alexametrics
20.9 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Ribuan RTLH  Belum Tersentuh Pemerintah

PAMEKASAN – Di Bumi Gerbang Salam masih ada 2.600 rumah tidak layak huni (RTLH). Angka itu berdasarkan data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Pamekasan. Namun, mayoritas rumah tersebut belum tersentuh program pemerintah.

”Data base kami ada 2.600 RTLH yang perlu diperbaiki,” kata Kepala DPKP Pamekasan Muharram kemarin (7/2).

Jumlah tersebut berdasarkan survei tim ke desa-desa di tiga belas kecamatan. Namun, masih ada tiga kecamatan, yaitu Proppo, Tlanakan, dan Pademawu yang surveinya belum tuntas. ”Bisa saja dari jumlah RTLH tersebut bertambah,” terangnya.

Dari jumlah tersebut, RTLH terbanyak justru ada di wilayah perkotaan.,”Wajah di perkotaan itu hanya bagus luarnya. Tapi kalau masuk ke dalam, banyak rumah yang kondisinya cukup memprihatinkan,” ungkap Muharram.

Baca Juga :  Polres Pamekasan Kirim Bantuan Makanan dan Material Bangunan Ke Sapudi

Perbaikan RTLH tahun ini diprediksi sebanyak 150 unit rumah. Perbaikan tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat. Sharing dari pemkab hanya sekitar tujuh unit.

”Informasi awal, perbaikan RTLH dari kementerian hanya sekitar 150 unit. Anggaran masing-masing unit sekitar Rp 15 juta” terangnya.

Perbaikan RTLH tersebut terlebih dahulu akan fokus di wilayah perkotaan. Jika sudah tuntas, perbaikan akan menyarasar ke perdesaan. ”Jadi bertahap,” tegasnya.

Jika setiap tahun hanya ada sekitar 150 perbaikan RTLH, maka dibutuhkan 10 tahun untuk menuntaskan program perbaikan RTLH. Bisa lebih cepat jika pemerintah pusat menganggarkan lebih dari jumlah tersebut.

”Yang jelas bantuan itu akan kita berikan kepada yang membutuhkan dan kondisi rumahnya memprihatinkan,” tukasnya. 

Baca Juga :  Penulis Buku Atlas Walisongo Ajak Masyarakat Tak Mengabaikan Sejarah

 

PAMEKASAN – Di Bumi Gerbang Salam masih ada 2.600 rumah tidak layak huni (RTLH). Angka itu berdasarkan data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Pamekasan. Namun, mayoritas rumah tersebut belum tersentuh program pemerintah.

”Data base kami ada 2.600 RTLH yang perlu diperbaiki,” kata Kepala DPKP Pamekasan Muharram kemarin (7/2).

Jumlah tersebut berdasarkan survei tim ke desa-desa di tiga belas kecamatan. Namun, masih ada tiga kecamatan, yaitu Proppo, Tlanakan, dan Pademawu yang surveinya belum tuntas. ”Bisa saja dari jumlah RTLH tersebut bertambah,” terangnya.


Dari jumlah tersebut, RTLH terbanyak justru ada di wilayah perkotaan.,”Wajah di perkotaan itu hanya bagus luarnya. Tapi kalau masuk ke dalam, banyak rumah yang kondisinya cukup memprihatinkan,” ungkap Muharram.

Baca Juga :  Dinsos, DPRKP, dan BPBD Saling Lempar

Perbaikan RTLH tahun ini diprediksi sebanyak 150 unit rumah. Perbaikan tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat. Sharing dari pemkab hanya sekitar tujuh unit.

”Informasi awal, perbaikan RTLH dari kementerian hanya sekitar 150 unit. Anggaran masing-masing unit sekitar Rp 15 juta” terangnya.

Perbaikan RTLH tersebut terlebih dahulu akan fokus di wilayah perkotaan. Jika sudah tuntas, perbaikan akan menyarasar ke perdesaan. ”Jadi bertahap,” tegasnya.

Jika setiap tahun hanya ada sekitar 150 perbaikan RTLH, maka dibutuhkan 10 tahun untuk menuntaskan program perbaikan RTLH. Bisa lebih cepat jika pemerintah pusat menganggarkan lebih dari jumlah tersebut.

”Yang jelas bantuan itu akan kita berikan kepada yang membutuhkan dan kondisi rumahnya memprihatinkan,” tukasnya. 

Baca Juga :  Penulis Buku Atlas Walisongo Ajak Masyarakat Tak Mengabaikan Sejarah

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/