alexametrics
25.3 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Peluang Pasien Positif Covid-19 untuk Sembuh Lebih dari 80 Persen

PAMEKASAN – Bagi sebagian orang, pandemi Covid-19 benar-benar mengkhawatirkan. Sebab, persebarannya sangat cepat. Tapi, tidak perlu cemas secara berlebihan. Peluang pasien yang positif terjangkiti Covid-19 bisa sembuh lebih dari 80 persen.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Satgas Covid-19 Internal RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan dr Syaiful Hidayat. Dia menuturkan bahwa virus korona mirip dengan flu. Bisa sembuh sendiri apabila daya tahan tubuh seseorang kuat.

”Daya tahan tubuh bisa ditingkatkan dengan menerapkan dan menjaga pola hidup sehat. Berolahraga, istirahat yang cukup, dan mengonsumsi makanan yang bergizi itu bisa membuat daya tahan tubuh kebal dengan serangan virus,” ujarnya.

Menurut dia, saat ini ada satu pasien positif korona yang sedang ditangani tim medis Covid-19 di RSUD Smart Pamekasan. Pasien tersebut merupakan salah seorang tenaga medis di Puskesmas Pakong.

”Kalau usianya masih muda dan tidak ada penyakit lain, 80 persen bisa sembuh. Kebetulan yang kita rawat saat ini usianya masih muda, belum di atas 50 tahun. Yang bersangkutan juga tidak memiliki penyakit lain, peluang sembuhnya sangat besar,” ungkapnya.

Syaiful Hidayat menambahkan, jika pasien yang terjangkiti Covid-19 memiliki riwayat penyakit lain, hal itu akan memengaruhi peluang kesembuhannya. Misalnya, mengidap penyakit kencing manis, paru, asma, jantung, dan lainnya. ”Pasien positif dengan gejala ringan pasti sembuh,” tegasnya.

Dokter spesialis paru itu memaparkan, setiap pasien yang berstatus PDP maupun sudah positif akan sembuh jika ditangani sesuai SOP penanganan Covid-19. ”Yang dimaksud sembuh adalah, ketika pasien dinyatakan positif, lalu diperiksa lagi negatif, maka hasil swabnya berubah menjadi negatif,” terangnya.

Berapa lama pasien positif Covid-19 bisa sembuh? ”Berbeda-beda. Ada yang tujuh hari, diperiksa lagi negatif. Tapi, ada yang sampai 18 hari. Berdasar literatur, virus bisa bertahan sampai 49 hari,” jawabnya.

Syaiful Hidayat menyampaikan, tim medis Covid-19 RSUD Smart Pamekasan sudah melakukan langkah-langkah strategis untuk menyembuhkan pasien positif Covid-19. Pertama, pasien diberikan antivirus. Kedua, diobati sesuai keluhannya. ”Ketiga, diberi asupan vitamin yang membantu mempercepat proses kesembuhan,” tandasnya.

Baca Juga :  Hindari Diet Berat saat Pandemi

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan sekaligus Wakil Ketua I Satgas Penanggulangan Bencana Non-Alam dan Pencegahan Covid-19 Ahmad Marzuki menuturkan, tracing orang yang kontak langsung dengan pasien positif korona terus berlangsung.

”Langsung masuk (data tracing orang yang kontak langsung dengan pasien positif, Red) ke data ODR dan ODP. Artinya, orang-orang yang kontak langsung dengan pasien terus tercatat dalam risiko dan masuk dalam pantauan. Tapi saya nggak hapal,” jawabnya.

Di sisi lain, kerja keras tim medis di Kota Gerbang Salam membuahkan hasil yang bagus. Itu setelah hasil swab dari Balitbangkes Jakarta menyatakan dua pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di ruang isolasi RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan dinyatakan negatif Covid-19. Keduanya lalu dipulangkan pada Selasa (7/4) lalu.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), dua pasien tersebut secara klinis kondisinya semakin membaik. Selain merujuk hasil swab, keluhan sesak napas juga berkurang. Keluhan ringan lainnya juga tidak dialami. Setelah melewati sederet pertimbangan medis, keduanya dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

Ketua tim Satgas Covid-19 Internal RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan dr Syaiful Hidayat mengungkapkan, di ruang isolasi kini hanya ada satu pasien positif. ”Yang positif masih kita rawat,” ungkapnya.

