembari menjawab salam, Marwi mempersilakan koran ini untuk masuk.


Kepada koran ini, Marwi menuturkan bahwa instansinya terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Gerbang Salam. Berbagai pelatihan digelar. Termasuk pendidikan dan pelatihan (diklat) peningkatan profesionalisme guru sekolah dasar (SD).

Baca Juga :  BK Sidang Sekretaris Komisi I

”Diklat profesionalisme guru ini digelar di masing-masing gugus. Ada 78 gugus se-Pamekasan,” ujar Marwi mewakili Kepala Disdik Pamekasan Moch. Tarsun.

Diklat ini diisi dengan pelatihan pembelajaran dan manajemen berbasis sekolah (MBS). Pelaksanaannya digelar pada Agustus–September 2017 lalu. Masing-masing gugus mendelegasikan 45 guru sebagai peserta.

Pada prinsipnya, kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman guru terhadap Kurikulum 2013 (K13) yang sudah direvisi. Di dalamnya diisi materi pemetaan kompetensi dasar (KD), pembuatan program tahunan (prota), dan program semester (promes). Termasuk juga materi penyusunan silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dan penilaian terhadap hasil pembelajaran.

”Guru yang ikut itu terdiri dari Kelas I dan IV. Terdiri dari guru agama dan guru PJOK,” katanya.

Kelas I dan IV diprioritaskan karena mulai tahun ajaran 2017–2018, sekolah sudah menerapkan K13. Untuk kelas II dan V akan diberlakukan mulai tahun depan. Demikian juga kelas III dan VI akan menyusul untuk menerapkannya.

Baca Juga :  Disdik Pamekasan Dukung Seminar Generasi Milenial JPRM

”Setelah itu, baru di seluruh kelas, mulai I–VI akan menerapkan K13 yang sudah direvisi,” tegasnya.

Narasumber yang diundang dalam acara ini beragam. Ada yang dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). Ada pula yang mengundang instruktur lokal yang sudah punya kompetensi. Prinsipnya, penentuan pemateri diserahkan kepada gugus depan yang menyelenggarakan.

Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kompetensi guru. Mulai kompetensi di bidang pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesionalisme. Di samping itu juga untuk meningkatkan manajemen pendidikan sekolah. Karenanya, ada unsur kepala sekolah yang juga dilibatkan dalam acara ini.

”Pada prinsipnya, dengan digelarnya diklat profesionalisme guru ini, para guru semakin siap untuk menerapkan K13 yang sudah direvisi,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/