alexametrics
21 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Campor Lorju’ Makanan Khas Pamekasan

PAMEKASAN – Selain sate lalat, Pamekasan juga memiliki kuliner khas lainnya. Yaitu campor lorju’. Masakan ini banyak ditemui di Kecamatan Pademawu.

Jika dilihat sepintas, campor lorju’ tidak ada bedanya dengan campor pada umumnya. Namun, masakan ini memiliki ciri khas. Yakni, ada tambahan lorju’ atau yang juga disebut kerang bambu.

”Dinamakan campor lorju’ karena campor ini dikasih lorju’,” kata Siti Aminah sembari melayani pembeli saat diwawancarai Jawa Pos Radar Madura, Senin malam (4/6).

Dia menjelaskan, lorju’ adalah sejenis kerang laut yang banyak ditemukan di pantai. Tidak seperti kerang pada umumnya, bentuknya panjang. Karena itu, lorju’ juga dikenal dengan kerang bambu atau kerang kuku.

Baca Juga :  Pemkab Petakan Potensi Daerah

”Untuk mendapatkan kerang bambu atau lorju’ sangat sulit. Kita cari di saat air laut sedang surut. Lorju’ berada di bawah pasir. Yang mencarinya harus jeli,” terangnya.

Bahan-bahan yang digunakan untuk campor larju’ antara lain lontong, mi sohun, kacang tanah yang dimasak dengan bumbu manis, taoge goreng, dan remahan peyek. Kemudian disiram dengan kuah dan ditaburi lorju’.

Untuk menambah cita rasa kuah campor lorju’, Siti Aminah menggunakan bumbu lengkap. Terdiri dari bawang merah, cabai merah, merica, bawang putih, pala, jahe, dan tidak lupa garam.

”Tidak butuh campuran penyedap buatan karena kuahnya yang berasal dari rebusan lorju’ sudah sangat gurih,” terangnya

Campor ini juga dibumbui petis yang juga terbuat dari lorju’. Air rebusan kerang bambu yang juga membuat rasa campor lorju’ berbeda. ”Masakan ini biasa disediakan jika ada tamu penting,” pungkasnya.

Baca Juga :  Nasi Jagung Sayur Maronggi, Menu Sederhana yang Merakyat

 

 

 

 

 

 

PAMEKASAN – Selain sate lalat, Pamekasan juga memiliki kuliner khas lainnya. Yaitu campor lorju’. Masakan ini banyak ditemui di Kecamatan Pademawu.

Jika dilihat sepintas, campor lorju’ tidak ada bedanya dengan campor pada umumnya. Namun, masakan ini memiliki ciri khas. Yakni, ada tambahan lorju’ atau yang juga disebut kerang bambu.

”Dinamakan campor lorju’ karena campor ini dikasih lorju’,” kata Siti Aminah sembari melayani pembeli saat diwawancarai Jawa Pos Radar Madura, Senin malam (4/6).


Dia menjelaskan, lorju’ adalah sejenis kerang laut yang banyak ditemukan di pantai. Tidak seperti kerang pada umumnya, bentuknya panjang. Karena itu, lorju’ juga dikenal dengan kerang bambu atau kerang kuku.

Baca Juga :  Jubada, Camilan Khas Sumenep yang Melegenda

”Untuk mendapatkan kerang bambu atau lorju’ sangat sulit. Kita cari di saat air laut sedang surut. Lorju’ berada di bawah pasir. Yang mencarinya harus jeli,” terangnya.

Bahan-bahan yang digunakan untuk campor larju’ antara lain lontong, mi sohun, kacang tanah yang dimasak dengan bumbu manis, taoge goreng, dan remahan peyek. Kemudian disiram dengan kuah dan ditaburi lorju’.

Untuk menambah cita rasa kuah campor lorju’, Siti Aminah menggunakan bumbu lengkap. Terdiri dari bawang merah, cabai merah, merica, bawang putih, pala, jahe, dan tidak lupa garam.

”Tidak butuh campuran penyedap buatan karena kuahnya yang berasal dari rebusan lorju’ sudah sangat gurih,” terangnya

Campor ini juga dibumbui petis yang juga terbuat dari lorju’. Air rebusan kerang bambu yang juga membuat rasa campor lorju’ berbeda. ”Masakan ini biasa disediakan jika ada tamu penting,” pungkasnya.

Baca Juga :  Tahun Ini Target Terbitkan 500 Sertifikat

 

 

 

 

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/