alexametrics
23.5 C
Madura
Monday, June 27, 2022

IAIN Madura Terapkan Perkuliahan TMT dan PJJ

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Setelah kasus Covid-19 di Pamekasan menurun, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura akhirnya membuat keputusan untuk menyelenggarakan perkuliahan tatap muka dengan dua model. Keputusan tersebut berlaku sejak 30 Agustus.

Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim menuturkan, perkulihaan tatap muka sudah lama diharapkan dosen dan mahasiswa. Karena itu, pada semester ganjil, IAIN Madura menerapkan dua model perkuliahan. ”Pertama, model tatap muka terbatas (TMT). Kedua, via dalam jaringan (daring) atau perkuliahan jarak jauh (PJJ),” terangnya.

Menurut Kosim, dua model perkuliahan itu mengatur beberapa hal. Misalnya, jika di satu kelas terdapat 40 mahasiswa, 20 mahasiswa mengikuti perkuliahan TMT di kampus dan sisanya mengikuti kuliah dengan model PJJ dari rumah.

”Nah, model TMT dan PJJ ini dibolak-balik. Sebelumnya, 20 mahasiswa selama sepekan mengikuti TMT, kemudian beralih ke PJJ. Sedangkan yang PJJ beralih ke TMT. Pada pekan pertama Agustus, diikuti mahasiswa semester tiga. Pekan kedua diikuti semester satu dan tiga. Pekan ketiga, rencana diikuti semester satu, tiga, dan lima,” imbuhnya.

Baca Juga :  2022 Anggaran PJU Menurun

Kosim menjelaskan, pihaknya akan memantau dan mengevaluasi penerapan perkuliahan dua model tersebut. Apakah memicu kasus Covid-19 baru atau justru aman dan perkulian itu bisa dilanjutkan. ”Para dosen dan mahasiswa tetap menerapkan prokes ketat. Milsanya, wajib memakai masker, menjaga jarak atau tidak berkurumun, dan menjaga pola hidup sehat,” tegasnya.

Kosim menyatakan, kampus IAIN Madura juga sudah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan untuk melakukan vaksinasi pada 1–2 September. ”Sasarannya mahasiswa dan alumni. Dengan begitu, imun bertambah dan perkuliahan dengan dua model terus berjalan. Bagi mahasiswa yang sakit, kami rekomendasikan mengikuti PJJ,” ulasnya.

Rektor kelahiran Sampang itu menerangkan, penerapan perkuliahan dua model tersebut tetap memegang teguh prinsip kehati-hatian dan berbasis evaluasi. Dengan demikian, tidak menjadi pemicu tumbuhnya klaster baru di lingkungan kampus IAIN Madura.

Baca Juga :  Sepuluh Kampus Indonesia Berjurnal Scopus, Termasuk IAIN Madura

”Kami berani menerapkan TMT dan PJJ karena Pamekasan dan Madura sudah berstatus PPKM level dua. Aturannya memang bisa menyelenggarakan perkuliahan separo daring dan separo tatap muka,” ucapnya.

Dia menambahkan, penerapan perkuliahan dengan dua model tersebut sudah diumumkan dalam Surat Edaran IAIN Madura bernomor B-1239/In.38/R/PP.00.9/08/2021 tentang Perkuliahan Semester Ganjil 2021/2022 pada masa PPKM. ”Kami berharap perkuliahan dengan dua model tersebut terus berjalan dengan baik,” pungkas Kosim. 

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Setelah kasus Covid-19 di Pamekasan menurun, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura akhirnya membuat keputusan untuk menyelenggarakan perkuliahan tatap muka dengan dua model. Keputusan tersebut berlaku sejak 30 Agustus.

Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim menuturkan, perkulihaan tatap muka sudah lama diharapkan dosen dan mahasiswa. Karena itu, pada semester ganjil, IAIN Madura menerapkan dua model perkuliahan. ”Pertama, model tatap muka terbatas (TMT). Kedua, via dalam jaringan (daring) atau perkuliahan jarak jauh (PJJ),” terangnya.

Menurut Kosim, dua model perkuliahan itu mengatur beberapa hal. Misalnya, jika di satu kelas terdapat 40 mahasiswa, 20 mahasiswa mengikuti perkuliahan TMT di kampus dan sisanya mengikuti kuliah dengan model PJJ dari rumah.


”Nah, model TMT dan PJJ ini dibolak-balik. Sebelumnya, 20 mahasiswa selama sepekan mengikuti TMT, kemudian beralih ke PJJ. Sedangkan yang PJJ beralih ke TMT. Pada pekan pertama Agustus, diikuti mahasiswa semester tiga. Pekan kedua diikuti semester satu dan tiga. Pekan ketiga, rencana diikuti semester satu, tiga, dan lima,” imbuhnya.

Baca Juga :  IAIN Madura Lepas KPM Mandiri sejak 1 Juni

Kosim menjelaskan, pihaknya akan memantau dan mengevaluasi penerapan perkuliahan dua model tersebut. Apakah memicu kasus Covid-19 baru atau justru aman dan perkulian itu bisa dilanjutkan. ”Para dosen dan mahasiswa tetap menerapkan prokes ketat. Milsanya, wajib memakai masker, menjaga jarak atau tidak berkurumun, dan menjaga pola hidup sehat,” tegasnya.

Kosim menyatakan, kampus IAIN Madura juga sudah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan untuk melakukan vaksinasi pada 1–2 September. ”Sasarannya mahasiswa dan alumni. Dengan begitu, imun bertambah dan perkuliahan dengan dua model terus berjalan. Bagi mahasiswa yang sakit, kami rekomendasikan mengikuti PJJ,” ulasnya.

Rektor kelahiran Sampang itu menerangkan, penerapan perkuliahan dua model tersebut tetap memegang teguh prinsip kehati-hatian dan berbasis evaluasi. Dengan demikian, tidak menjadi pemicu tumbuhnya klaster baru di lingkungan kampus IAIN Madura.

Baca Juga :  Pabrik Produksi Air Minum Adeni Tak Layak

”Kami berani menerapkan TMT dan PJJ karena Pamekasan dan Madura sudah berstatus PPKM level dua. Aturannya memang bisa menyelenggarakan perkuliahan separo daring dan separo tatap muka,” ucapnya.

Dia menambahkan, penerapan perkuliahan dengan dua model tersebut sudah diumumkan dalam Surat Edaran IAIN Madura bernomor B-1239/In.38/R/PP.00.9/08/2021 tentang Perkuliahan Semester Ganjil 2021/2022 pada masa PPKM. ”Kami berharap perkuliahan dengan dua model tersebut terus berjalan dengan baik,” pungkas Kosim. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/