alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Tiga Tahun Kios Tak Kunjung Dibagikan

PAMEKASAN – Penyebab lambannya penyerahan kios di Pasar 17 Agustus, Pamekasan kepada pedagang terkuak. Kios yang dibangun 2015 itu ternyata masih bermasalah.

”Sampai saat ini kios itu belum kami pasrahkan karena masih bermasalah. Kami menangguhkan penyerahan kios tersebut,” kata Kepala Disperindag Pamekasan Bambang Edy Suprapto.

Polemik terjadi lantaran jumlah kios terbatas. Jumlah pedagang melebihi kios yang tersedia. Pedagang berebut untuk mendapatkan kios. Parahnya, ada pedagang yang menuntut kios lebih dari satu.

”Sebelum dibongkar ada pedagang yang memiliki lebih dari satu kios. Jadi mereka menuntut memperoleh dengan jumlah yang sama,” terangnya.

Dengan alasan tersebut, disperindag tidak menyerahkan kios kepada pedagang. Sebab jika tuntutan satu pedagang dipenuhi, akan diprotes pedagang yang lain. ”Jumlah pedagang yang terdata 80 orang. Sementara jumlah kios tidak sampai 80,” ungkap Bambang.

Baca Juga :  Mas Tamam Klaim Tercapai Semua

Pihaknya masih melakukan sosialisasi kepada pedagang. Khususnya kepada pedagang yang menuntut dapat lebih dari satu kios. ”Masalah kios ini juga terjadi di Pasar Pakong,” dalihnya.

Pihaknya mencari kios alternatif lain untuk menampung pedagang. Yaitu, dengan membangun kios baru di Pasar 17 Agustus. Kios-kios itu nantinya akan diperuntukkan bagi pedagang yang tidak mendapatkan kios pada tahap pertama. ”Kami akan bangun kios baru agar bisa menampung 80 pedagang itu,” ujar dia.

Berkenaan dengan rencana pembangunan kios tersebut, pihaknya sudah mengajukan ke pemerintah pusat. Anggarannya sekitar Rp 6 miliar. ”Sudah kami ajukan beberapa waktu lalu,” ucap Bambang.

Sementara itu, Maimunah, salah seorang pedagang di Pasar 17 Agustus meminta agar pemerintah segera menyerahkan kios. Sebab, pedagang sudah bertahun-tahun menunggu pemanfaatan kios.

”Sudah capek menunggu penyerahan kios itu. Sampai sekerang belum juga bisa ditempati. Padahal fasilitasnya banyak yang rusak sebelum ditempati,” kata pedagang asal Pamekasan tersebut.

Baca Juga :  Kadisdikbud Janjikan Ayu Dapat Beasiswa Santri

Desakan itu diminta pedagang agar barang jualan mereka terjamin lebih aman. Sebab sampai saat ini, barang-barang jualan mereka diletakkan di tempat penampungan sementara (TPS). ”Kami berharap kios itu bisa segera kami tempati,” pintanya.

Anggota DPRD Pamekasan Iskandar mendesak pemerintah mencarikan solusi yang terbaik. Pembagian kios nantinya tidak boleh menimbulkan polemik di antara sesama pedagang. ”Pemerintah harus duduk bersama dengan pedagang untuk mencari solusi,” sarannya.

Jika pemerintah menunggu pembangunan kios baru, menurut dia terlalu lama. ”Kalau ada yang menuntut minta lebih dari satu kios, penuhi dulu satu kios. Sisanya bisa dipenuhi di kios yang akan dibangun,” usul Iskandar. 

 

- Advertisement -

PAMEKASAN – Penyebab lambannya penyerahan kios di Pasar 17 Agustus, Pamekasan kepada pedagang terkuak. Kios yang dibangun 2015 itu ternyata masih bermasalah.

”Sampai saat ini kios itu belum kami pasrahkan karena masih bermasalah. Kami menangguhkan penyerahan kios tersebut,” kata Kepala Disperindag Pamekasan Bambang Edy Suprapto.

Polemik terjadi lantaran jumlah kios terbatas. Jumlah pedagang melebihi kios yang tersedia. Pedagang berebut untuk mendapatkan kios. Parahnya, ada pedagang yang menuntut kios lebih dari satu.


”Sebelum dibongkar ada pedagang yang memiliki lebih dari satu kios. Jadi mereka menuntut memperoleh dengan jumlah yang sama,” terangnya.

Dengan alasan tersebut, disperindag tidak menyerahkan kios kepada pedagang. Sebab jika tuntutan satu pedagang dipenuhi, akan diprotes pedagang yang lain. ”Jumlah pedagang yang terdata 80 orang. Sementara jumlah kios tidak sampai 80,” ungkap Bambang.

Baca Juga :  Mas Tamam Klaim Tercapai Semua

Pihaknya masih melakukan sosialisasi kepada pedagang. Khususnya kepada pedagang yang menuntut dapat lebih dari satu kios. ”Masalah kios ini juga terjadi di Pasar Pakong,” dalihnya.

Pihaknya mencari kios alternatif lain untuk menampung pedagang. Yaitu, dengan membangun kios baru di Pasar 17 Agustus. Kios-kios itu nantinya akan diperuntukkan bagi pedagang yang tidak mendapatkan kios pada tahap pertama. ”Kami akan bangun kios baru agar bisa menampung 80 pedagang itu,” ujar dia.

Berkenaan dengan rencana pembangunan kios tersebut, pihaknya sudah mengajukan ke pemerintah pusat. Anggarannya sekitar Rp 6 miliar. ”Sudah kami ajukan beberapa waktu lalu,” ucap Bambang.

Sementara itu, Maimunah, salah seorang pedagang di Pasar 17 Agustus meminta agar pemerintah segera menyerahkan kios. Sebab, pedagang sudah bertahun-tahun menunggu pemanfaatan kios.

”Sudah capek menunggu penyerahan kios itu. Sampai sekerang belum juga bisa ditempati. Padahal fasilitasnya banyak yang rusak sebelum ditempati,” kata pedagang asal Pamekasan tersebut.

Baca Juga :  Kasian! Pelajar Ini Tewas Setelah Jatuh ke Sumur

Desakan itu diminta pedagang agar barang jualan mereka terjamin lebih aman. Sebab sampai saat ini, barang-barang jualan mereka diletakkan di tempat penampungan sementara (TPS). ”Kami berharap kios itu bisa segera kami tempati,” pintanya.

Anggota DPRD Pamekasan Iskandar mendesak pemerintah mencarikan solusi yang terbaik. Pembagian kios nantinya tidak boleh menimbulkan polemik di antara sesama pedagang. ”Pemerintah harus duduk bersama dengan pedagang untuk mencari solusi,” sarannya.

Jika pemerintah menunggu pembangunan kios baru, menurut dia terlalu lama. ”Kalau ada yang menuntut minta lebih dari satu kios, penuhi dulu satu kios. Sisanya bisa dipenuhi di kios yang akan dibangun,” usul Iskandar. 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/