alexametrics
21.1 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Klaim Temukan Puluhan Ton Tembakau Jawa Petani dan Bandol Wadul Dewan

PAMEKASAN – Puluhan petani dan bandol mendatangi kantor DPRD Pamekasan kemarin (4/9). Mereka mengaku menemukan tembakau Jawa di salah satu gudang pembelian tembakau. Jumlahnya mencapai puluhan ton.

Ketua Paguyuban Petani dan Bandol Tembakau Madura Muhammad Munir mengatakan, tembakau Jawa itu luput dari pengawasan. Jumlah tembakau asal Jawa itu diprediksi mencapai puluhan hingga ratusan ton. ”Setengah gudang itu penuh dengan tembakau Jawa. Kami punya buktinya,” kata Munir kepada awak media tanpa menyebutkan identitas gudang tersebut.

Masuknya tembakau Jawa itu sangat merugikan petani. Harga anjlok akibat adanya tembakau yang dilarang peraturan daerah (perda) itu. Ironisnya, pemerintah terkesan diam. Bahkan, kerap menyampaikan bahwa Pamekasan bersih dari tembakau Jawa.

Munir meminta pemerintah menindaklanjuti temuan petani itu. Gudang yang bersangkutan harus didatangi agar temuan petani itu bisa dibuktikan. ”Masuknya tembakau Jawa sangat merugikan petani,” katanya tanpa menyebutkan alamat gudang yang dimaksud.

Di samping tembakau Jawa luput dari perhatian pemerintah, harga daun emas sangat tidak berpihak pada petani. Di tingkat petani, harga tembakau ada yang Rp 30 ribu-an hingga Rp 50 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Judi Pilkades, Jadi Atensi Polres pamekasan

Harga yang dipatok pabrikan itu tidak lepas dari nominal break-even point (BEP) yang ditentukan pemerintah. Seharusnya, menentukan harga tembakau minimal senilai Rp 70 ribu–Rp 80 ribu per kilogram.

Munir menyampaikan, di Jawa Tengah, harga tembakau sangat mahal. Per kilogram bisa dibanderol Rp 100 ribu–Rp 150 ribu. Sementara di Pamekasan, BEP hanya Rp 46 ribu. Padahal, kualitas tembakau di Jawa Tengah dan di Madura tidak jauh berbeda.

Audiensi tersebut dipimpin Harun Suyitno. Politikus PKS itu memastikan akan menindaklanjuti temuan petani. Seluruh stakeholder yang berkaitan dengan tembakau akan diminta mengecek langsung temuan tembakau yang diduga berasal dari Jawa itu.

Jika terbukti pabrikan mendatangkan tembakau Jawa, dewan akan merekomendasikan agar ditindaklanjuti sesuai hukum. Tindakan tersebut masuk kategori pidana. ”Selain diselesaikan secara pidana, dewan akan merekomendasi untuk mengkaji ulang izin yang dikeluarkan eksekutif,” katanya.

Baca Juga :  Pabrikan Tidak Transparan

Harun mengatakan, tembakau Jawa dilarang masuk Pamekasan. Larangan tersebut tertuang dalam Perda 4/2015 tentang Tata Niaga Tembakau. ”Siapa pun yang melanggar, wajib ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Pamekasan Bambang Edy Suprapto mengatakan, pengawasan tembakau Jawa kewenangan satpol PP. Dengan demikian, temuan petani itu akan dikoordinasikan dengan korps penegak perda itu.

Bambang mengakui, disperindag memiliki tim pemantau tembakau. Tetapi, tim yang memiliki anggota 50 orang itu tidak berwenang mengkaji jenis tembakau. Ditambah, tim tersebut tidak memiliki kemampuan membedakan tembakau Madura dan tembakau Jawa.

