alexametrics
24.9 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Jelang Mudik, Siagakan Ratusan Personel dan Dirikan Pos Pantau

PAMEKASAN – Lebaran tinggal hitungan hari. Polisi bergegas menyiapkan pengamanan peringatan hari besar kegamaan itu. Ratusan personel gabungan dari sejumlah instansi siap diturunkan. Untuk melihat kesiapan personel, digelar apel gelar pasukan Rabu (6/6).

Kapolres AKBP Teguh Wibowo mengatakan, Operasi Ketupat Semeru 2018 digelar pada H-7 Lebaran hingga H+7 Lebaran. Personel diturunkan di sejumlah pos pantau yang telah ditentukan.

Ada empat pos pantau Lebaran. Yakni, di Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, yang merupakan pintu masuk Kota Gerbang Salam. Kemudian di pusat kota. Tepatnya di area bermain Arek Lancor.

Lalu, di pintu keluar Kota Pamekasan yang dipasang di sekitar Pantai Talang Siring, Kecamatan Larangan. Satu pos dibangun di Desa Sotabar, Kecamatan Pasean. Pos tersebut untuk mengakomodasi wilayah pantai utara (pantura).

Baca Juga :  Rencanakan PT AUMM Kelola Perbankan

Teguh mengatakan, personel yang diturunkan sebanyak 685 orang. Perinciannya, sekitar 400 personel polisi, kemudian sisanya gabungan dari TNI, linmas, dinas perhubungan (dishub), dan BPBD.

Tujuan operasi memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat Pamekasan. Kemudian, secara umum memberikan perlindungan kepada warga yang melintasi Bumi Ratu Pamelingan.

Sejumlah titik rawan macet dipetakan. Salah satunya di Kecamatan Tlanakan. Daerah yang dinilai rawan macet akan diawasi secara maksimal. ”Kita sudah lakukan strategi untuk mengurai kemacetan,” katanya.

Teguh mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan mawas diri. Jika hendak mudik ke luar kota, pastikan kondisi rumah aman. Listrik mati dan hal yang bisa membahayakan harus dipastikan aman.

Baca Juga :  Tuding Polisi Lamban Tangkap Pelaku Pemerkosaan

Kemudian, jangan lupa menitipkan rumah kepada tetangga yang tidak bepergian. Tujuannya, agar rumah dalam pengawasan. ”Rumah yang kondisinya kosong tetap kami pantau,” katanya.

Pj Bupati RB Fattah Jasin mengatakan, Operasi Ketupat Semeru itu untuk memberi jaminan keamanan kepada masyarakat. Ratusan personel gabungan termasuk TNI dan Pemkab Pamekasan dilibatkan.

Namun, jika melihat wilayah Pamekasan yang begitu luas, jumlah personel itu tentu kurang. Dengan demikian, butuh sinergitas dari masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan lingkungan.

Jika ditengarai ada tindakan kejahatan, diminta untuk melapor polisi. Dengan demikian, tindakan tersebut bisa ditindaklanjuti oleh aparat berwajib. ”Sinergitas dari masyarakat sangat penting,” tandasnya.

 

PAMEKASAN – Lebaran tinggal hitungan hari. Polisi bergegas menyiapkan pengamanan peringatan hari besar kegamaan itu. Ratusan personel gabungan dari sejumlah instansi siap diturunkan. Untuk melihat kesiapan personel, digelar apel gelar pasukan Rabu (6/6).

Kapolres AKBP Teguh Wibowo mengatakan, Operasi Ketupat Semeru 2018 digelar pada H-7 Lebaran hingga H+7 Lebaran. Personel diturunkan di sejumlah pos pantau yang telah ditentukan.

Ada empat pos pantau Lebaran. Yakni, di Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, yang merupakan pintu masuk Kota Gerbang Salam. Kemudian di pusat kota. Tepatnya di area bermain Arek Lancor.


Lalu, di pintu keluar Kota Pamekasan yang dipasang di sekitar Pantai Talang Siring, Kecamatan Larangan. Satu pos dibangun di Desa Sotabar, Kecamatan Pasean. Pos tersebut untuk mengakomodasi wilayah pantai utara (pantura).

Baca Juga :  Rewalan Siap Antar Gusti Menuju Jatim 1

Teguh mengatakan, personel yang diturunkan sebanyak 685 orang. Perinciannya, sekitar 400 personel polisi, kemudian sisanya gabungan dari TNI, linmas, dinas perhubungan (dishub), dan BPBD.

Tujuan operasi memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat Pamekasan. Kemudian, secara umum memberikan perlindungan kepada warga yang melintasi Bumi Ratu Pamelingan.

Sejumlah titik rawan macet dipetakan. Salah satunya di Kecamatan Tlanakan. Daerah yang dinilai rawan macet akan diawasi secara maksimal. ”Kita sudah lakukan strategi untuk mengurai kemacetan,” katanya.

Teguh mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan mawas diri. Jika hendak mudik ke luar kota, pastikan kondisi rumah aman. Listrik mati dan hal yang bisa membahayakan harus dipastikan aman.

Baca Juga :  Ini Cara Polisi Amankan Lima Pengedar Narkoba di Pamekasan

Kemudian, jangan lupa menitipkan rumah kepada tetangga yang tidak bepergian. Tujuannya, agar rumah dalam pengawasan. ”Rumah yang kondisinya kosong tetap kami pantau,” katanya.

Pj Bupati RB Fattah Jasin mengatakan, Operasi Ketupat Semeru itu untuk memberi jaminan keamanan kepada masyarakat. Ratusan personel gabungan termasuk TNI dan Pemkab Pamekasan dilibatkan.

Namun, jika melihat wilayah Pamekasan yang begitu luas, jumlah personel itu tentu kurang. Dengan demikian, butuh sinergitas dari masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan lingkungan.

Jika ditengarai ada tindakan kejahatan, diminta untuk melapor polisi. Dengan demikian, tindakan tersebut bisa ditindaklanjuti oleh aparat berwajib. ”Sinergitas dari masyarakat sangat penting,” tandasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/