alexametrics
25.4 C
Madura
Monday, May 16, 2022

Nyai Hindun: Perempuan Boleh Berkarir asal Tidak Langgar Syariat Islam

PAMEKASAN – Hari pertama Pekan Ngaji 5 Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata (Muba) Putri menggelar Ngaji Karir. Acara yang digelar di musala pondok itu, bertajuk Wanita Karir dalam Prespektif Nilai-Nilai Keislaman.

Pemateri Ngaji Karir adalah pengasuh Ponpes Hasyim Asyari Jepara Nyai Hj Hindun Anisa MA. Acara dihadiri ribuan santriwati. Mereka secara seksama menyimak materi yang dipaparkan narasumber.

“Pengenalan karir kepada generasi muda (utamanya santri, Red) harus dilakukan sejak dini. Mengingat, pentingnya posisi atau karir bagi perempuan Islam dan pengaruhnya bagi kehidupan,” katanya.

Nyai Hindun Anisa memaparkan profil dan sejarah sejumlah wanita karir di masa nabi Muhammad SAW. Seperti halnya Sayyidah Khadijah yang merupakan women preneurship.

Baca Juga :  Lebih Lega Bayar Iuran JKN-KIS dengan Niat Sedekah

Termasuk Jufaidah, perawat handal di masa Rasulullah. Asyifa, ahli akuntansi di masa Sayyidina Umar dan masih banyak lagi perempuan yang berpotensi mengembangkan profesinya.

“Dalam pembahasan ini, para santri bisa memiliki pradigma bahwa Islam tidak melarang perempuan berkarir dan mengembangkan potensinya. Syaratnya, tidak melanggar syariat Islam,” pungkasnya. (sin)

PAMEKASAN – Hari pertama Pekan Ngaji 5 Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata (Muba) Putri menggelar Ngaji Karir. Acara yang digelar di musala pondok itu, bertajuk Wanita Karir dalam Prespektif Nilai-Nilai Keislaman.

Pemateri Ngaji Karir adalah pengasuh Ponpes Hasyim Asyari Jepara Nyai Hj Hindun Anisa MA. Acara dihadiri ribuan santriwati. Mereka secara seksama menyimak materi yang dipaparkan narasumber.

“Pengenalan karir kepada generasi muda (utamanya santri, Red) harus dilakukan sejak dini. Mengingat, pentingnya posisi atau karir bagi perempuan Islam dan pengaruhnya bagi kehidupan,” katanya.

Nyai Hindun Anisa memaparkan profil dan sejarah sejumlah wanita karir di masa nabi Muhammad SAW. Seperti halnya Sayyidah Khadijah yang merupakan women preneurship.

Baca Juga :  Satu Panitia Penyelenggara Haji Positif

Termasuk Jufaidah, perawat handal di masa Rasulullah. Asyifa, ahli akuntansi di masa Sayyidina Umar dan masih banyak lagi perempuan yang berpotensi mengembangkan profesinya.

“Dalam pembahasan ini, para santri bisa memiliki pradigma bahwa Islam tidak melarang perempuan berkarir dan mengembangkan potensinya. Syaratnya, tidak melanggar syariat Islam,” pungkasnya. (sin)

Artikel Terkait

Most Read

Membaca Sangkol

Bakal Labelisasi Rumah Penerima PKH

Polisi Lubangi Kaki Pelaku Curanmor

Proyek Taman Kota tanpa Papan Nama

Artikel Terbaru

/