Pria berkacamata itu meminta petani yang menemukan tembakau Jawa melapor ke Satpol PP Pamekasan. Laporan tersebut dipastikan akan ditindaklanjuti. ”Jangan ke saya (disperindag, Red),” katanya usai menemui massa audiensi.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Puluhan petani dan bandol mendatangi kantor DPRD Pamekasan kemarin (4/9). Mereka mengaku menemukan tembakau Jawa di salah satu gudang pembelian tembakau. Jumlahnya mencapai puluhan ton.

Ketua Paguyuban Petani dan Bandol Tembakau Madura Muhammad Munir mengatakan, tembakau Jawa itu luput dari pengawasan. Jumlah tembakau asal Jawa itu diprediksi mencapai puluhan hingga ratusan ton. ”Setengah gudang itu penuh dengan tembakau Jawa. Kami punya buktinya,” kata Munir kepada awak media tanpa menyebutkan identitas gudang tersebut.

Masuknya tembakau Jawa itu sangat merugikan petani. Harga anjlok akibat adanya tembakau yang dilarang peraturan daerah (perda) itu. Ironisnya, pemerintah terkesan diam. Bahkan, kerap menyampaikan bahwa Pamekasan bersih dari tembakau Jawa.


Munir meminta pemerintah menindaklanjuti temuan petani itu. Gudang yang bersangkutan harus didatangi agar temuan petani itu bisa dibuktikan. ”Masuknya tembakau Jawa sangat merugikan petani,” katanya tanpa menyebutkan alamat gudang yang dimaksud.

Di samping tembakau Jawa luput dari perhatian pemerintah, harga daun emas sangat tidak berpihak pada petani. Di tingkat petani, harga tembakau ada yang Rp 30 ribu-an hingga Rp 50 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Komisi II Komitmen Kawal Kepentingan Petani Tembakau

Harga yang dipatok pabrikan itu tidak lepas dari nominal break-even point (BEP) yang ditentukan pemerintah. Seharusnya, menentukan harga tembakau minimal senilai Rp 70 ribu–Rp 80 ribu per kilogram.

Munir menyampaikan, di Jawa Tengah, harga tembakau sangat mahal. Per kilogram bisa dibanderol Rp 100 ribu–Rp 150 ribu. Sementara di Pamekasan, BEP hanya Rp 46 ribu. Padahal, kualitas tembakau di Jawa Tengah dan di Madura tidak jauh berbeda.

Audiensi tersebut dipimpin Harun Suyitno. Politikus PKS itu memastikan akan menindaklanjuti temuan petani. Seluruh stakeholder yang berkaitan dengan tembakau akan diminta mengecek langsung temuan tembakau yang diduga berasal dari Jawa itu.

Jika terbukti pabrikan mendatangkan tembakau Jawa, dewan akan merekomendasikan agar ditindaklanjuti sesuai hukum. Tindakan tersebut masuk kategori pidana. ”Selain diselesaikan secara pidana, dewan akan merekomendasi untuk mengkaji ulang izin yang dikeluarkan eksekutif,” katanya.

Baca Juga :  Tidak seperti Padi, Tembakau Dirawat Setiap Hari

Harun mengatakan, tembakau Jawa dilarang masuk Pamekasan. Larangan tersebut tertuang dalam Perda 4/2015 tentang Tata Niaga Tembakau. ”Siapa pun yang melanggar, wajib ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Pamekasan Bambang Edy Suprapto mengatakan, pengawasan tembakau Jawa kewenangan satpol PP. Dengan demikian, temuan petani itu akan dikoordinasikan dengan korps penegak perda itu.

Bambang mengakui, disperindag memiliki tim pemantau tembakau. Tetapi, tim yang memiliki anggota 50 orang itu tidak berwenang mengkaji jenis tembakau. Ditambah, tim tersebut tidak memiliki kemampuan membedakan tembakau Madura dan tembakau Jawa.

Pria berkacamata itu meminta petani yang menemukan tembakau Jawa melapor ke Satpol PP Pamekasan. Laporan tersebut dipastikan akan ditindaklanjuti. ”Jangan ke saya (disperindag, Red),” katanya usai menemui massa audiensi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/