alexametrics
22.1 C
Madura
Friday, September 30, 2022

Harus Jadi Jembatan dengan Pemerintah

P4TM Kawal Kesejahteraan Petani Tembakau

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Deklarasi Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM) berlangsung khidmat. Ribuan elemen masyarakat memadati aula bersama Jalan Raya Pasar Blumbungan, Kecamatan Larangan, Sabtu (6/8).

Kegiatan yang mengusung tema Menggugah Kejayaan Petani Tembakau Madura itu dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Tokoh nasional Achsanul Qosasi juga turut hadir dalam membahas kepentingan para petani tembakau tersebut.

Ketua Umum P4TM Khairul Umam mengatakan, permasalahan tembakau tak kunjung menemui titik terang. Petani belum bisa menuai hasil maksimal dari jerih payah menanam tembakau. Karena itu, deklarasi ini menjadi wadah dalam memperjuangkan sebuah aspirasi.

Di depan ribuan masyarakat Madura, pria yang karib disapa Haji Her itu menegaskan bahwa P4TM akan bertanggung jawab dalam mengawal kesejahteraan petani tembakau. Menurut dia, kegiatan ini tidak dimotori oleh siapa pun. ”Murni datang dari kegelisahan kami,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Haji Her berharap para pemangku kebijakan bisa mendengar dan mengawal aspirasi para petani. Sehingga, keberadaan tembakau Madura bisa kembali ke masa kejayaan. ”Bagi petani, mari kita jaga kualitas tembakau agar mendapat hasil baik,” pintanya.

Baca Juga :  Pemalsuan Teken di DPRD Pamekasan, Mengarah pada Pimpinan Dewan

Sementara itu, Achsanul Qosasi menilai, kegagalan dalam dunia tembakau bukan datang dari hama. Tapi, dari tata niaga tembakau yang diaggap tak berpihak pada para petani. Jaringan dari hulu hingga hilir tak satu pun yang berada di sisi petani.

Presiden Klub Madura United itu mencontohkan, pengepul, bandol, dan juragan merupakan orang suruhan pabrik. Sementara para petani tak mengenal jaringan dan tata niaga tembakau. Maka, pantas jika petani tetap tidak bisa menuai hasil optimal dari jerih payahnya.

AQ melanjutkan, pendapatan negara dari cukai rokok dari tahun ke tahun terus meningkat. Sementara, pemerintah belum mengatur tata niaga di tingkat petani. ”Inilah yang menyebabkan harga tak kunjung naik. Negara hanya mengurus pita cukai,” ungkapnya.

Karena itu, dia berharap deklarasi P4TM bisa menjadi jembatan antara petani dan pemerintah dalam memperbaiki tata niaga tembakau yang dianggap tak adil. Sehingga, bisa menjadi organisasi yang bagus dan penyampai aspirasi para petani tembakau di Pulau Garam.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam menata regulasi agar petani bisa untung dan sejahtera. Pemprov juga telah menyampaikan persoalan tembakau kepada Menteri Keuangan untuk mencari solusi terbaik.

Baca Juga :  Ruang Terbuka Hijau Pamekasan Belum Ideal

Pemprov Jawa Timur, kata Khofifah, siap merekomendasikan Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Pamekasan untuk dijadikan trading house. Cara ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani di Pulau Madura sebagai pemasok 35 persen tembakau se-Indonesia.

Mantan Menteri Sosial itu mengajak P4TM, bupati se-Madura, dan ulama untuk merumuskan format dalam rencana tersebut. Sehingga, muncul solusi terbaik bagi para petani tembakau. ”Semoga ikhtiar ini bisa kita laksanakan dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Ketua Panitia deklarasi P4TM Pamekasan Abdul Bari bersyukur atas lancarnya kegiatan itu.  Organisasi tersebut komitmen mengawal kepentingan petani tembakau Madura. ”Kami siap membangun koordinasi dan kerja sama dengan stakeholder terkait, baik institusi pemerintahan, tingkat kabupaten atau kota, tingkat provinsi, dan tingkat pusat,” katanya.

Bari menyampaikan, tidak hanya dari unsur pemerintahan yang akan diajak kolaborasi, pihak swasta yang mempunyai gagasan besar dalam mengawal kesejahteraan petani tembakau akan diajak berjuang bersama. ”Organisasi P4TM ini merupakan wadah aspirasi yang akan berpihak pada kepentingan masyarakat Madura,” katanya. (afg/han)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Deklarasi Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM) berlangsung khidmat. Ribuan elemen masyarakat memadati aula bersama Jalan Raya Pasar Blumbungan, Kecamatan Larangan, Sabtu (6/8).

