alexametrics
24 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Pastikan Kotak Suara Dijaga Ketat

PAMEKASAN – Ribuan kotak suara pemilu menumpuk di gudang tempat penyimpanan logistik di Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan. Barang milik negara itu dijaga ketat aparat kepolisian secara bergantian.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan Moh. Hamzah mengutarakan, ribuan kotak suara itu akan dilelang. Namun, waktunya menunggu petunjuk dari KPU pusat. ”Pasti dilelang,” ujarnya kemarin (8/6).

Hamzah mengatakan, sesuai regulasi terkait aset negara, kotak suara itu bisa dilelang minimal 1,5 tahun setelah digunakan. Tetapi, khusus kotak suara, bisa dijual setelah pelantikan dan dipastikan tidak ada sengketa hasil pemilu.

Selama kotak suara itu belum dilelang, gudang penyimpanan tetap dijaga seperti biasa. Setiap hari, ada empat personel kepolisian berjaga secara bergantian di gudang yang ada di Kelurahan Bugih tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Pamekasan Dukung Penuh Aplikasi RadarMadura.id

KPU Pamekasan diberikan kewenangan menggelar lelang. Hasil penjualan kardus tersebut dikembalikan ke kas negara. ”Tidak masuk KPU Pamekasan (uangnya). Dikembalikan ke kas negara,” tegasnya.

Mengenai tafsiran uang yang diperoleh dari lelang itu belum bisa dipastikan. Bahkan, KPU belum sempat menghitung perkiraan pendapatan tersebut.

Sebab, pengadaan kotak suara itu langsung dari KPU RI. KPU Pamekasan menerima barang jadi. ”Mengenai berapa hasil penjualan, kami tidak tahu,” kata pria berkopiah itu.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Dul Haq mengatakan, penjagaan terhadap barang milik negara itu harus intens. Apalagi, pemilu belum sepenuhnya usai. Dokumen yang tersimpan di dalam kardus itu sewaktu-waktu dibutuhkan.

Surat suara hasil pemilu berada di dalam kardus tersebut. Penjagaan harus ketat, khawatir ada oknum yang menyalahgunakan kertas suara tersebut. ”Selama belum dilelang, harus dijaga ketat,” katanya. 

Baca Juga :  Hindari Banjir, KPU Sewa Gudang Tembakau

PAMEKASAN – Ribuan kotak suara pemilu menumpuk di gudang tempat penyimpanan logistik di Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan. Barang milik negara itu dijaga ketat aparat kepolisian secara bergantian.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan Moh. Hamzah mengutarakan, ribuan kotak suara itu akan dilelang. Namun, waktunya menunggu petunjuk dari KPU pusat. ”Pasti dilelang,” ujarnya kemarin (8/6).

Hamzah mengatakan, sesuai regulasi terkait aset negara, kotak suara itu bisa dilelang minimal 1,5 tahun setelah digunakan. Tetapi, khusus kotak suara, bisa dijual setelah pelantikan dan dipastikan tidak ada sengketa hasil pemilu.

Selama kotak suara itu belum dilelang, gudang penyimpanan tetap dijaga seperti biasa. Setiap hari, ada empat personel kepolisian berjaga secara bergantian di gudang yang ada di Kelurahan Bugih tersebut.

Baca Juga :  Hindari Banjir, KPU Sewa Gudang Tembakau

KPU Pamekasan diberikan kewenangan menggelar lelang. Hasil penjualan kardus tersebut dikembalikan ke kas negara. ”Tidak masuk KPU Pamekasan (uangnya). Dikembalikan ke kas negara,” tegasnya.

Mengenai tafsiran uang yang diperoleh dari lelang itu belum bisa dipastikan. Bahkan, KPU belum sempat menghitung perkiraan pendapatan tersebut.

Sebab, pengadaan kotak suara itu langsung dari KPU RI. KPU Pamekasan menerima barang jadi. ”Mengenai berapa hasil penjualan, kami tidak tahu,” kata pria berkopiah itu.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Dul Haq mengatakan, penjagaan terhadap barang milik negara itu harus intens. Apalagi, pemilu belum sepenuhnya usai. Dokumen yang tersimpan di dalam kardus itu sewaktu-waktu dibutuhkan.

Surat suara hasil pemilu berada di dalam kardus tersebut. Penjagaan harus ketat, khawatir ada oknum yang menyalahgunakan kertas suara tersebut. ”Selama belum dilelang, harus dijaga ketat,” katanya. 

Baca Juga :  Kotak Suara Kardus Mulai Dirakit

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/