alexametrics
24.1 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Disdikbud Dapatkan Ratusan Manuskrip Kuno

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan konsisten menginventarisasi keberadaan manuskrip. Setidaknya hingga kemarin (4/7), sudah ada 182 naskah kuno yang berhasil ditemukan dan masuk dalam pendataan.

Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini menyampaikan, keberadaan manuskrip menjadi salah satu bukti sejarah peradaban di suatu daerah. Muatan yang tertulis dalam naskah kuno tersebut menjadi salah satu landasan untuk menambah ilmu pengetahuan.

Disdikbud Pamekasan, kata Zaini, telah membentuk tim khusus dalam kegiatan inventarisasi manuskrip kuno tersebut. Termasuk melibatkan kalangan profesional untuk menguatkan keaslian manuskrip.

”Ini juga menjadi bukti kepedulian pemerintah terhadap perjalanan sejarah,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disdikbud Pamekasan Siti Fatimah memaparkan, manuskrip yang berhasil diinventarisasi meliputi berbagai bidang keilmuan. Antara lain, sejarah peradaban, ilmu agama, ilmu medis, bahkan ilmu tak kasatmata atau gaib.

Baca Juga :  Akhmad Zaini, Mantan Aktivis Kampus yang Dipercaya Jadi Kadisdik

Menurut dia, keberadaan naskah kuno di Bumi Ronggosukowati bisa saja melebihi pendataan. Fatim memerinci, 167 manuskrip didapatkan dari warga, 20 lainnya berada di Museum Mandhilaras, dan sisanya di perpustakaan umum. (afg/rus)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan konsisten menginventarisasi keberadaan manuskrip. Setidaknya hingga kemarin (4/7), sudah ada 182 naskah kuno yang berhasil ditemukan dan masuk dalam pendataan.

Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini menyampaikan, keberadaan manuskrip menjadi salah satu bukti sejarah peradaban di suatu daerah. Muatan yang tertulis dalam naskah kuno tersebut menjadi salah satu landasan untuk menambah ilmu pengetahuan.

Disdikbud Pamekasan, kata Zaini, telah membentuk tim khusus dalam kegiatan inventarisasi manuskrip kuno tersebut. Termasuk melibatkan kalangan profesional untuk menguatkan keaslian manuskrip.


”Ini juga menjadi bukti kepedulian pemerintah terhadap perjalanan sejarah,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disdikbud Pamekasan Siti Fatimah memaparkan, manuskrip yang berhasil diinventarisasi meliputi berbagai bidang keilmuan. Antara lain, sejarah peradaban, ilmu agama, ilmu medis, bahkan ilmu tak kasatmata atau gaib.

Baca Juga :  Pantura Madura Butuh Mobil Damkar

Menurut dia, keberadaan naskah kuno di Bumi Ronggosukowati bisa saja melebihi pendataan. Fatim memerinci, 167 manuskrip didapatkan dari warga, 20 lainnya berada di Museum Mandhilaras, dan sisanya di perpustakaan umum. (afg/rus)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/