alexametrics
21.5 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Kesinambungan Program JKN – KIS Jadi Perhatian Peneliti UTM

PAMEKASAN – Penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS) yang telah memasuki tahun ke tujuh menyita perhatian para peneliti dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarkat (LPPM) Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Ketua tim peneliti LPPM UTM Alexander Anggono menuturkan, JKN merupakan salah satu program strategis yang mencakup hajat hidup banyak orang. Sehingga, pihaknya perlu memberi masukan untuk perbaikan program yang telah dijalankan sejak 1 Januari 2014 tersebut.

“Kami melihat sendiri, betapa jaminan kesehatan (JKN – KIS) ini sangat membawa manfaat yang sangat besar bagi masyarakat. Dengan adanya manfaat yang sangat besar ini, tentunya kami (kalangan akademisi, Red) juga memandang perlu memberi beberapa sumbangsih pemikiran dan masukan,” ujarnya.

Baca Juga :  UMK Jatim 2020 Disahkan, BPJS Kesehatan Ingatkan Pengusaha Tentang Ini

Alex menambahkan, di berbagai negara, jaminan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dimiliki oleh setiap penduduk. Dengan adanya jaminan kesehatan, setiap penduduk yang memerlukan pelayanan kesehatan tidak perlu mengeluarkan biaya lagi. Karena itu, berbagai pihak harus terus berupaya melakukan perbaikan dan evaluasi agar JKN – KIS dapat berkesinambungan.

“Jadi dengan manfaat yang sedemikian besar, kami berharap agar program ini bisa terus berkesinambungan. Jangan sampai karena ada berbagai persoalan akhirnya program ini berhenti. Sebab, masyarakat yang akan terkena dampaknya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan Elke Winasari mengapresiasi inisiatif yang dilakukan peneliti dari LPPM UTM. Menurutnya, masukan dan saran dari kalangan akademisi sangat berguna dalam penyempurnaan pelaksanaan program JKN – KIS. Terlebih, JKN – KIS merupakan program yang relatif baru dijalankan. Sehingga, penyempurnaan terhadap kualitas JKN – KIS terus dilaksanakan.

Baca Juga :  Banjir Surut, Warga Pamekasan Bersihkan Gorong-Gorong

“Sampai saat ini, upaya – upaya perbaikan program JKN masih dan akan terus dilakukan para pemangku kepentingan. Harapannya, dengan adanya perbaikan tersebut akan berdampak terhadap kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat. Program ini merupakan amanah besar yang harus dijalankan untuk seluruh penduduk Indonesia,” ujar Elke. (ar/tw/par)

PAMEKASAN – Penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS) yang telah memasuki tahun ke tujuh menyita perhatian para peneliti dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarkat (LPPM) Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Ketua tim peneliti LPPM UTM Alexander Anggono menuturkan, JKN merupakan salah satu program strategis yang mencakup hajat hidup banyak orang. Sehingga, pihaknya perlu memberi masukan untuk perbaikan program yang telah dijalankan sejak 1 Januari 2014 tersebut.

“Kami melihat sendiri, betapa jaminan kesehatan (JKN – KIS) ini sangat membawa manfaat yang sangat besar bagi masyarakat. Dengan adanya manfaat yang sangat besar ini, tentunya kami (kalangan akademisi, Red) juga memandang perlu memberi beberapa sumbangsih pemikiran dan masukan,” ujarnya.

Baca Juga :  SMPN 2 Pademawu Siap Ukir Prestasi


Alex menambahkan, di berbagai negara, jaminan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dimiliki oleh setiap penduduk. Dengan adanya jaminan kesehatan, setiap penduduk yang memerlukan pelayanan kesehatan tidak perlu mengeluarkan biaya lagi. Karena itu, berbagai pihak harus terus berupaya melakukan perbaikan dan evaluasi agar JKN – KIS dapat berkesinambungan.

“Jadi dengan manfaat yang sedemikian besar, kami berharap agar program ini bisa terus berkesinambungan. Jangan sampai karena ada berbagai persoalan akhirnya program ini berhenti. Sebab, masyarakat yang akan terkena dampaknya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan Elke Winasari mengapresiasi inisiatif yang dilakukan peneliti dari LPPM UTM. Menurutnya, masukan dan saran dari kalangan akademisi sangat berguna dalam penyempurnaan pelaksanaan program JKN – KIS. Terlebih, JKN – KIS merupakan program yang relatif baru dijalankan. Sehingga, penyempurnaan terhadap kualitas JKN – KIS terus dilaksanakan.

Baca Juga :  Klaim Token Listrik Gratis lewat PLN Mobile

“Sampai saat ini, upaya – upaya perbaikan program JKN masih dan akan terus dilakukan para pemangku kepentingan. Harapannya, dengan adanya perbaikan tersebut akan berdampak terhadap kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat. Program ini merupakan amanah besar yang harus dijalankan untuk seluruh penduduk Indonesia,” ujar Elke. (ar/tw/par)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/