alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Disdikbud Tahun Depan Prioritaskan Program Beasiswa

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Dibanding organisasi perangkat daerah (OPD) lain di lingkungan Pemkab Pamekasan, anggaran yang dialokasikan ke dinas pendidikan dan kebudayaan (disdikbud) paling tinggi. Tahun depan, Disdikbud Pamekasan bakal kecipratan dana sekitar Rp 648.963.923.557.

Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini menyampaikan, alokasi anggaran di institusinya setiap tahun terus meningkat. Bertambahnya anggaran tersebut dipengaruhi peningkatan jumlah murid. Sehingga, berpengaruh terhadap alokasi dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Menurut dia, tahun ini pemerintah juga melakukan rekrutmen CPNS dan PPPK untuk formasi guru. Bertambahnya jumlah guru, secara otomatis membutuhkan tambahan anggaran untuk gaji. Karena itu, Zaini menilai wajar jika anggaran disdikbud meningkat.

”Anggaran tahun depan sudah ditentukan. Total anggaran kita tahun depan Rp 648.963.923.557,” katanya.

Baca Juga :  Tujuh Jabatan Pimpinan OPD Kosong

Zaini memaparkan, anggaran yang dialokasikan kepada institusinya memang cukup besar dibanding OPD lainnya. Namun, anggaran ratusan miliar tersebut didistribusikan ke lembaga di bawah naungan institusinya. Misalnya, anggaran untuk gaji guru diperkirakan sekitar Rp 250 miliar. Termasuk untuk dana BOS. ”Satu sekolah bisa mendapat dana BOS hingga ratusan juta,” paparnya.

Zaini mengungkapkan, anggaran yang dikelola Disdikbud Pamekasan sekitar Rp 9.406.645.000. Dana miliaran itu dialokasikan untuk kegiatan operasional. Misalnya, memperbaiki gedung lembaga pendidikan di bawah binaannya, mulai TK, SD, dan SMP. ”Setelah dipotong, mungkin yang masuk ke disdikbud hanya Rp 4 miliar. Anggaran itu digunakan untuk belanja listrik, wifi, kertas, perjalanan dinas, dan lain-lain,” ungkapnya.

Zaini menambahkan, isntitusinya sudah menyusun program untuk direalisasikan tahun depan. Ada program wajib yang selaras dengan program prioritas Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Selain itu, terdapat program pengembangan atau inovasi yang dilakukan beberapa lembaga pendidikan.

Baca Juga :  Prediksi Lelang Jabatan Oktober

”Disdikbud Pamekasan wajib menuntaskan program bupati Pamekasan, yakni beasiswa. Di antaranya beasiswa santri, mahasiswa, dan pelajar. Program beasiswa ini masuk prioritas karena merupakan investasi masa depan,” tegasnya.

Zaini menuturkan, target sasaran program beasiswa sudah terpenuhi tahun kedua kepemimpinan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Saat kampanye, Baddrut Tamam menargetkan memberikan beasiswa kepada 1.000 sasaran. Tahun kedua, beasiswa tersebut sudah dinikmati 1.600 sasaran. ”Tahun ini, penerima beasiswa sekitar 2.600 orang. Tahun depan kita lanjutkan, termasuk beasiswa untuk fakultas kedokteran dan kepolisian,” tandasnya. 

 

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Dibanding organisasi perangkat daerah (OPD) lain di lingkungan Pemkab Pamekasan, anggaran yang dialokasikan ke dinas pendidikan dan kebudayaan (disdikbud) paling tinggi. Tahun depan, Disdikbud Pamekasan bakal kecipratan dana sekitar Rp 648.963.923.557.

Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini menyampaikan, alokasi anggaran di institusinya setiap tahun terus meningkat. Bertambahnya anggaran tersebut dipengaruhi peningkatan jumlah murid. Sehingga, berpengaruh terhadap alokasi dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Menurut dia, tahun ini pemerintah juga melakukan rekrutmen CPNS dan PPPK untuk formasi guru. Bertambahnya jumlah guru, secara otomatis membutuhkan tambahan anggaran untuk gaji. Karena itu, Zaini menilai wajar jika anggaran disdikbud meningkat.

”Anggaran tahun depan sudah ditentukan. Total anggaran kita tahun depan Rp 648.963.923.557,” katanya.

Baca Juga :  Korban Kebakaran Terancam Tidak Dapat Bantuan

Zaini memaparkan, anggaran yang dialokasikan kepada institusinya memang cukup besar dibanding OPD lainnya. Namun, anggaran ratusan miliar tersebut didistribusikan ke lembaga di bawah naungan institusinya. Misalnya, anggaran untuk gaji guru diperkirakan sekitar Rp 250 miliar. Termasuk untuk dana BOS. ”Satu sekolah bisa mendapat dana BOS hingga ratusan juta,” paparnya.

Zaini mengungkapkan, anggaran yang dikelola Disdikbud Pamekasan sekitar Rp 9.406.645.000. Dana miliaran itu dialokasikan untuk kegiatan operasional. Misalnya, memperbaiki gedung lembaga pendidikan di bawah binaannya, mulai TK, SD, dan SMP. ”Setelah dipotong, mungkin yang masuk ke disdikbud hanya Rp 4 miliar. Anggaran itu digunakan untuk belanja listrik, wifi, kertas, perjalanan dinas, dan lain-lain,” ungkapnya.

Zaini menambahkan, isntitusinya sudah menyusun program untuk direalisasikan tahun depan. Ada program wajib yang selaras dengan program prioritas Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Selain itu, terdapat program pengembangan atau inovasi yang dilakukan beberapa lembaga pendidikan.

Baca Juga :  Pembangunan Pagar RSUD Terancam Molor

”Disdikbud Pamekasan wajib menuntaskan program bupati Pamekasan, yakni beasiswa. Di antaranya beasiswa santri, mahasiswa, dan pelajar. Program beasiswa ini masuk prioritas karena merupakan investasi masa depan,” tegasnya.

Zaini menuturkan, target sasaran program beasiswa sudah terpenuhi tahun kedua kepemimpinan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Saat kampanye, Baddrut Tamam menargetkan memberikan beasiswa kepada 1.000 sasaran. Tahun kedua, beasiswa tersebut sudah dinikmati 1.600 sasaran. ”Tahun ini, penerima beasiswa sekitar 2.600 orang. Tahun depan kita lanjutkan, termasuk beasiswa untuk fakultas kedokteran dan kepolisian,” tandasnya. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/