alexametrics
25.4 C
Madura
Monday, May 16, 2022

Puluhan Perpustakaan Desa Mati Suri

PAMEKASAN – Realisasi perpustakaan desa (perpusdes) di Pamekasan belum berjalan maksimal. Perpusdes yang sudah dibangun kurang dimanfaatkan masyarakat.

Data Perpustakaan Daerah (Perpusda) Perpusda Pamekasan, desa yang sudah memiliki perpusdes 88 desa. Namun, yang berjalan dan dimanfaatkan masyarakat baru 15 perpusdes. Sementara 73 perpusdes di antaranya belum aktif atau mati suri.

Pustakawan Perpusda Pamekasan Kusairi mengatakan, untuk membangun perpusdes membutuhkan komitmen dari pemerintah desa (pemdes). Jika tidak, akan berpengaruh terhadap pekembangan perpusdes.

Ada beberapa faktor yang menjadi kendala dalam pengembangan perpusdes. Di antaranya kurangnya dukungan dari pemerintah desa. Seperti penyediaan ruangan, sarana prasana, dan sumber daya manusia (SDM).

”Di antara perpusdes yang aktif, komitmennya sangat luar biasa. Kades mengunakan dana desa dan ADD untuk mengembangkan perpusdes,” kata dia Jumat (7/12).

Baca Juga :  Bukan Hanya soal Kopi, Pengelola Kafe Beri Wadah Membaca

Kusairi menyampaikan, dari 15 perpusdes yang aktif itu, tidak hanya melayani peminjaman buku. Kades juga memanfaatkan perpusdes untuk berkolaborasi dengan kegiatan lain. Misalnya pembinaan kesejahteraan keluarga (PKK), Palang Merah Indonesia (PMI), dan posyandu.

”Seperti yang dilakukan perpusdes di Desa Pademawu Timur. Setiap ada posyandu, petugas perpusdes membawa buku ke lokasi posyandu. Jadi, ibu-ibu yang menunggu giliran bisa membaca,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Pamekasan Budi Ashari terus mendorong perpusdes agar terus berkembang. Pihaknya tidak menyerah untuk menghidupkan perpusdes yang belum dirasakan masyarakat.

”Bimbingan tetap teman-teman lakukan. Kami tetap memberikan pembinaan ke setiap perpusdes keliling,” klaimnya. (bil)

Baca Juga :  Pamerkan Berbagai Layanan Keimigrasian

PAMEKASAN – Realisasi perpustakaan desa (perpusdes) di Pamekasan belum berjalan maksimal. Perpusdes yang sudah dibangun kurang dimanfaatkan masyarakat.

Data Perpustakaan Daerah (Perpusda) Perpusda Pamekasan, desa yang sudah memiliki perpusdes 88 desa. Namun, yang berjalan dan dimanfaatkan masyarakat baru 15 perpusdes. Sementara 73 perpusdes di antaranya belum aktif atau mati suri.

Pustakawan Perpusda Pamekasan Kusairi mengatakan, untuk membangun perpusdes membutuhkan komitmen dari pemerintah desa (pemdes). Jika tidak, akan berpengaruh terhadap pekembangan perpusdes.

Ada beberapa faktor yang menjadi kendala dalam pengembangan perpusdes. Di antaranya kurangnya dukungan dari pemerintah desa. Seperti penyediaan ruangan, sarana prasana, dan sumber daya manusia (SDM).

”Di antara perpusdes yang aktif, komitmennya sangat luar biasa. Kades mengunakan dana desa dan ADD untuk mengembangkan perpusdes,” kata dia Jumat (7/12).

Baca Juga :  Tempati Posisi Keempat, Penderita Kusta di Pamekasan Se-Jatim

Kusairi menyampaikan, dari 15 perpusdes yang aktif itu, tidak hanya melayani peminjaman buku. Kades juga memanfaatkan perpusdes untuk berkolaborasi dengan kegiatan lain. Misalnya pembinaan kesejahteraan keluarga (PKK), Palang Merah Indonesia (PMI), dan posyandu.

”Seperti yang dilakukan perpusdes di Desa Pademawu Timur. Setiap ada posyandu, petugas perpusdes membawa buku ke lokasi posyandu. Jadi, ibu-ibu yang menunggu giliran bisa membaca,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Pamekasan Budi Ashari terus mendorong perpusdes agar terus berkembang. Pihaknya tidak menyerah untuk menghidupkan perpusdes yang belum dirasakan masyarakat.

”Bimbingan tetap teman-teman lakukan. Kami tetap memberikan pembinaan ke setiap perpusdes keliling,” klaimnya. (bil)

Baca Juga :  Pengangguran Terbuka Masih Tinggi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/