alexametrics
21.2 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Pedagang Tolak Koin Kuning Rp 500? Ini Jawaban Perbankan

PAMEKASAN – Masyarakat Pamekasan mulai resah karena uang logam warna kuning pecahan Rp 500 ditolak sebagian pedagang. Padahal tidak ada penarikan dari Bank Indonesia atas uang yang dikeluarkan sejak 1990 hingga 2000-an itu.

Syamsul Arifin, warga Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu,  heran atas sikap pedagang di daerahnya. Sebab sebagian besar sudah tidak menerima koin warna kuning pecahan Rp 500. Padahal dia punya banyak uang sejenis yang siap untuk dibelanjakan.

”Kemarin anak saya mau beli jajanan di sekitar rumah. Ternyata ditolak katanya. Menurut penjualnya, koin tersebut tidak laku,” ujar Syamsul Arifin, Rabu (4/10).

Bukan hanya di wilayah Pamekasan yang menolak koin sejenis. Waktu dia bermain ke Sumenep, banyak pedagang yang juga menolak. Dia heran dari mana pedagang itu menolak uang yang dikeluarkan resmi oleh pemerintah. ”Ada isu yang berkembang, koin warna kuning sudah lama tidak berlaku. Ini memang sepele, tapi sangat meresahkan,” keluhnya.

Baca Juga :  SS Rusak, KPU Minta Ganti

Senada dipaparkan Ahmad Rifki, warga Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan. Pria yang punya toko peracangan ini juga menyebut bukan hanya pedagang kecil yang menolak. Beberapa toko grosir tempat dia kulakan juga banyak yang tidak menerima koin Rp 500 berwarna kuning.

”Kalau saya tetap menerima. Sebab belum ada penarikan resmi dari pemerintah. Kebetulan juga ada toko besar tempat saya kulakan yang masih menerima koin tersebut,” jelasnya.

Para pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Kabupaten juga banyak yang menolak koin kuning pecahan Rp 500. Mereka beralasan, koin tersebut sudah lama tidak berlaku. Saat ini mereka hanya menerima koin pecahan warna silver.

Terpisah, Pimpinan Cabang Bank Jatim Pamekasan MM Arif Firdausi memastikan koin warna kuning masih berlaku. Sebab tidak ada penarikan uang logam dari Bank Indonesia. Dengan demikian, anggapan bahwa uang logam itu tidak berlaku tidaklah benar.

Baca Juga :  Tak Bermanfaat, Pengendara Main Serobot Traffic Light

”Masyarakat tidak perlu resah. Uang itu masih berlaku,” katanya. ”Makanya para pedagang harus mau menerima uang tersebut. Sebab di perbankan masih berlaku,” jelasnya.

PAMEKASAN – Masyarakat Pamekasan mulai resah karena uang logam warna kuning pecahan Rp 500 ditolak sebagian pedagang. Padahal tidak ada penarikan dari Bank Indonesia atas uang yang dikeluarkan sejak 1990 hingga 2000-an itu.

Syamsul Arifin, warga Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu,  heran atas sikap pedagang di daerahnya. Sebab sebagian besar sudah tidak menerima koin warna kuning pecahan Rp 500. Padahal dia punya banyak uang sejenis yang siap untuk dibelanjakan.

”Kemarin anak saya mau beli jajanan di sekitar rumah. Ternyata ditolak katanya. Menurut penjualnya, koin tersebut tidak laku,” ujar Syamsul Arifin, Rabu (4/10).


Bukan hanya di wilayah Pamekasan yang menolak koin sejenis. Waktu dia bermain ke Sumenep, banyak pedagang yang juga menolak. Dia heran dari mana pedagang itu menolak uang yang dikeluarkan resmi oleh pemerintah. ”Ada isu yang berkembang, koin warna kuning sudah lama tidak berlaku. Ini memang sepele, tapi sangat meresahkan,” keluhnya.

Baca Juga :  Satlantas Siap Tangani Kecelakaan dengan Cepat

Senada dipaparkan Ahmad Rifki, warga Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan. Pria yang punya toko peracangan ini juga menyebut bukan hanya pedagang kecil yang menolak. Beberapa toko grosir tempat dia kulakan juga banyak yang tidak menerima koin Rp 500 berwarna kuning.

”Kalau saya tetap menerima. Sebab belum ada penarikan resmi dari pemerintah. Kebetulan juga ada toko besar tempat saya kulakan yang masih menerima koin tersebut,” jelasnya.

Para pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Kabupaten juga banyak yang menolak koin kuning pecahan Rp 500. Mereka beralasan, koin tersebut sudah lama tidak berlaku. Saat ini mereka hanya menerima koin pecahan warna silver.

Terpisah, Pimpinan Cabang Bank Jatim Pamekasan MM Arif Firdausi memastikan koin warna kuning masih berlaku. Sebab tidak ada penarikan uang logam dari Bank Indonesia. Dengan demikian, anggapan bahwa uang logam itu tidak berlaku tidaklah benar.

Baca Juga :  Miris, Gara Gara Bondet, Terumbu Karang di Perairan Pamekasan Rusak

”Masyarakat tidak perlu resah. Uang itu masih berlaku,” katanya. ”Makanya para pedagang harus mau menerima uang tersebut. Sebab di perbankan masih berlaku,” jelasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/