alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Penyusunan Ripparkab Belum Tuntas

PAMEKASAN – Arah pengembangan pariwisata di Pamekasan belum jelas. Sampai sekarang pemerintah belum mengantongi dokumen rencana induk pengembangan pariwisata kabupaten (ripparkab).

Sejak beberapa bulan lalu, dokumen tersebut digarap. Pemerintah menggandeng perguruan tinggi ternama di Jawa Timur. Namun, penyusunan dokumen penting itu masih seputar laporan pendahuluan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan Achmad Sjaifudin mengatakan, dokumen ripparkab digarap sejak beberapa bulan lalu. Pemerintah menggandeng akademisi.

Dia mengakui penyusunan dokumen tersebut masih sebatas laporan pendahuluan. Belum menyentuh pada kesimpulan dan rekomendasi. ”Baru laporan pendahuluannya yang selesai,” katanya kemarin (4/10).

Tahap selanjutnya, tim akan mengumpulkan data sekunder dan primer. Beberapa data butuh wawancara dengan masyarakat. Kemudian, data berbasis angka yang diperoleh dari sejumlah instansi pemerintah.

Baca Juga :  Lelang JPT Pratama Terganjal SKJ

Kerja sama antara pemerintah dengan akademisi itu agar menjamin dokumen tersebut sesuai harapan. Anggaran yang digelontorkan pemerintah cukup banyak. Yakni, sekitar Rp 300 juta.

Achmad optimistis tahun ini ripparkab selesai. Sebab, akademisi yang digandeng dari kalangan profesional. ”Menyusun ripparkab itu kan tidak seperti membangun jalan atau jembatan. Saya yakin dalam waktu dekat selesai,” katanya.

Jika dokumen tersebut selesai, pengembangan wisata Pamekasan akan jelas. Rekomendasi akan dituangkan kalangan profesional itu di dalam ripparkab. Rekomendasi tersebut akan ditindak lanjuti pemerintah.

Anggota DPRD Pamekasan Muhammad Sahur mengatakan, konsep pengembangan pariwisata harus jelas. Dengan demikian, investor akan mengetahui arah dan pola yang akan dikembangkan.

Baca Juga :  Kebun Bunga Matahari Tarik Wisatawan

Konsep tersebut mengacu pada ripparkab. Sebab, dokumen tersebut yang menghasilkan turunan berupa masterplan hingga rencana detail. ”Ripparkab itu wajib selesai tahun ini,” katanya.

Pengembangan pariwisata di Pamekasan bisa dibilang jauh tertinggal dibanding daerah lain. Sementara, industri pariwisata terus berjalan. Wisatawan setiap hari berdatangan. Jika kalah langkah, Kota Gerbang Salam akan ditinggalkan.

Pemerintah harus bekerja cepat, tepat, dan profesional. Pembangunan harus dikebut. Investor juga digaet agar pembangunan lebih maksimal. ”Jika pariwisata berkembang, perekonomian masyarakat akan meningkat,” tandasnya.

PAMEKASAN – Arah pengembangan pariwisata di Pamekasan belum jelas. Sampai sekarang pemerintah belum mengantongi dokumen rencana induk pengembangan pariwisata kabupaten (ripparkab).

Sejak beberapa bulan lalu, dokumen tersebut digarap. Pemerintah menggandeng perguruan tinggi ternama di Jawa Timur. Namun, penyusunan dokumen penting itu masih seputar laporan pendahuluan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan Achmad Sjaifudin mengatakan, dokumen ripparkab digarap sejak beberapa bulan lalu. Pemerintah menggandeng akademisi.

Dia mengakui penyusunan dokumen tersebut masih sebatas laporan pendahuluan. Belum menyentuh pada kesimpulan dan rekomendasi. ”Baru laporan pendahuluannya yang selesai,” katanya kemarin (4/10).

Tahap selanjutnya, tim akan mengumpulkan data sekunder dan primer. Beberapa data butuh wawancara dengan masyarakat. Kemudian, data berbasis angka yang diperoleh dari sejumlah instansi pemerintah.

Baca Juga :  Lelang JPT Pratama Terganjal SKJ

Kerja sama antara pemerintah dengan akademisi itu agar menjamin dokumen tersebut sesuai harapan. Anggaran yang digelontorkan pemerintah cukup banyak. Yakni, sekitar Rp 300 juta.

Achmad optimistis tahun ini ripparkab selesai. Sebab, akademisi yang digandeng dari kalangan profesional. ”Menyusun ripparkab itu kan tidak seperti membangun jalan atau jembatan. Saya yakin dalam waktu dekat selesai,” katanya.

Jika dokumen tersebut selesai, pengembangan wisata Pamekasan akan jelas. Rekomendasi akan dituangkan kalangan profesional itu di dalam ripparkab. Rekomendasi tersebut akan ditindak lanjuti pemerintah.

Anggota DPRD Pamekasan Muhammad Sahur mengatakan, konsep pengembangan pariwisata harus jelas. Dengan demikian, investor akan mengetahui arah dan pola yang akan dikembangkan.

Baca Juga :  Minta Maksimalkan Pengamanan Lokasi Wisata

Konsep tersebut mengacu pada ripparkab. Sebab, dokumen tersebut yang menghasilkan turunan berupa masterplan hingga rencana detail. ”Ripparkab itu wajib selesai tahun ini,” katanya.

Pengembangan pariwisata di Pamekasan bisa dibilang jauh tertinggal dibanding daerah lain. Sementara, industri pariwisata terus berjalan. Wisatawan setiap hari berdatangan. Jika kalah langkah, Kota Gerbang Salam akan ditinggalkan.

Pemerintah harus bekerja cepat, tepat, dan profesional. Pembangunan harus dikebut. Investor juga digaet agar pembangunan lebih maksimal. ”Jika pariwisata berkembang, perekonomian masyarakat akan meningkat,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/