Dua pasien negatif yang dipulangkan tersebut adalah PDP 2 dan PDP 4. Dikatakan, PDP 2 adalah seorang perempuan berusia 51 tahun dan berasal dari salah satu kelurahan di Kecamatan Kota Pamekasan. Yang bersangkutan mantan karyawan salah satu bank di Pamekasan.

”Sementara PDP 4 adalah laki-laki berusia 42 tahun. Dia seorang PNS di lingkungan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan. Tepatnya, berdinas di lingkungan KUA Kecamatan Waru. Rumahnya di sebuah desa di Kecamatan Galis,” paparnya.

Koordinator Satgas Penanggulangan Bencana Non-Alam dan Pencegahan Covid-19 Pamekasan Totok Hartono menambahkan, PDP yang negatif Covid-19 atau jelas-jelas tidak terpapar korona secara prosedural oleh satgas dibolehkan keluar dari ruang isolasi.

”Ruang isolasi diperuntukkan bagi PDP yang belum keluar tes swabnya dan untuk pasien positif Covid-19. Sementara sampai detik ini, ruang isolasi untuk Covid-19 hanya disediakan di RSUD Smart Pamekasan,” paparnya.

Baca Juga :  Media Dapat Berperan Bangun Masyarakat Sadar Vaksin

Kendati dinyatakan negatif, sambung Totok Hartono, jumlah PDP di Pamekasan tidak berkurang. Artinya, dua PDP yang negatif tersebut tidak lantas menghapus catatan angka PDP di Pamekasan. ”Peta PDP tetap, nanti kita bisa lihat di peta Jawa Timur,” ungkap pria yang juga menjabat Sekkab Pamekasan itu.

Kabar baik juga datang dari Bangkalan. Satu PDP asal Kecamatan Kota Bangkalan dinyatakan negatif berdasar hasil pemeriksaan laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya. Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bangkalan Agus Zein mengatakan, total PDP di Bangkalan tiga orang. Satu orang meninggal dunia. Satu orang lainnya berasal dari Desa Gebang, Kecamatan Kota Bangkalan dinyatakan negatif.

”Perkembangan terakhir, swab pertama dari Surabaya negatif,” katanya.

Menurut Agus, hasil pemeriksaan dari Balitbangkes Jakarta untuk PDP asal Kecamatan Blega sampai sekarang belum turun. Padahal, sudah dikirim satu minggu yang lalu. ”Yang Blega belum keluar. Tapi, swab pertama dari Surabaya positif,” imbuhnya.

Agus menyampaikan, meski PDP asal Kecamatan Kota Bangkalan dinyatakan negatif, tetap menunggu swab dari Balitbangkes Jakarta ”Untuk memastikan saja. Pokoknya, hasil akhir menunggu Balitbangkes Jakarta. Termasuk, PDP yang dari Kecamatan Blega itu,” ucapnya.

Dijelaskan, dua PDP itu tetap berada di RSUD Syamrabu. Sebab, kondisi keduanya masih sakit. ”Belum pulang. Masih di rumah sakit,” terangnya.

Ditambahkan, hasil swab BBTKLPP untuk dua dokter juga belum turun. Tapi, keduanya sudah diingatkan untuk melakukan isolasi mandiri. Jangan sampai buka praktik dan keluyuran. ”Untuk dua dokter sudah ditegaskan isolasi mandiri, tidak boleh keluyuran,” tegas Agus.

