alexametrics
25.5 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Satpol PP Tertibkan Baliho Melanggar

PAMEKASAN – Kesadaran masyarakat menaati aturan pemasangan media luar ruang rendah. Terbukti, ditemukan sejumlah banner terpasang di area terlarang. Satpol PP Pamekasan bertindak tegas dengan menurunkan banner melanggar itu Kamis (7/6).

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan Moh. Hasanurrahman mengatakan, sejumlah media luar ruang ditemukan melanggar. Yakni, dipasang di area tempat peribadatan dan taman bermain Arek Lancor.

Menurut dia, satpol PP berkewajiban menertibkan baliho melanggar itu. Sejumlah baliho berizin pun diturunkan secara paksa. ”Karena tempatnya terlarang, makanya kami turunkan secara paksa,” katanya.

Hasan menyampaikan, baliho tersebut sebenarnya berizin. Pemilik mengurus ke Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pamekasan. Tetapi, kesalahannya hanya karena dipasang ditempat terlarang.

Baca Juga :  Penerima Bansos Rastra Stagnan

Pasca diturunkan, pemilik dipanggil ke kantor satpol PP untuk mengambil kembali baliho yang diturunkan itu. Kemudian, baliho itu boleh dipasang kembali asal ditempatkan di lokasi yang diperbolehkan oleh aturan.

Operasi akan dilakukan hingga cuti bersama. Tujuannya, agar ketertiban umum khususnya pemasangan media luar ruang benar-benar sesuai ketentuan yang berlaku. ”Tempat peribadatan dan Arek Lancor itu tidak boleh dipasangi banner,” katanya.

Menurut Hasan, berdasarkan keterangan pemilik banner, sebenarnya mereka mengetahui bahwa tempat itu terlarang. Tetapi, mereka tidak memiliki pilihan lain karena menjelang Lebaran banyak yang memasang media luar ruang.

Tempat yang dinilai strategis tidak ada. Akibatnya, pemilik banner itu memasang di tempat terlarang. ”Sudah kami sosialisasikan tempat mana saja yang tidak boleh terpasang banner,” katanya.

Baca Juga :  Jelang Ramadan Satpol PP Janji Tingkatkan Pengawasan

Wakil Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Abdul Haq mendorong sikap tegas satpol PP. Menurut dia, sekecil apa pun bentuk pelanggaran harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku. Tujuannya, agar pelanggaran tidak semakin banyak.

Menurut dia, jika pelanggaran kecil dibiarkan, dikhawatirkan akan menjadi kebiasaan. Akibatnya, penegak perda kesulitan ketika hendak melakukan penertiban. ”Ketegasan memang dibutuhkan dari penegak perda,” tandasnya.

PAMEKASAN – Kesadaran masyarakat menaati aturan pemasangan media luar ruang rendah. Terbukti, ditemukan sejumlah banner terpasang di area terlarang. Satpol PP Pamekasan bertindak tegas dengan menurunkan banner melanggar itu Kamis (7/6).

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan Moh. Hasanurrahman mengatakan, sejumlah media luar ruang ditemukan melanggar. Yakni, dipasang di area tempat peribadatan dan taman bermain Arek Lancor.

Menurut dia, satpol PP berkewajiban menertibkan baliho melanggar itu. Sejumlah baliho berizin pun diturunkan secara paksa. ”Karena tempatnya terlarang, makanya kami turunkan secara paksa,” katanya.


Hasan menyampaikan, baliho tersebut sebenarnya berizin. Pemilik mengurus ke Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pamekasan. Tetapi, kesalahannya hanya karena dipasang ditempat terlarang.

Baca Juga :  Petugas Gabungan Bidik Warung dan Hotel

Pasca diturunkan, pemilik dipanggil ke kantor satpol PP untuk mengambil kembali baliho yang diturunkan itu. Kemudian, baliho itu boleh dipasang kembali asal ditempatkan di lokasi yang diperbolehkan oleh aturan.

Operasi akan dilakukan hingga cuti bersama. Tujuannya, agar ketertiban umum khususnya pemasangan media luar ruang benar-benar sesuai ketentuan yang berlaku. ”Tempat peribadatan dan Arek Lancor itu tidak boleh dipasangi banner,” katanya.

Menurut Hasan, berdasarkan keterangan pemilik banner, sebenarnya mereka mengetahui bahwa tempat itu terlarang. Tetapi, mereka tidak memiliki pilihan lain karena menjelang Lebaran banyak yang memasang media luar ruang.

Tempat yang dinilai strategis tidak ada. Akibatnya, pemilik banner itu memasang di tempat terlarang. ”Sudah kami sosialisasikan tempat mana saja yang tidak boleh terpasang banner,” katanya.

Baca Juga :  Siswa Raih SMAN 3 Pamekasan┬áRaih Prestasi Gemilang

Wakil Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Abdul Haq mendorong sikap tegas satpol PP. Menurut dia, sekecil apa pun bentuk pelanggaran harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku. Tujuannya, agar pelanggaran tidak semakin banyak.

Menurut dia, jika pelanggaran kecil dibiarkan, dikhawatirkan akan menjadi kebiasaan. Akibatnya, penegak perda kesulitan ketika hendak melakukan penertiban. ”Ketegasan memang dibutuhkan dari penegak perda,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/