alexametrics
22.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Pemkab Bakal Bantu 3 Klaster

PAMEKASAN – Pandemi Covid-19 benar-benar berdampak dan membuat pendapatan ekonomi masyarakat menyusut. Untuk mempersempit efek karambol, Pemkab Pamekasan pun menganggarkan sejumlah dana untuk pengadaan sembako masyarakat terdampak.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengatakan, beberapa waktu lalu pemkab mendistribusikan sembako. Baik melalui dinas sosial, disparbud, maupun dinas koperasi dan usaha mikro. Dalam waktu dekat, orang nomor satu di lingkngan Pemkab Pamekasan itu akan memberikan bantuan serupa kepada guru ngaji, guru nonkategori, dan rekan-rekan media massa.

”Kami akan memberikan social safety net kepada tiga kategori. Pertama kategori guru ngaji, kedua guru nonkategori, dan ketiga kepada teman-teman media,” terang Baddrut Tamam.

Dia mengungkapkan, social safety net tersebut tidak bisa diberikan sekaligus dalam satu waktu. Sebab, pihaknya tidak mau mengumpulkan massa dan menimbulkan kerumunan. Karena itu, pendistribusiannya dilakukan bertahap.

Baca Juga :  Realisasi Bantuan Pemerintah di Tengah Pandemi Covid-19

”Kalau sehari menyerahkan bantuan untuk semua kategori, kami berkeyakinan para relawan kewalahan. Karena itu, kami klasterkan penerima bantuan ini,” kata pria yang akrab disapa Ra Baddrut Tamam (RBT) itu.

Bentuk bantuan yang akan diberikan, sambung RBT, tidak jauh berbeda dengan bantuan sebelumnya. Salah satunya, beras dan kebutuhan pokok lainnya. Harapannya, bantuan tersebut bisa meringankan beban harian warga terdampak pandemi Covid-19. Nantinya, ada sekitar 11 ribu orang yang ter-cover dalam data penerima bantuan.

”Mulai guru ngaji, guru nonkategori, dan rekan-rekan media. Data yang kami terima, ada sekitar 11 ribu dari tiga kategori tersebut. Jumlahnya bisa terus bergerak atau berubah,” paparnya.

Baddrut Tamam berharap, prosesnya lancar. ”Mudah-mudahan bantuan sosial ini bisa kami distribusikan. Dengan begitu, masyarakat terdampak segera menikmatinya. Kami pastikan, bantuan ini tepat sasaran,” tandasnya. (ky)

Baca Juga :  Bupati Tetapkan Status Tanggap Darurat

 

- Advertisement -

PAMEKASAN – Pandemi Covid-19 benar-benar berdampak dan membuat pendapatan ekonomi masyarakat menyusut. Untuk mempersempit efek karambol, Pemkab Pamekasan pun menganggarkan sejumlah dana untuk pengadaan sembako masyarakat terdampak.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengatakan, beberapa waktu lalu pemkab mendistribusikan sembako. Baik melalui dinas sosial, disparbud, maupun dinas koperasi dan usaha mikro. Dalam waktu dekat, orang nomor satu di lingkngan Pemkab Pamekasan itu akan memberikan bantuan serupa kepada guru ngaji, guru nonkategori, dan rekan-rekan media massa.

”Kami akan memberikan social safety net kepada tiga kategori. Pertama kategori guru ngaji, kedua guru nonkategori, dan ketiga kepada teman-teman media,” terang Baddrut Tamam.


Dia mengungkapkan, social safety net tersebut tidak bisa diberikan sekaligus dalam satu waktu. Sebab, pihaknya tidak mau mengumpulkan massa dan menimbulkan kerumunan. Karena itu, pendistribusiannya dilakukan bertahap.

Baca Juga :  Delapan PMI Positif Covid-19

”Kalau sehari menyerahkan bantuan untuk semua kategori, kami berkeyakinan para relawan kewalahan. Karena itu, kami klasterkan penerima bantuan ini,” kata pria yang akrab disapa Ra Baddrut Tamam (RBT) itu.

Bentuk bantuan yang akan diberikan, sambung RBT, tidak jauh berbeda dengan bantuan sebelumnya. Salah satunya, beras dan kebutuhan pokok lainnya. Harapannya, bantuan tersebut bisa meringankan beban harian warga terdampak pandemi Covid-19. Nantinya, ada sekitar 11 ribu orang yang ter-cover dalam data penerima bantuan.

”Mulai guru ngaji, guru nonkategori, dan rekan-rekan media. Data yang kami terima, ada sekitar 11 ribu dari tiga kategori tersebut. Jumlahnya bisa terus bergerak atau berubah,” paparnya.

Baddrut Tamam berharap, prosesnya lancar. ”Mudah-mudahan bantuan sosial ini bisa kami distribusikan. Dengan begitu, masyarakat terdampak segera menikmatinya. Kami pastikan, bantuan ini tepat sasaran,” tandasnya. (ky)

Baca Juga :  Realisasi Bantuan Pemerintah di Tengah Pandemi Covid-19

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/