alexametrics
20.6 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Minta Polres Mengusut Tuntas Kasus Penganiyaan Jurnalis

PAMEKASAN – Kelompok Wartawan Pamekasan menggelar aksi solidaritas menolak aksi premanisme di Monumen Arek Lancor, Rabu (9/1). Aksi ini sebentuk dukungan terhadap Faisol, wartawan memoonline.co.id.

Sebab, pewarta berusia 22 tahun itu diduga dianiya oknum anggota kelompok masyarakat (pokmas) Desa Plakpak, Kecamatan Pagentenan beberapa waktu lalu.

Kasus ini bermula saat Faisol, hendak mengonfirmasi lima paket proyek dana hibah ke Balai Desa Plakpak. Sebab dari lima paket proyek tersebut, infonya hanya dua paket yang dikerjakan.

Saat Faisol bertanya kepada sekdes, perangkat desa dan operator desa, salah satu oknum anggota pokmas bernama Jabri menghampiri dan mencekiknya.

Dedi, reporter RCTI, mendesak kasus kekerasan terhadap wartawan harus diusut tuntas. Sebab, wartawan saat bekerja dilindungi UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Baca Juga :  Polres Kecipratan Hibah APBD Rp 2,5 M

“Hal ini yang tidak disadari masyarakat. Artinya ketika ada yang menghalangi wartawan saat liputan, itu sudah melanggar UU Pers. Semoga pelaku segera ditangkap,” harapnya.

Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo yang dikonfirmasi melalui Kasatreskrim AKP Hari Siswo Suwarno membenarkan laporan dugaan penganiayaan tersebut.

“Iya benar, saudara Faisol telah melapor ke SPKT Polres Pamekasan. Kasus ini akan diproses sesuai Undang-Undang,” imbuhnya. (Santi Stia Wardani)

PAMEKASAN – Kelompok Wartawan Pamekasan menggelar aksi solidaritas menolak aksi premanisme di Monumen Arek Lancor, Rabu (9/1). Aksi ini sebentuk dukungan terhadap Faisol, wartawan memoonline.co.id.

Sebab, pewarta berusia 22 tahun itu diduga dianiya oknum anggota kelompok masyarakat (pokmas) Desa Plakpak, Kecamatan Pagentenan beberapa waktu lalu.

Kasus ini bermula saat Faisol, hendak mengonfirmasi lima paket proyek dana hibah ke Balai Desa Plakpak. Sebab dari lima paket proyek tersebut, infonya hanya dua paket yang dikerjakan.

Saat Faisol bertanya kepada sekdes, perangkat desa dan operator desa, salah satu oknum anggota pokmas bernama Jabri menghampiri dan mencekiknya.

Dedi, reporter RCTI, mendesak kasus kekerasan terhadap wartawan harus diusut tuntas. Sebab, wartawan saat bekerja dilindungi UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Baca Juga :  Pembacokan Imam Bukhori Dipicu Masalah Asmara

“Hal ini yang tidak disadari masyarakat. Artinya ketika ada yang menghalangi wartawan saat liputan, itu sudah melanggar UU Pers. Semoga pelaku segera ditangkap,” harapnya.

Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo yang dikonfirmasi melalui Kasatreskrim AKP Hari Siswo Suwarno membenarkan laporan dugaan penganiayaan tersebut.

“Iya benar, saudara Faisol telah melapor ke SPKT Polres Pamekasan. Kasus ini akan diproses sesuai Undang-Undang,” imbuhnya. (Santi Stia Wardani)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/