Kepala Diskominfo Bangkalan itu memaparkan, jumlah orang tanpa gejala (OTG) di Kota Salak ada delapan orang. Meski tidak menunjukkan gejala virus korona, tapi berisiko tertular dari orang yang positif Covid-19. ”Hasil pemeriksaan laboratorium BBTKLPP Surabaya menyatakan, delapan OTG itu negatif,” sebutnya. (ky)

- Advertisement -

PAMEKASAN – Bagi sebagian orang, pandemi Covid-19 benar-benar mengkhawatirkan. Sebab, persebarannya sangat cepat. Tapi, tidak perlu cemas secara berlebihan. Peluang pasien yang positif terjangkiti Covid-19 bisa sembuh lebih dari 80 persen.

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Satgas Covid-19 Internal RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan dr Syaiful Hidayat. Dia menuturkan bahwa virus korona mirip dengan flu. Bisa sembuh sendiri apabila daya tahan tubuh seseorang kuat.

”Daya tahan tubuh bisa ditingkatkan dengan menerapkan dan menjaga pola hidup sehat. Berolahraga, istirahat yang cukup, dan mengonsumsi makanan yang bergizi itu bisa membuat daya tahan tubuh kebal dengan serangan virus,” ujarnya.


Menurut dia, saat ini ada satu pasien positif korona yang sedang ditangani tim medis Covid-19 di RSUD Smart Pamekasan. Pasien tersebut merupakan salah seorang tenaga medis di Puskesmas Pakong.

”Kalau usianya masih muda dan tidak ada penyakit lain, 80 persen bisa sembuh. Kebetulan yang kita rawat saat ini usianya masih muda, belum di atas 50 tahun. Yang bersangkutan juga tidak memiliki penyakit lain, peluang sembuhnya sangat besar,” ungkapnya.

Syaiful Hidayat menambahkan, jika pasien yang terjangkiti Covid-19 memiliki riwayat penyakit lain, hal itu akan memengaruhi peluang kesembuhannya. Misalnya, mengidap penyakit kencing manis, paru, asma, jantung, dan lainnya. ”Pasien positif dengan gejala ringan pasti sembuh,” tegasnya.

Dokter spesialis paru itu memaparkan, setiap pasien yang berstatus PDP maupun sudah positif akan sembuh jika ditangani sesuai SOP penanganan Covid-19. ”Yang dimaksud sembuh adalah, ketika pasien dinyatakan positif, lalu diperiksa lagi negatif, maka hasil swabnya berubah menjadi negatif,” terangnya.

Berapa lama pasien positif Covid-19 bisa sembuh? ”Berbeda-beda. Ada yang tujuh hari, diperiksa lagi negatif. Tapi, ada yang sampai 18 hari. Berdasar literatur, virus bisa bertahan sampai 49 hari,” jawabnya.

Syaiful Hidayat menyampaikan, tim medis Covid-19 RSUD Smart Pamekasan sudah melakukan langkah-langkah strategis untuk menyembuhkan pasien positif Covid-19. Pertama, pasien diberikan antivirus. Kedua, diobati sesuai keluhannya. ”Ketiga, diberi asupan vitamin yang membantu mempercepat proses kesembuhan,” tandasnya.

Baca Juga :  Medsos Hambat Minat Baca Buku

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan sekaligus Wakil Ketua I Satgas Penanggulangan Bencana Non-Alam dan Pencegahan Covid-19 Ahmad Marzuki menuturkan, tracing orang yang kontak langsung dengan pasien positif korona terus berlangsung.

”Langsung masuk (data tracing orang yang kontak langsung dengan pasien positif, Red) ke data ODR dan ODP. Artinya, orang-orang yang kontak langsung dengan pasien terus tercatat dalam risiko dan masuk dalam pantauan. Tapi saya nggak hapal,” jawabnya.

Di sisi lain, kerja keras tim medis di Kota Gerbang Salam membuahkan hasil yang bagus. Itu setelah hasil swab dari Balitbangkes Jakarta menyatakan dua pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di ruang isolasi RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan dinyatakan negatif Covid-19. Keduanya lalu dipulangkan pada Selasa (7/4) lalu.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), dua pasien tersebut secara klinis kondisinya semakin membaik. Selain merujuk hasil swab, keluhan sesak napas juga berkurang. Keluhan ringan lainnya juga tidak dialami. Setelah melewati sederet pertimbangan medis, keduanya dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

Ketua tim Satgas Covid-19 Internal RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan dr Syaiful Hidayat mengungkapkan, di ruang isolasi kini hanya ada satu pasien positif. ”Yang positif masih kita rawat,” ungkapnya.

