alexametrics
26.4 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Pasarkan Produk tanpa Campur Tangan Pemerintah

PAMEKASAN – Salah satu pekerjaan yang sampai hari ini ditekuni sebagian masyarakat Dusun Pandiyan, Desa Seddur, Kecamatan Pakong yakni pandai besi. Ada sepuluh lokasi tukang tempa di dusun tersebut.

Produknya beragam. Mulai dari celurit, pisau rajang, dan cangkul. Produk hasil tangan itu dipasarkan secara mandiri tanpa ada peran dan bantuan dari pemerintah.

Salah seorang pandai besi Zainal menuturkan, dirinya memasarkan produknya di rumah. ”Orang-orang langsung datang ke rumah, mungkin karena sudah dari dulu jadi tukang pandai besi,” ucap dia kemarin (5/10).

Jadi selama ini Zainal tidak merasa kesulitan untuk memasarkan produk besinya itu. Karena produk yang dijualnya, seperti pisau dan celurit, sasarannya adalah petani. Apalagi Dusun Pandiyan sudah dikenal luas sebagai dusun yang banyak terdapat pandai besi.

Baca Juga :  H-5 Pemilu, KPU Pamekasan Distribusikan SS ke TPS

”Tidak ada bantuan pemasaran dari siapa pun, kecuali oleh sesama teman dan pelanggan yang datang kemari,” tambahnya.

”Alhamdulillah, kalau pelanggan tidak kurang seperti musim pertanian. Kualitas barang yang saya buat tidak jelek. Penghasilannya cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” akunya.

Tukang pandai besi lainnya, Tabrani, menuturkan hal yang tidak jauh berbeda. Bahwa, pisau, celurit, dan produk lain yang dihasilkan dipasarkannya sendiri. ”Usaha sendiri. Dari mulut ke mulut. Kemudian banyak orang tahu, menelepon, dan datang kemari,” ungkap dia.

Kendati dipasarkan sendiri, produk besi yang ditempanya laku terjual. Pelanggan ada yang dari Sampang, Sumenep, dan Pamekasan. ”Ada yang dari dulu memang langganan,” terang Tabrani.

Baca Juga :  Angka Pengangguran Masih Tinggi

Sementara penghasilan dari kedua tukang pandai besi itu tidak bisa dipastikan berapa. Mereka berdua mengaku tidak bisa memprediksi secara pasti. ”Kalau untuk makan, insyaallah ada dan tidak kurang,” tandasnya. (c2)

- Advertisement -

PAMEKASAN – Salah satu pekerjaan yang sampai hari ini ditekuni sebagian masyarakat Dusun Pandiyan, Desa Seddur, Kecamatan Pakong yakni pandai besi. Ada sepuluh lokasi tukang tempa di dusun tersebut.

Produknya beragam. Mulai dari celurit, pisau rajang, dan cangkul. Produk hasil tangan itu dipasarkan secara mandiri tanpa ada peran dan bantuan dari pemerintah.

Salah seorang pandai besi Zainal menuturkan, dirinya memasarkan produknya di rumah. ”Orang-orang langsung datang ke rumah, mungkin karena sudah dari dulu jadi tukang pandai besi,” ucap dia kemarin (5/10).


Jadi selama ini Zainal tidak merasa kesulitan untuk memasarkan produk besinya itu. Karena produk yang dijualnya, seperti pisau dan celurit, sasarannya adalah petani. Apalagi Dusun Pandiyan sudah dikenal luas sebagai dusun yang banyak terdapat pandai besi.

Baca Juga :  Pandemi, Pilot Jajal 'Online Shop'

”Tidak ada bantuan pemasaran dari siapa pun, kecuali oleh sesama teman dan pelanggan yang datang kemari,” tambahnya.

”Alhamdulillah, kalau pelanggan tidak kurang seperti musim pertanian. Kualitas barang yang saya buat tidak jelek. Penghasilannya cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” akunya.

Tukang pandai besi lainnya, Tabrani, menuturkan hal yang tidak jauh berbeda. Bahwa, pisau, celurit, dan produk lain yang dihasilkan dipasarkannya sendiri. ”Usaha sendiri. Dari mulut ke mulut. Kemudian banyak orang tahu, menelepon, dan datang kemari,” ungkap dia.

Kendati dipasarkan sendiri, produk besi yang ditempanya laku terjual. Pelanggan ada yang dari Sampang, Sumenep, dan Pamekasan. ”Ada yang dari dulu memang langganan,” terang Tabrani.

Baca Juga :  Pembangunan Polindes Diduga Bermasalah

Sementara penghasilan dari kedua tukang pandai besi itu tidak bisa dipastikan berapa. Mereka berdua mengaku tidak bisa memprediksi secara pasti. ”Kalau untuk makan, insyaallah ada dan tidak kurang,” tandasnya. (c2)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/