alexametrics
27.2 C
Madura
Thursday, July 7, 2022

Dewan Soroti Target PAD Rendah

PAMEKASAN – Keseriusan Pemkab Pamekasan mengeksplorasi potensi pendapatan asli daerah (PAD) dipertanyakan. Betapa tidak, PAD yang ditargetkan pemkab rendah.

Ketua DPRD Pamekasan Halili Yasin mengatakan, pihaknya menerima draf Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk APBD Perubahan. Draf tersebut dalam tahap pembahasan di internal DPRD.

Terdapat sejumlah catatan terhadap draf yang disampaikan pemkab itu. Salah satunya, target PAD yang masih rendah. Pada APBD murni, pemkab menargetkan pendapatan senilai Rp 163 juta dalam setahun.

PAD diproyeksikan bersumber dari retribusi pasar, lahan parkir, objek wisata, dan sumber lainnya. Kemudian pada APBD Perubahan, target pendapatan meningkat menjadi Rp 173 juta.

Meski ada peningkatan target, DPRD tidak puas. Legislatif menargetkan PAD minimal Rp 200 juta setahun. Target tersebut bukan tanpa alasan logis.

Baca Juga :  Rumah Kebanjiran, Lansia Pingsan, Dievakuasi ke RS Pakai Ambulans

Dewan menilai, jika potensi daerah dikelola dengan baik, pendapatan akan tinggi. Bahkan, target Rp 200 juta yang disodorkan dewan bisa dengan mudah tercapai. ”Kami menilai target PAD masih rendah,” kata Halili kemarin (8/9).

Target PAD rendah mengindikasikan kinerja pemkab tidak maksimal. Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pamekasan akan meminta penjelasan mengenai target pendapatan itu.

Dewan akan mendesak agar target tersebut ditingkatkan. Bahkan, diupayakan sesuai dengan angka yang disodorkan dewan, yakni Rp 200 juta. ”Semakin PAD tinggi, pembangunan akan semakin baik,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan Achmad Sjaifuddin mengatakan, target PAD khusus kepariwisataan Rp 20 juta. Nominal tersebut memang terasa masih rendah.

Akan tetapi, target itu disesuaikan dengan kondisi yang ada dan dinilai sangat realistis. Pemkab enggan memasang target tinggi tetapi tidak logis karena akan berpengaruh pada capaian. ”Target tinggi tetapi tidak tercapai kan percuma,” katanya.

Baca Juga :  Retribusi Minus Rp 3 M

Tahun anggaran 2019 target PAD khusus kepariwisataan meningkat menjadi Rp 30 juta. Berbagai upaya dilakukan untuk mencapai target itu. Di antaranya, membangun sejumlah fasilitas pariwisata agar lebih banyak wisatawan yang berkunjung.

Selain itu, retribusi dinaikkan. Semula karcis masuk tempat wisata Rp 2 ribu. Tahun depan akan ditingkatkan sesuai kesepakatan bersama dengan DPRD. ”Upaya meningkatkan pendapatan terus kami lakukan,” katanya.

Upaya lain yakni menambah destinasi wisata. Harapannya, semakin banyak pilihan tempat berkunjung, semakin banyak pula wisatawan yang datang ke Pamekasan. ”Wilayah pantura juga akan digarap,” pungkas Achmad Sjaifuddin. 

PAMEKASAN – Keseriusan Pemkab Pamekasan mengeksplorasi potensi pendapatan asli daerah (PAD) dipertanyakan. Betapa tidak, PAD yang ditargetkan pemkab rendah.

Ketua DPRD Pamekasan Halili Yasin mengatakan, pihaknya menerima draf Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk APBD Perubahan. Draf tersebut dalam tahap pembahasan di internal DPRD.

Terdapat sejumlah catatan terhadap draf yang disampaikan pemkab itu. Salah satunya, target PAD yang masih rendah. Pada APBD murni, pemkab menargetkan pendapatan senilai Rp 163 juta dalam setahun.


PAD diproyeksikan bersumber dari retribusi pasar, lahan parkir, objek wisata, dan sumber lainnya. Kemudian pada APBD Perubahan, target pendapatan meningkat menjadi Rp 173 juta.

Meski ada peningkatan target, DPRD tidak puas. Legislatif menargetkan PAD minimal Rp 200 juta setahun. Target tersebut bukan tanpa alasan logis.

Baca Juga :  AMC, Toko Buku Terlengkap di Pamekasan

Dewan menilai, jika potensi daerah dikelola dengan baik, pendapatan akan tinggi. Bahkan, target Rp 200 juta yang disodorkan dewan bisa dengan mudah tercapai. ”Kami menilai target PAD masih rendah,” kata Halili kemarin (8/9).

Target PAD rendah mengindikasikan kinerja pemkab tidak maksimal. Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pamekasan akan meminta penjelasan mengenai target pendapatan itu.

Dewan akan mendesak agar target tersebut ditingkatkan. Bahkan, diupayakan sesuai dengan angka yang disodorkan dewan, yakni Rp 200 juta. ”Semakin PAD tinggi, pembangunan akan semakin baik,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan Achmad Sjaifuddin mengatakan, target PAD khusus kepariwisataan Rp 20 juta. Nominal tersebut memang terasa masih rendah.

Akan tetapi, target itu disesuaikan dengan kondisi yang ada dan dinilai sangat realistis. Pemkab enggan memasang target tinggi tetapi tidak logis karena akan berpengaruh pada capaian. ”Target tinggi tetapi tidak tercapai kan percuma,” katanya.

Baca Juga :  Usul Ada Bilik Asmara di Lapas

Tahun anggaran 2019 target PAD khusus kepariwisataan meningkat menjadi Rp 30 juta. Berbagai upaya dilakukan untuk mencapai target itu. Di antaranya, membangun sejumlah fasilitas pariwisata agar lebih banyak wisatawan yang berkunjung.

Selain itu, retribusi dinaikkan. Semula karcis masuk tempat wisata Rp 2 ribu. Tahun depan akan ditingkatkan sesuai kesepakatan bersama dengan DPRD. ”Upaya meningkatkan pendapatan terus kami lakukan,” katanya.

Upaya lain yakni menambah destinasi wisata. Harapannya, semakin banyak pilihan tempat berkunjung, semakin banyak pula wisatawan yang datang ke Pamekasan. ”Wilayah pantura juga akan digarap,” pungkas Achmad Sjaifuddin. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/