Dua pasien negatif yang dipulangkan tersebut adalah PDP 2 dan PDP 4. Dikatakan, PDP 2 adalah seorang perempuan berusia 51 tahun dan berasal dari salah satu kelurahan di Kecamatan Kota Pamekasan. Yang bersangkutan mantan karyawan salah satu bank di Pamekasan.

”Sementara PDP 4 adalah laki-laki berusia 42 tahun. Dia seorang PNS di lingkungan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan. Tepatnya, berdinas di lingkungan KUA Kecamatan Waru. Rumahnya di sebuah desa di Kecamatan Galis,” paparnya.

Koordinator Satgas Penanggulangan Bencana Non-Alam dan Pencegahan Covid-19 Pamekasan Totok Hartono menambahkan, PDP yang negatif Covid-19 atau jelas-jelas tidak terpapar korona secara prosedural oleh satgas dibolehkan keluar dari ruang isolasi.

”Ruang isolasi diperuntukkan bagi PDP yang belum keluar tes swabnya dan untuk pasien positif Covid-19. Sementara sampai detik ini, ruang isolasi untuk Covid-19 hanya disediakan di RSUD Smart Pamekasan,” paparnya.

Baca Juga :  80 Siswa Pusing, Kejang-Kejang, dan Mual-Mual

Kendati dinyatakan negatif, sambung Totok Hartono, jumlah PDP di Pamekasan tidak berkurang. Artinya, dua PDP yang negatif tersebut tidak lantas menghapus catatan angka PDP di Pamekasan. ”Peta PDP tetap, nanti kita bisa lihat di peta Jawa Timur,” ungkap pria yang juga menjabat Sekkab Pamekasan itu.

Kabar baik juga datang dari Bangkalan. Satu PDP asal Kecamatan Kota Bangkalan dinyatakan negatif berdasar hasil pemeriksaan laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya. Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bangkalan Agus Zein mengatakan, total PDP di Bangkalan tiga orang. Satu orang meninggal dunia. Satu orang lainnya berasal dari Desa Gebang, Kecamatan Kota Bangkalan dinyatakan negatif.

”Perkembangan terakhir, swab pertama dari Surabaya negatif,” katanya.

Menurut Agus, hasil pemeriksaan dari Balitbangkes Jakarta untuk PDP asal Kecamatan Blega sampai sekarang belum turun. Padahal, sudah dikirim satu minggu yang lalu. ”Yang Blega belum keluar. Tapi, swab pertama dari Surabaya positif,” imbuhnya.

Agus menyampaikan, meski PDP asal Kecamatan Kota Bangkalan dinyatakan negatif, tetap menunggu swab dari Balitbangkes Jakarta ”Untuk memastikan saja. Pokoknya, hasil akhir menunggu Balitbangkes Jakarta. Termasuk, PDP yang dari Kecamatan Blega itu,” ucapnya.

Dijelaskan, dua PDP itu tetap berada di RSUD Syamrabu. Sebab, kondisi keduanya masih sakit. ”Belum pulang. Masih di rumah sakit,” terangnya.

Ditambahkan, hasil swab BBTKLPP untuk dua dokter juga belum turun. Tapi, keduanya sudah diingatkan untuk melakukan isolasi mandiri. Jangan sampai buka praktik dan keluyuran. ”Untuk dua dokter sudah ditegaskan isolasi mandiri, tidak boleh keluyuran,” tegas Agus.

Kepala Diskominfo Bangkalan itu memaparkan, jumlah orang tanpa gejala (OTG) di Kota Salak ada delapan orang. Meski tidak menunjukkan gejala virus korona, tapi berisiko tertular dari orang yang positif Covid-19. ”Hasil pemeriksaan laboratorium BBTKLPP Surabaya menyatakan, delapan OTG itu negatif,” sebutnya. (ky)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/