alexametrics
29.1 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Dua Puluh Event Kebudayaan Rp 1,5 Miliar

PAMEKASAN – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan optimistis bisa menaikkan jumlah wisatawan melalui 20 kegiatan selama 2019. Kegiatan yang bersifat kebudayaan itu dianggarkan Rp 1,5 miliar. Puluhan kegiatan ini dimulai sejak bulan lalu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparibud) Pamekasan Achmad Sjaifudin mengatakan, tiga kegiatan telah terlaksana. Yakni, Talang Siring Bersalawat pada Februari. Kemudian, Pamekasan Jazz dan Culture Fiesta serta Fun Bike Tour de Talang Siring digelar bersamaan dengan seratus hari kepemimpinan bupati dan wakil bupati. ”Tiga event sudah berjalan dengan baik” katanya kemarin (8/3).

Kegiatan tersebut digelar untuk menarik wisatawan agar berkunjung ke Kota Gerbang Salam. Pemkab berusaha mengelola potensi daerah agar wisatawan tertarik untuk berkunjung. Dalam setahun target kenaikan jumlah wisatawan lima persen dari tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Semarak Event 2019 Butuh Rp 15,7 Miliar

”Event yang kemarin saja ada sekitar 70 sampai 80 orang luar daerah yang berkunjung ke Pamekasan. Mereka mengikuti kegiatan seperti Fun Bike Tour de Talang Siring,” ujarnya.

Menurutnya, kedatangan wisatawan luar daerah berpotensi meningkatkan pendapatan daerah. Dia mencohtohkan, jika dalam satu event terdapat 70 wisatawan, maka sudah ada sekitar 30 kamar hotel yang terpakai. Belum lagi belanja oleh-olehnya. ”Kalau dihitung semua, per orang bisa mengeluarkan uang ratusan ribu tiap hari. Ini bisa meningkatkan perekomian daerah,” ungkapnya.

Kendati demikian, dalam merealisasikan event tersebut, pihaknya menggandeng berbagai elemen. Baik pemerintah desa, sesama organisasi perangkat daerah (OPD), serta masyarakat sekitar. Jika semuanya dibebankan kepada disparbud, kegiatan tersebut sulit untuk berjalan maksimal.

Apalagi anggaran yang disediakan pemerintah lebih sedikit dari tahun lalu. Hal itu akan mempengaruhi event yang diagendakan selama sembilan bulan ke depan. Kendati demikian, pihaknya menyakini semua kegiatan bisa digelar.

Baca Juga :  Ibunda Mahfud MD Sudah Sepuh, Banser Jaga Rumah Siti Khotijah

”Kami menyiasati keterbatasan anggaran dengan mengumpulkan teman dari OPD serta masyarakat sekitar untuk masuk dalam kalender event. Dengan begitu, kegiatan bisa berjalan dengan maksimal,” terangnya.

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Hosnan Ahmadi menilai, wisatawan dari luar daerah masih minim. Kegiatan yang direncanakan pemerintah harus bisa menarik wisatawan. ”Bahkan kalau perlu wisatawan mancanegara,” tuturnya.

Karena itu, pihaknya berharap agar dinas terkait benar-benar bisa manfaatkan kalender kegiatan dengan baik. Dengan begitu, pemerintah tidak terkesan hanya membuang anggaran, tapi ada timbal balik yang bisa dirasakan masyarakat. (bil)

PAMEKASAN – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan optimistis bisa menaikkan jumlah wisatawan melalui 20 kegiatan selama 2019. Kegiatan yang bersifat kebudayaan itu dianggarkan Rp 1,5 miliar. Puluhan kegiatan ini dimulai sejak bulan lalu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparibud) Pamekasan Achmad Sjaifudin mengatakan, tiga kegiatan telah terlaksana. Yakni, Talang Siring Bersalawat pada Februari. Kemudian, Pamekasan Jazz dan Culture Fiesta serta Fun Bike Tour de Talang Siring digelar bersamaan dengan seratus hari kepemimpinan bupati dan wakil bupati. ”Tiga event sudah berjalan dengan baik” katanya kemarin (8/3).

Kegiatan tersebut digelar untuk menarik wisatawan agar berkunjung ke Kota Gerbang Salam. Pemkab berusaha mengelola potensi daerah agar wisatawan tertarik untuk berkunjung. Dalam setahun target kenaikan jumlah wisatawan lima persen dari tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Dorong Pemuda Lestarikan Bahasa Daerah

”Event yang kemarin saja ada sekitar 70 sampai 80 orang luar daerah yang berkunjung ke Pamekasan. Mereka mengikuti kegiatan seperti Fun Bike Tour de Talang Siring,” ujarnya.

Menurutnya, kedatangan wisatawan luar daerah berpotensi meningkatkan pendapatan daerah. Dia mencohtohkan, jika dalam satu event terdapat 70 wisatawan, maka sudah ada sekitar 30 kamar hotel yang terpakai. Belum lagi belanja oleh-olehnya. ”Kalau dihitung semua, per orang bisa mengeluarkan uang ratusan ribu tiap hari. Ini bisa meningkatkan perekomian daerah,” ungkapnya.

Kendati demikian, dalam merealisasikan event tersebut, pihaknya menggandeng berbagai elemen. Baik pemerintah desa, sesama organisasi perangkat daerah (OPD), serta masyarakat sekitar. Jika semuanya dibebankan kepada disparbud, kegiatan tersebut sulit untuk berjalan maksimal.

Apalagi anggaran yang disediakan pemerintah lebih sedikit dari tahun lalu. Hal itu akan mempengaruhi event yang diagendakan selama sembilan bulan ke depan. Kendati demikian, pihaknya menyakini semua kegiatan bisa digelar.

Baca Juga :  Visit Sumenep 2020 Dikonsep Berbeda

”Kami menyiasati keterbatasan anggaran dengan mengumpulkan teman dari OPD serta masyarakat sekitar untuk masuk dalam kalender event. Dengan begitu, kegiatan bisa berjalan dengan maksimal,” terangnya.

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Hosnan Ahmadi menilai, wisatawan dari luar daerah masih minim. Kegiatan yang direncanakan pemerintah harus bisa menarik wisatawan. ”Bahkan kalau perlu wisatawan mancanegara,” tuturnya.

Karena itu, pihaknya berharap agar dinas terkait benar-benar bisa manfaatkan kalender kegiatan dengan baik. Dengan begitu, pemerintah tidak terkesan hanya membuang anggaran, tapi ada timbal balik yang bisa dirasakan masyarakat. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/