alexametrics
21 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Anggaran Bantuan Sarpras Garam Dikepras

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Bantuan sarana dan prasarana (sarpras) bagi petani garam gagal direalisasikan tahun ini. Alasannya, anggaran dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19.

Kasi Pengelolahan dan Kawasan Budi Daya Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan Muzanni mengatakan, tahun ini pihaknya mendapat dua paket anggaran. Yakni, fasilitasi kegiatan usaha garam rakyat senilai Rp 74,7 juta dan pengadaan sarpras bagi petambak garam Rp 50 juta.

Muzanni mengatakan, untuk fasilitasi kegiatan usaha garam rakyat dikepras hingga tersisa Rp 2,5 juta. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan sosialisasi. ”Untuk bantuan sarpras, anggarannya dinolkan. Karena dialihkan untuk Covid-19,” ucapnya kemarin (7/8).

Rencananya, bantuan sarpras yang akan diberikan berupa hand sealer. Alat tersebut untuk menyambung geomembran. Selain dimanfaatkan oleh anggota kelompok, diharapkan bisa disewakan kepada petani garam lainnya. ”Rp 50 juta rencananya untuk 4 hand sealer di 4 kelompok,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kades Alang-Alang Terus Berinovasi untuk Desa

 Saat ini pihaknya hanya fokus melakukan pembinaan. Khususnya, yang berkaitan dengan penyambungan geomembran. ”Kita harus bisa mencari cara lain. Misalnya, memberikan pelatihan tata cara penyambungan geomembran. Karena sebenarnya geomembran juga dapat dilem,” tambahnya.

Untuk bantuan bagi petani garam, pihaknya berharap bisa dari Pemprov Jatim dan pemerintah pusat. ”Dari pusat, program integrasi lahan sudah terealisasi. Kalau dari provinsi belum cair,” tukasnya. (jup)

 

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Bantuan sarana dan prasarana (sarpras) bagi petani garam gagal direalisasikan tahun ini. Alasannya, anggaran dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19.

Kasi Pengelolahan dan Kawasan Budi Daya Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan Muzanni mengatakan, tahun ini pihaknya mendapat dua paket anggaran. Yakni, fasilitasi kegiatan usaha garam rakyat senilai Rp 74,7 juta dan pengadaan sarpras bagi petambak garam Rp 50 juta.

Muzanni mengatakan, untuk fasilitasi kegiatan usaha garam rakyat dikepras hingga tersisa Rp 2,5 juta. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan sosialisasi. ”Untuk bantuan sarpras, anggarannya dinolkan. Karena dialihkan untuk Covid-19,” ucapnya kemarin (7/8).

Rencananya, bantuan sarpras yang akan diberikan berupa hand sealer. Alat tersebut untuk menyambung geomembran. Selain dimanfaatkan oleh anggota kelompok, diharapkan bisa disewakan kepada petani garam lainnya. ”Rp 50 juta rencananya untuk 4 hand sealer di 4 kelompok,” imbuhnya.

Baca Juga :  Telan Anggaran Miliaran, Puskesmas Tak Beroperasi

 Saat ini pihaknya hanya fokus melakukan pembinaan. Khususnya, yang berkaitan dengan penyambungan geomembran. ”Kita harus bisa mencari cara lain. Misalnya, memberikan pelatihan tata cara penyambungan geomembran. Karena sebenarnya geomembran juga dapat dilem,” tambahnya.

Untuk bantuan bagi petani garam, pihaknya berharap bisa dari Pemprov Jatim dan pemerintah pusat. ”Dari pusat, program integrasi lahan sudah terealisasi. Kalau dari provinsi belum cair,” tukasnya. (jup)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/