alexametrics
24.6 C
Madura
Friday, May 20, 2022

115 TKI Madura Dideportasi, Kebanyakan dari Malaysia

PAMEKASAN – Angka deportasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Madura relatif tinggi. Sejak Januari hingga awal Desember ini mencapai 115 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah di Madura.

Rinciannya, Bangkalan berjumlah 11 orang, Sampang 34 orang, Pamekasan 35 orang dan Sumenep 35 orang. 

TKI yang dideportasi umumnya bekerja di Negeri Jiran dengan menggunakan jalur tikus. Sehingga dipastikan tidak memiliki berkas-berkas resmi. 

Mereka biasanya menggunakan tekong. Jalur yang dipilih pun kebanyakan jalur darat melalui Batam maupun Kalimantan. Paspor yang digunakan menggunakan paspor wisata bukan untuk bekerja.

Hozimin selaku staf Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Disnakertrans Pamekasan membenarkan hal tersebut.

Baca Juga :  Cara Bripka Hamsun Bisri Sukseskan Vaksinasi

“Jadi selama ini warga cenderung berangkat ilegal, ketika kena razia ya ditangkap,” bebernya.

Animo besar masyarakat Madura umumnya dan Pamekasan khususnya, untuk menjadi TKI diakui oleh banyak pihak. Kepala Disnakertrans Pamekasan Arif Handayani juga mengakui hal itu.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk mengikuti prosedur yang ada. Jika mengikuti prosedur, pihaknya akan memberi pembinaan sebelum berangkat, sehingga TKI sudah memiliki bekal. (rm4)

- Advertisement -

PAMEKASAN – Angka deportasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Madura relatif tinggi. Sejak Januari hingga awal Desember ini mencapai 115 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah di Madura.

Rinciannya, Bangkalan berjumlah 11 orang, Sampang 34 orang, Pamekasan 35 orang dan Sumenep 35 orang. 

TKI yang dideportasi umumnya bekerja di Negeri Jiran dengan menggunakan jalur tikus. Sehingga dipastikan tidak memiliki berkas-berkas resmi. 


Mereka biasanya menggunakan tekong. Jalur yang dipilih pun kebanyakan jalur darat melalui Batam maupun Kalimantan. Paspor yang digunakan menggunakan paspor wisata bukan untuk bekerja.

Hozimin selaku staf Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Disnakertrans Pamekasan membenarkan hal tersebut.

Baca Juga :  Kecewa OPD Pelayanan Publik Dijabat Plt

“Jadi selama ini warga cenderung berangkat ilegal, ketika kena razia ya ditangkap,” bebernya.

Animo besar masyarakat Madura umumnya dan Pamekasan khususnya, untuk menjadi TKI diakui oleh banyak pihak. Kepala Disnakertrans Pamekasan Arif Handayani juga mengakui hal itu.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk mengikuti prosedur yang ada. Jika mengikuti prosedur, pihaknya akan memberi pembinaan sebelum berangkat, sehingga TKI sudah memiliki bekal. (rm4)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/