alexametrics
25.5 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Tarif PDAM Bakal Naik 30 Persen

PAMEKASAN – Sekitar 15 ribu pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan siap-siap mengeluarkan biaya tinggi. Sebab, perusahaan pelat merah itu berencana menaikkan tarif. Yakni, 30 persen dari tarif dasar.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar mengatakan, tarif pelanggan PDAM wilayah perkotaan Rp 2.500 per kubik. Tiap daerah memiliki tarif dasar tidak sama, sesuai pemetaan yang ada di PDAM.

Dipastikan, untuk semua daerah tarif dasar akan naik 30 persen. Kenaikan itu akan diberlakukan pada awal Januari tahun depan. ”Mulai Januari 2018 sudah diterapkan,” katanya Rabu (8/11).

Agoes menyampaikan, kenaikan tarif dibutuhkan. Sebab, biaya operasional mengalirkan air bersih ke rumah pelanggan tinggi. Untuk mengimbangi biaya operasional itu, tarif air harus dinaikkan.

Jika pemerintah tidak menaikkan tarif air, biaya operasional membebani keuangan PDAM. Pertimbangan lain adalah regulasi. Pada umumnya, regulasi yang di dalamnya mengatur tarif air, dievaluasi setiap tiga tahun.

Baca Juga :  Anggota Dewan Tak Terima Pohon Dipangkas

Di Pamekasan, sudah empat tahun belum ditinjau. Padahal peninjauan regulasi itu penting untuk menyesuaikan dengan kondisi saat ini. ”Itu pertimbangan kami menaikkan tarif,” jelasnya.

Agoes menegaskan, kenaikan tarif bukan untuk meraup keuntungan dalam rangka peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Menurut dia, seandainya biaya operasional tidak meningkat tajam, tarif pelanggan tidak dinaikkan.

Kenaikan tarif akan dibicarakan dengan wakil rakyat. Kemudian, ditetapkan menjadi regulasi yang harus dipatuhi seluruh pelanggan. ”Insya Allah kenaikannya 30 persen,” ungkapnya.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno heran dengan rencana kenaikan tarif air PDAM. Menurut dia, pelayanan PDAM masih amburadul. Pelanggan belum puas dengan pelayanan BUMD itu.

Seharusnya, sebelum berencana menaikkan tarif, langkah yang harus dievaluasi adalah pelayanan. Jika pelayanan baik, dipersilakan menaikkan tarif asal ada kajian jelas. ”Perbaiki pelayanan dulu, baru menaikkan tarif,” katanya.

Baca Juga :  Tarif PDAM Bakal Dinaikkan

Mengenai 30 persen kenaikan yang dipatok manajemen PDAM, menurut Harun, hal itu sangat tinggi. Bahkan dia menilai tidak masuk akal. Seharusnya kenaikan bertahap. Maksimal, untuk tahap awal naik 10 persen. ”Itu pun sudah tinggi,” ujarnya.

Politikus PKS itu berjanji, jika usulan kenaikan tarif itu masuk ke DPRD, akan dibahas secara mendalam dan detail. DPRD akan meminta dasar kajian yang digunakan dalam rencana menaikkan tarif air PDAM.

Harun meminta pelanggan tidak resah atas rencana kenaikan tarif itu. Jika rencana tersebut tanpa kajian jelas, dewan akan menolak. Kalaupun harus ada kenaikan tarif, seharusnya tidak terlalu tinggi. ”Kebijakan pemerintah harus prorakyat,” tandasnya. 

PAMEKASAN – Sekitar 15 ribu pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan siap-siap mengeluarkan biaya tinggi. Sebab, perusahaan pelat merah itu berencana menaikkan tarif. Yakni, 30 persen dari tarif dasar.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar mengatakan, tarif pelanggan PDAM wilayah perkotaan Rp 2.500 per kubik. Tiap daerah memiliki tarif dasar tidak sama, sesuai pemetaan yang ada di PDAM.

Dipastikan, untuk semua daerah tarif dasar akan naik 30 persen. Kenaikan itu akan diberlakukan pada awal Januari tahun depan. ”Mulai Januari 2018 sudah diterapkan,” katanya Rabu (8/11).


Agoes menyampaikan, kenaikan tarif dibutuhkan. Sebab, biaya operasional mengalirkan air bersih ke rumah pelanggan tinggi. Untuk mengimbangi biaya operasional itu, tarif air harus dinaikkan.

Jika pemerintah tidak menaikkan tarif air, biaya operasional membebani keuangan PDAM. Pertimbangan lain adalah regulasi. Pada umumnya, regulasi yang di dalamnya mengatur tarif air, dievaluasi setiap tiga tahun.

Baca Juga :  Ratusan Pendaftar Belum Lunasi Biaya Haji

Di Pamekasan, sudah empat tahun belum ditinjau. Padahal peninjauan regulasi itu penting untuk menyesuaikan dengan kondisi saat ini. ”Itu pertimbangan kami menaikkan tarif,” jelasnya.

Agoes menegaskan, kenaikan tarif bukan untuk meraup keuntungan dalam rangka peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Menurut dia, seandainya biaya operasional tidak meningkat tajam, tarif pelanggan tidak dinaikkan.

Kenaikan tarif akan dibicarakan dengan wakil rakyat. Kemudian, ditetapkan menjadi regulasi yang harus dipatuhi seluruh pelanggan. ”Insya Allah kenaikannya 30 persen,” ungkapnya.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno heran dengan rencana kenaikan tarif air PDAM. Menurut dia, pelayanan PDAM masih amburadul. Pelanggan belum puas dengan pelayanan BUMD itu.

Seharusnya, sebelum berencana menaikkan tarif, langkah yang harus dievaluasi adalah pelayanan. Jika pelayanan baik, dipersilakan menaikkan tarif asal ada kajian jelas. ”Perbaiki pelayanan dulu, baru menaikkan tarif,” katanya.

Baca Juga :  CJH Bergeser ke Makkah

Mengenai 30 persen kenaikan yang dipatok manajemen PDAM, menurut Harun, hal itu sangat tinggi. Bahkan dia menilai tidak masuk akal. Seharusnya kenaikan bertahap. Maksimal, untuk tahap awal naik 10 persen. ”Itu pun sudah tinggi,” ujarnya.

Politikus PKS itu berjanji, jika usulan kenaikan tarif itu masuk ke DPRD, akan dibahas secara mendalam dan detail. DPRD akan meminta dasar kajian yang digunakan dalam rencana menaikkan tarif air PDAM.

Harun meminta pelanggan tidak resah atas rencana kenaikan tarif itu. Jika rencana tersebut tanpa kajian jelas, dewan akan menolak. Kalaupun harus ada kenaikan tarif, seharusnya tidak terlalu tinggi. ”Kebijakan pemerintah harus prorakyat,” tandasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/