alexametrics
24.1 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Proyek Saluran Air tanpa Papan Informasi

PAMEKASAN – Pemkab Pamekasan mulai merealisasikan proyek pembangunan fisik. Salah satunya, saluran air di Kelurahan Kangenan, Kecamatan Kota Pamekasan. Sayangnya, proyek tersebut diduga bermasalah.

Aktivis Formasi Iklal mengatakan, proyek pembangunan saluran air diduga tumpang tindih. Sebab, beberapa tahun lalu di lokasi yang sama juga dikerjakan proyek saluran semacam itu. Hasil investigasi, pengerjaan proyek tersebut diduga diwarnai kecurangan.

Yakni, pekerja hanya memperbaiki satu sisi tebing. Sementara sisi lainnya tetap menggunakan sisa pembangunan lama. Tindakan tersebut tidak dibenarkan karena tidak ada proyek yang dibangun separo. Tetapi, harus dikerjakan secara keseluruhan.

Kejanggalan lain yang ditemukan, lanjut Iklal, tidak ada transparansi pekerjaan. Tidak ada papan informasi mengenai proyek saluran air sepanjang 100 meter tersebut. Padahal, papan informasi merupakan kewajiban.

Baca Juga :  Warga Khawatir, Konsultan Pastikan Instalasi Pompa Banjir Aman

Atas dasar itu, Iklal menduga proyek tersebut bermasalah. Lokasi di daerah perkampungan jauh dari pengawasan. Hal itu membuat pengerjaan pembangunan saluran air mudah dimainkan oknum tidak bertanggung jawab.

Iklal menyampaikan, proyek tersebut hampir selesai. Namun, hal itu tidak menyurutkan langkah dia membelejeti pengerjaan proyek tersebut. Jika benar hanya satu sisi tebing yang dikerjakan, pengerjaan harus dibenahi. ”Jangan dibiarkan, harus diperbaiki,” katanya Selasa (8/5).

Iklal bakal melaporkan dugaan pengerjaan proyek tidak sesuai aturan itu kepada pihak berwajib. Dengan begitu, audit dilakukan secara hukum. Seluruh pihak yang terlibat harus diproses. ”Tidak ada papan informasi sehingga masyarakat tidak bisa mengawasi pekerjaan itu,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Pamekasan Muharram menyatakan, sejumlah proyek saluran air masih dikerjakan di Kelurahan Kangenan. Dengan demikian, lokasi yang dinilai bermasalah belum bisa dipastikan.

Baca Juga :  Minta DPRD Sampang Awasi Proyek

Namun, Muharram memastikan seluruh pekerjaan sesuai aturan. Dia juga memastikan tidak ada saluran yang hanya dikerjakan satu sisi tebing. ”Saya pastikan, tidak ada yang begitu (dikerjakan hanya satu sisi tebing, Red),” katanya.

Dia menegaskan, pengawasan dilakukan berlapis. Yakni, selain pengawasan dari internal DPKP, juga dari kelurahan. Sebelum menggelar pekerjaan, komitmen dengan kelurahan untuk ikut serta mengawasi dilakukan.

”Tapi, kami tidak menutup mata, pengecekan akan dilakukan kembali. Hampir setiap saat kami lakukan survei dan pengecekan. Tidak ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai,” ujarnya.

PAMEKASAN – Pemkab Pamekasan mulai merealisasikan proyek pembangunan fisik. Salah satunya, saluran air di Kelurahan Kangenan, Kecamatan Kota Pamekasan. Sayangnya, proyek tersebut diduga bermasalah.

Aktivis Formasi Iklal mengatakan, proyek pembangunan saluran air diduga tumpang tindih. Sebab, beberapa tahun lalu di lokasi yang sama juga dikerjakan proyek saluran semacam itu. Hasil investigasi, pengerjaan proyek tersebut diduga diwarnai kecurangan.

Yakni, pekerja hanya memperbaiki satu sisi tebing. Sementara sisi lainnya tetap menggunakan sisa pembangunan lama. Tindakan tersebut tidak dibenarkan karena tidak ada proyek yang dibangun separo. Tetapi, harus dikerjakan secara keseluruhan.


Kejanggalan lain yang ditemukan, lanjut Iklal, tidak ada transparansi pekerjaan. Tidak ada papan informasi mengenai proyek saluran air sepanjang 100 meter tersebut. Padahal, papan informasi merupakan kewajiban.

Baca Juga :  Dana BOP Empat TPQ Akhirnya Dikembalikan

Atas dasar itu, Iklal menduga proyek tersebut bermasalah. Lokasi di daerah perkampungan jauh dari pengawasan. Hal itu membuat pengerjaan pembangunan saluran air mudah dimainkan oknum tidak bertanggung jawab.

Iklal menyampaikan, proyek tersebut hampir selesai. Namun, hal itu tidak menyurutkan langkah dia membelejeti pengerjaan proyek tersebut. Jika benar hanya satu sisi tebing yang dikerjakan, pengerjaan harus dibenahi. ”Jangan dibiarkan, harus diperbaiki,” katanya Selasa (8/5).

Iklal bakal melaporkan dugaan pengerjaan proyek tidak sesuai aturan itu kepada pihak berwajib. Dengan begitu, audit dilakukan secara hukum. Seluruh pihak yang terlibat harus diproses. ”Tidak ada papan informasi sehingga masyarakat tidak bisa mengawasi pekerjaan itu,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Pamekasan Muharram menyatakan, sejumlah proyek saluran air masih dikerjakan di Kelurahan Kangenan. Dengan demikian, lokasi yang dinilai bermasalah belum bisa dipastikan.

Baca Juga :  Tanya Perkembangan Perkara, Tim Prabowo-Sandi Datangi Kantor Bawaslu

Namun, Muharram memastikan seluruh pekerjaan sesuai aturan. Dia juga memastikan tidak ada saluran yang hanya dikerjakan satu sisi tebing. ”Saya pastikan, tidak ada yang begitu (dikerjakan hanya satu sisi tebing, Red),” katanya.

Dia menegaskan, pengawasan dilakukan berlapis. Yakni, selain pengawasan dari internal DPKP, juga dari kelurahan. Sebelum menggelar pekerjaan, komitmen dengan kelurahan untuk ikut serta mengawasi dilakukan.

”Tapi, kami tidak menutup mata, pengecekan akan dilakukan kembali. Hampir setiap saat kami lakukan survei dan pengecekan. Tidak ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai,” ujarnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/