alexametrics
26.3 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Adira Finance Tarik Uang tanpa Kuitansi

PAMEKASAN – Pelayanan Adira Finance Pamekasan dikeluhkan nasabah. Hal itu karena petugas lapangan yang bekerja sama dengan perusahaan leasing tersebut menarik uang tanpa mengeluarkan kuitansi.

M. Suka, 50, nasabah yang mengeluhkan pelayanan Adira Finance mengatakan, beberapa waktu lalu motor miliknya dirampas leasing. Alasannya, kredit motor nopol M 6873 BL itu nunggak selama tiga bulan.

M. Suka digiring ke kantor Adira Finance di Jalan Pintu Gerbang. Kemudian, petugas lapangan meminta kunci motor yang dikendarainya. Motor tersebut baru bisa dibawa pulang setelah tunggakan dilunasi.

Petugas tidak hanya meminta uang tunggakan. Tetapi juga meminta uang Rp 1,5 juta. Uang tersebut diminta tanpa kuitansi. ”Ke mana uang saya yang satu juta lima ratus itu,” katanya Rabu (7/3).

Baca Juga :  Blangko SIM Habis, 4.408 Pemohon SIM di Pamekasan Diberi Suket

Pria berbadan kekar itu mengatakan, jika uang itu masuk ke perusahaan, pasti ada bukti pembayaran. Dengan demikian, dia curiga uang tersebut ”dimakan” petugas lapangan yang menggiring dia di jalan.

Suka mengatakan, jika uang tersebut jadi bancakan petugas lapangan Adira Finance, dia tidak ikhlas. Sebab, uang Rp 1,5 juta itu terbilang besar untuk ukuran warga dengan kondisi ekonomi kurang mampu.

Pengacara Adira Finance Pamekasan M. Alfian belum bersedia memberi keterangan. Menurut dia, kliennya belum memberi tahu persoalan tersebut. Pimpinan perusahaan leasing itu juga masih berada di luar kota. ”Untuk sementara, kami belum bisa memberi keterangan,” tandasnya.

PAMEKASAN – Pelayanan Adira Finance Pamekasan dikeluhkan nasabah. Hal itu karena petugas lapangan yang bekerja sama dengan perusahaan leasing tersebut menarik uang tanpa mengeluarkan kuitansi.

M. Suka, 50, nasabah yang mengeluhkan pelayanan Adira Finance mengatakan, beberapa waktu lalu motor miliknya dirampas leasing. Alasannya, kredit motor nopol M 6873 BL itu nunggak selama tiga bulan.

M. Suka digiring ke kantor Adira Finance di Jalan Pintu Gerbang. Kemudian, petugas lapangan meminta kunci motor yang dikendarainya. Motor tersebut baru bisa dibawa pulang setelah tunggakan dilunasi.


Petugas tidak hanya meminta uang tunggakan. Tetapi juga meminta uang Rp 1,5 juta. Uang tersebut diminta tanpa kuitansi. ”Ke mana uang saya yang satu juta lima ratus itu,” katanya Rabu (7/3).

Baca Juga :  MUI dan Dewan Pendidikan Pamekasan Sambut Baik Beasiswa Santri

Pria berbadan kekar itu mengatakan, jika uang itu masuk ke perusahaan, pasti ada bukti pembayaran. Dengan demikian, dia curiga uang tersebut ”dimakan” petugas lapangan yang menggiring dia di jalan.

Suka mengatakan, jika uang tersebut jadi bancakan petugas lapangan Adira Finance, dia tidak ikhlas. Sebab, uang Rp 1,5 juta itu terbilang besar untuk ukuran warga dengan kondisi ekonomi kurang mampu.

Pengacara Adira Finance Pamekasan M. Alfian belum bersedia memberi keterangan. Menurut dia, kliennya belum memberi tahu persoalan tersebut. Pimpinan perusahaan leasing itu juga masih berada di luar kota. ”Untuk sementara, kami belum bisa memberi keterangan,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/