alexametrics
20.9 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Tetap Waspada, Cuaca Ekstrem Belum Berlalu

PAMEKASAN – Cuaca buruk membuat warga waswas. Terutama ketika hujan deras disertai angin kencang. Warga khawatir cuaca yang tak bersahabat itu mengakibatkan kerusakan. Misalnya, rumah roboh atau pohon tumbang.

Mohammad Subaidi, warga Desa Panaguan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, masih khawatir dengan kondisi cuaca akhir-akhir ini. Kekhawatiran itu muncul saat terjadi hujan deras disertai angin kencang dua hari lalu.

Dia khawatir datang angin yang lebih besar. Sebab, desanya termasuk daerah yang rawan diterpa angin kencang. Hampir setiap musim hujan, di daerahnya ada angin kencang yang merusak pohon hingga rumah warga.

”Senin (4/2) puluhan bangunan di desa kami diterjang angin kencang. Pohon-pohon roboh dan bangunan rusak. Bahkan dapur saya juga ikut ambruk diterjang angin kencang,” ungkapnya kemarin (5/2).

Baca Juga :  Persepam Wajib Lolos Penyisihan Grup

Supervisor Pusdalops BPBD Pamekasan Budi Cahyono menjelaskan, bulan ini curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi sangat mungkin terjadi. Sebab, saat ini sudah masuk puncak musim hujan.

Kemungkinan hujan disertai angin kencang bisa terjadi hingga dua hari ke depan. Pihaknya meminta masyarakat waspada terhadap cuaca ekstrem. Pihaknya akan terus berupaya memberitahukan perkembangan cuaca kepada masyarakat.

”Kami tidak bisa memprediksi sampai kapan cuaca ekstrem ini berlangsung. Sebab, kami tidak mempunyai alat memadai untuk mengetahui prediksi cuaca. Tapi berdasarkan informasi BMKG, hingga dua hari ke depan masyarakat hendaknya tetap waspada terhadap hujan yang disertai angin kencang,” terang Budi.

Pria berkumis itu menepis terjadinya angin puting beliung di daerah Pamekasan. Menurut Budi, angin kencang yang terjadi dua hari lalu bukan puting beliung. Sebab, arah angin tersebut lurus, tidak melingkar.

Baca Juga :  Geliat Perpustakaan Desa Lambat

”Karakteristik angin tidak bisa dilihat dari dampak kerusakan. Kalau puting beliung tidak mungkin melanda beberapa kecamatan dan dampak kerusakannya lebih parah,” jelas dia.

Pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada. Kemungkinan timbulnya angin yang lebih besar bisa terjadi. ”Kecepatan angin diperkirakan 37,8 kilometer per jam,” katanya. (bil)

PAMEKASAN – Cuaca buruk membuat warga waswas. Terutama ketika hujan deras disertai angin kencang. Warga khawatir cuaca yang tak bersahabat itu mengakibatkan kerusakan. Misalnya, rumah roboh atau pohon tumbang.

Mohammad Subaidi, warga Desa Panaguan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, masih khawatir dengan kondisi cuaca akhir-akhir ini. Kekhawatiran itu muncul saat terjadi hujan deras disertai angin kencang dua hari lalu.

Dia khawatir datang angin yang lebih besar. Sebab, desanya termasuk daerah yang rawan diterpa angin kencang. Hampir setiap musim hujan, di daerahnya ada angin kencang yang merusak pohon hingga rumah warga.


”Senin (4/2) puluhan bangunan di desa kami diterjang angin kencang. Pohon-pohon roboh dan bangunan rusak. Bahkan dapur saya juga ikut ambruk diterjang angin kencang,” ungkapnya kemarin (5/2).

Baca Juga :  Puting Beliung Terjang Puluhan Rumah, BPBD: Tingkatkan Kewaspadaan

Supervisor Pusdalops BPBD Pamekasan Budi Cahyono menjelaskan, bulan ini curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi sangat mungkin terjadi. Sebab, saat ini sudah masuk puncak musim hujan.

Kemungkinan hujan disertai angin kencang bisa terjadi hingga dua hari ke depan. Pihaknya meminta masyarakat waspada terhadap cuaca ekstrem. Pihaknya akan terus berupaya memberitahukan perkembangan cuaca kepada masyarakat.

”Kami tidak bisa memprediksi sampai kapan cuaca ekstrem ini berlangsung. Sebab, kami tidak mempunyai alat memadai untuk mengetahui prediksi cuaca. Tapi berdasarkan informasi BMKG, hingga dua hari ke depan masyarakat hendaknya tetap waspada terhadap hujan yang disertai angin kencang,” terang Budi.

Pria berkumis itu menepis terjadinya angin puting beliung di daerah Pamekasan. Menurut Budi, angin kencang yang terjadi dua hari lalu bukan puting beliung. Sebab, arah angin tersebut lurus, tidak melingkar.

Baca Juga :  Persepam Wajib Lolos Penyisihan Grup

”Karakteristik angin tidak bisa dilihat dari dampak kerusakan. Kalau puting beliung tidak mungkin melanda beberapa kecamatan dan dampak kerusakannya lebih parah,” jelas dia.

Pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada. Kemungkinan timbulnya angin yang lebih besar bisa terjadi. ”Kecepatan angin diperkirakan 37,8 kilometer per jam,” katanya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/