alexametrics
21.4 C
Madura
Monday, June 27, 2022

10 Bulan Tidak Ditebus, Forpimka Ambil Alih Distribusi Rastra

PAMEKASAN – Masyarakat di Kecamatan Kadur bisa menikmati bantuan beras untuk keluarga sejahtera (rastra). Setelah sepuluh bulan tidak diserap, bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut dicairkan Rabu (4/10). Pendistribusian bantuan itu diambil alih forum pimpinan kecamatan (forpimka).

Camat Kadur Amirus Saleh mengatakan, sejak Januari belum ada satu pun desa yang mendistribusikan rastra. Alasannya, data daftar penerima manfaat (DPM) tidak sama dengan tahun lalu. Masyarakat yang semula kebagian rastra, tahun ini tidak terdaftar lagi sebagai penerima.

Hal itu membuat para kepala desa (Kades) kebingungan. Akibatnya, jatah beras selama 10 bulan ngendap di Gudang Bulog Sub Divre XII Madura. Melihat kondisi di lapangan, Forpimka Kadur berinisiasi membantu masyarakat. Yakni, mengambil alih pendistribusian rastra.

Sebelumnya, pihaknya berkoordinasi dengan Kades dan pemerintah kabupaten (pemkab). Hasilnya, disepakati forpimka sebagai pelaksana pendistribusian rastra kepada masyarakat. Sebab, bantuan itu sangat dibutuhkan oleh masyrakat. ”Jatah sepuluh bulan ditebus sekaligus,” kata Amir kemarin.

Baca Juga :  Salah Gunakan HP, 430 Pasutri Ajukan Cerai

Dijelaskan, masyarakat yang terdaftar di DPM menebus 10 sak rastra. Tiap sak, yang berisi 15 kilogram ditebus dengan Rp 24 ribu. Dengan demikian, total biaya yang harus dikeluarkan oleh warga untuk menebus 10 sak Rp 240 ribu. Dari 10 desa, sudah delapan desa yang sudah didistribusikan. Dua desa yang belum, yakni Desa Pamoroh dan Pamaroh akan direalisasikan Kamis (5/10).

Kapolsek Kadur AKP Agus Susanto mengatakan, langkah yang ditempuh forpimka sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Sebab, selama 10 bulan terakhir, bantuan rastra tidak dinikmati. ”Alhamdulillah Kades dan pemerintah mendukung langkah kita,” katanya.

Agus menyampaikan, pendistribusian rastra dikawal ketat. Personel kepolisian diturunkan dibantu prajurit TNI. Dia berharap, bantuan itu bisa berjalan sebagaimana mestinya dan jatah rastra 2017 bisa terserap seratus persen. ”Alhamdulillah selama pendistribusian tidak ada kendala,” katanya.

Baca Juga :  Realisasi BPNT Butuh 186 E-Warung

Hal senada disampaikan Danposramil Kadur Sersan Mayor Mohammad Suaidi. Prajurit TNI ini berharap, realisasi bantuan rastra berjalan lancar dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya oleh masing-masing penerima. ”Pendistribusian rastra ini berjalan lancar,” katanya.

Kabag Perekonomian Setkab Pamekasan Basri Yulianto mengatakan, forpimka bertugas sebagai tim koordinasi (tikor) kecamatan pendistribusian rastra. Dengan demikian, langkah yang diambil Forpimka Kadur sudah tepat sesuai petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak). ”Memang tugasnya itu,” katanya.

PAMEKASAN – Masyarakat di Kecamatan Kadur bisa menikmati bantuan beras untuk keluarga sejahtera (rastra). Setelah sepuluh bulan tidak diserap, bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut dicairkan Rabu (4/10). Pendistribusian bantuan itu diambil alih forum pimpinan kecamatan (forpimka).

Camat Kadur Amirus Saleh mengatakan, sejak Januari belum ada satu pun desa yang mendistribusikan rastra. Alasannya, data daftar penerima manfaat (DPM) tidak sama dengan tahun lalu. Masyarakat yang semula kebagian rastra, tahun ini tidak terdaftar lagi sebagai penerima.

Hal itu membuat para kepala desa (Kades) kebingungan. Akibatnya, jatah beras selama 10 bulan ngendap di Gudang Bulog Sub Divre XII Madura. Melihat kondisi di lapangan, Forpimka Kadur berinisiasi membantu masyarakat. Yakni, mengambil alih pendistribusian rastra.


Sebelumnya, pihaknya berkoordinasi dengan Kades dan pemerintah kabupaten (pemkab). Hasilnya, disepakati forpimka sebagai pelaksana pendistribusian rastra kepada masyarakat. Sebab, bantuan itu sangat dibutuhkan oleh masyrakat. ”Jatah sepuluh bulan ditebus sekaligus,” kata Amir kemarin.

Baca Juga :  Tidak Segera Ditebus, 8 Ribu Ton Rastra Terancam Hangus

Dijelaskan, masyarakat yang terdaftar di DPM menebus 10 sak rastra. Tiap sak, yang berisi 15 kilogram ditebus dengan Rp 24 ribu. Dengan demikian, total biaya yang harus dikeluarkan oleh warga untuk menebus 10 sak Rp 240 ribu. Dari 10 desa, sudah delapan desa yang sudah didistribusikan. Dua desa yang belum, yakni Desa Pamoroh dan Pamaroh akan direalisasikan Kamis (5/10).

Kapolsek Kadur AKP Agus Susanto mengatakan, langkah yang ditempuh forpimka sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Sebab, selama 10 bulan terakhir, bantuan rastra tidak dinikmati. ”Alhamdulillah Kades dan pemerintah mendukung langkah kita,” katanya.

Agus menyampaikan, pendistribusian rastra dikawal ketat. Personel kepolisian diturunkan dibantu prajurit TNI. Dia berharap, bantuan itu bisa berjalan sebagaimana mestinya dan jatah rastra 2017 bisa terserap seratus persen. ”Alhamdulillah selama pendistribusian tidak ada kendala,” katanya.

Baca Juga :  Pemkab Terima Bansos Ratusan Miliar

Hal senada disampaikan Danposramil Kadur Sersan Mayor Mohammad Suaidi. Prajurit TNI ini berharap, realisasi bantuan rastra berjalan lancar dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya oleh masing-masing penerima. ”Pendistribusian rastra ini berjalan lancar,” katanya.

Kabag Perekonomian Setkab Pamekasan Basri Yulianto mengatakan, forpimka bertugas sebagai tim koordinasi (tikor) kecamatan pendistribusian rastra. Dengan demikian, langkah yang diambil Forpimka Kadur sudah tepat sesuai petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak). ”Memang tugasnya itu,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/