Kegiatan yang mengusung tema Menggugah Kejayaan Petani Tembakau Madura itu dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Tokoh nasional Achsanul Qosasi juga turut hadir dalam membahas kepentingan para petani tembakau tersebut.

Ketua Umum P4TM Khairul Umam mengatakan, permasalahan tembakau tak kunjung menemui titik terang. Petani belum bisa menuai hasil maksimal dari jerih payah menanam tembakau. Karena itu, deklarasi ini menjadi wadah dalam memperjuangkan sebuah aspirasi.


Di depan ribuan masyarakat Madura, pria yang karib disapa Haji Her itu menegaskan bahwa P4TM akan bertanggung jawab dalam mengawal kesejahteraan petani tembakau. Menurut dia, kegiatan ini tidak dimotori oleh siapa pun. ”Murni datang dari kegelisahan kami,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Haji Her berharap para pemangku kebijakan bisa mendengar dan mengawal aspirasi para petani. Sehingga, keberadaan tembakau Madura bisa kembali ke masa kejayaan. ”Bagi petani, mari kita jaga kualitas tembakau agar mendapat hasil baik,” pintanya.

Baca Juga :  Telanjur Kering, Banyak Lahan Tembakau Tak Tergarap

Sementara itu, Achsanul Qosasi menilai, kegagalan dalam dunia tembakau bukan datang dari hama. Tapi, dari tata niaga tembakau yang diaggap tak berpihak pada para petani. Jaringan dari hulu hingga hilir tak satu pun yang berada di sisi petani.

Presiden Klub Madura United itu mencontohkan, pengepul, bandol, dan juragan merupakan orang suruhan pabrik. Sementara para petani tak mengenal jaringan dan tata niaga tembakau. Maka, pantas jika petani tetap tidak bisa menuai hasil optimal dari jerih payahnya.

- Advertisement -

AQ melanjutkan, pendapatan negara dari cukai rokok dari tahun ke tahun terus meningkat. Sementara, pemerintah belum mengatur tata niaga di tingkat petani. ”Inilah yang menyebabkan harga tak kunjung naik. Negara hanya mengurus pita cukai,” ungkapnya.

Karena itu, dia berharap deklarasi P4TM bisa menjadi jembatan antara petani dan pemerintah dalam memperbaiki tata niaga tembakau yang dianggap tak adil. Sehingga, bisa menjadi organisasi yang bagus dan penyampai aspirasi para petani tembakau di Pulau Garam.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam menata regulasi agar petani bisa untung dan sejahtera. Pemprov juga telah menyampaikan persoalan tembakau kepada Menteri Keuangan untuk mencari solusi terbaik.

Baca Juga :  Pemalsuan Teken di DPRD Pamekasan, Mengarah pada Pimpinan Dewan

Pemprov Jawa Timur, kata Khofifah, siap merekomendasikan Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Pamekasan untuk dijadikan trading house. Cara ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani di Pulau Madura sebagai pemasok 35 persen tembakau se-Indonesia.

Mantan Menteri Sosial itu mengajak P4TM, bupati se-Madura, dan ulama untuk merumuskan format dalam rencana tersebut. Sehingga, muncul solusi terbaik bagi para petani tembakau. ”Semoga ikhtiar ini bisa kita laksanakan dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Ketua Panitia deklarasi P4TM Pamekasan Abdul Bari bersyukur atas lancarnya kegiatan itu.  Organisasi tersebut komitmen mengawal kepentingan petani tembakau Madura. ”Kami siap membangun koordinasi dan kerja sama dengan stakeholder terkait, baik institusi pemerintahan, tingkat kabupaten atau kota, tingkat provinsi, dan tingkat pusat,” katanya.

Bari menyampaikan, tidak hanya dari unsur pemerintahan yang akan diajak kolaborasi, pihak swasta yang mempunyai gagasan besar dalam mengawal kesejahteraan petani tembakau akan diajak berjuang bersama. ”Organisasi P4TM ini merupakan wadah aspirasi yang akan berpihak pada kepentingan masyarakat Madura,” katanya. (afg/han)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Lima Raperda Siap Dibahas

/