alexametrics
21.9 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Harapan Khalil Asy’ari Setelah Jabatan Berakhir

PAMEKASAN – Masa jabatan Khalil Asy’ari sebagai wakil bupati Pamekasan segera berakhir. Pria yang sejak 2013 lalu menjadi wakil Achmad Syafii dalam menjalankan roda pemerintahan itu akan menanggalkan jabatannya pada 21 April.

Sejak menakhodai roda pemerintahan, Khalil Asy’ari mengaku masih banyak yang perlu dibenahi dan ditingkatkan. Di antaranya, kualitas pendidikan, perekonomian masyarakat sampai persoalan kemiskinan yang masih menjadi pekerjaan rumah.

Kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Khalil mengaku sudah banyak yang dilakukan. Peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) sejak 2013 sampai sekarang cukup signifikan setiap tahun.

Pembangunan infrastruktur berkembang pesat. Peningkatan ekonomi melalui sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan ekonomi juga berkembang cukup signifikan. ”Alhamdulillah banyak perkembangan,” katanya Rabu (4/4).

Baca Juga :  Kemendagri Apresiasi Reformasi Birokrasi dan Akuntabilitas Kinerja

Mengenai kemiskinan, memang perlu kerja keras. Bahkan, pemerintahan yang baru nantinya harus bekerja maksimal untuk meminimalkan kemiskinan itu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), warga miskin di Pamekasan berada di kisaran 126 ribu jiwa.

Setiap tahun, program pemerintah yang mengarah pada pengentasan kemiskinan dilakukan. Di antaranya, bantuan sosial, pelatihan kerja bagi masyarakat sehingga ada kemandirian usaha serta program lain.

Bahkan, untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, warga miskin juga dibantu dengan berbagai program. Di antaranya, bantuan sosial beras untuk keluarga sejatera (rastra) dan program keluarga harapan (PKH).

Tetapi, kemiskinan juga tak kunjung terentaskan. Dengan demikian, pemerintahan selanjutnya harus lebih maksimal dalam upaya pengentasan kemiskinan. ”Tetapi kami heran, semakin banyak program bantuan, warga miskin juga semakin banyak,” katanya.

Baca Juga :  Belajar Program Beasiswa, Magetan Berkunjung ke Pamekasan

Menurut Khalil, salah satu yang bisa dilakukan dalam upaya pengentasan kemiskinan adalah meningkatkan mutu pendidikan. Jika warga Pamekasan pendidikannya tinggi, diyakini akan berdampak pada perekonomian warga tersebut.

Aktivis Lembaga Kajian Kebijakan Pemerintah (LKKP) Zahrul Anam mengatakan, sinergitas antar OPD dalam merealisasikan program sangat penting. Harus ada kesamaan visi bahwa program tersebut untuk pengentasan kemiskinan.

”Kalau OPD jalan sendiri-sendiri, ya sulit mengentaskan kemiskinan. Sebab antar program saling berkesinambungan,” tandasnya.

 

PAMEKASAN – Masa jabatan Khalil Asy’ari sebagai wakil bupati Pamekasan segera berakhir. Pria yang sejak 2013 lalu menjadi wakil Achmad Syafii dalam menjalankan roda pemerintahan itu akan menanggalkan jabatannya pada 21 April.

Sejak menakhodai roda pemerintahan, Khalil Asy’ari mengaku masih banyak yang perlu dibenahi dan ditingkatkan. Di antaranya, kualitas pendidikan, perekonomian masyarakat sampai persoalan kemiskinan yang masih menjadi pekerjaan rumah.

Kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Khalil mengaku sudah banyak yang dilakukan. Peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) sejak 2013 sampai sekarang cukup signifikan setiap tahun.


Pembangunan infrastruktur berkembang pesat. Peningkatan ekonomi melalui sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan ekonomi juga berkembang cukup signifikan. ”Alhamdulillah banyak perkembangan,” katanya Rabu (4/4).

Baca Juga :  Wartawan Itu Bukan Pekerja

Mengenai kemiskinan, memang perlu kerja keras. Bahkan, pemerintahan yang baru nantinya harus bekerja maksimal untuk meminimalkan kemiskinan itu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), warga miskin di Pamekasan berada di kisaran 126 ribu jiwa.

Setiap tahun, program pemerintah yang mengarah pada pengentasan kemiskinan dilakukan. Di antaranya, bantuan sosial, pelatihan kerja bagi masyarakat sehingga ada kemandirian usaha serta program lain.

Bahkan, untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, warga miskin juga dibantu dengan berbagai program. Di antaranya, bantuan sosial beras untuk keluarga sejatera (rastra) dan program keluarga harapan (PKH).

Tetapi, kemiskinan juga tak kunjung terentaskan. Dengan demikian, pemerintahan selanjutnya harus lebih maksimal dalam upaya pengentasan kemiskinan. ”Tetapi kami heran, semakin banyak program bantuan, warga miskin juga semakin banyak,” katanya.

Baca Juga :  Alumni Bata-Bata Mancanegara Baca Berita Pekan Ngaji di RadarMadura.id

Menurut Khalil, salah satu yang bisa dilakukan dalam upaya pengentasan kemiskinan adalah meningkatkan mutu pendidikan. Jika warga Pamekasan pendidikannya tinggi, diyakini akan berdampak pada perekonomian warga tersebut.

Aktivis Lembaga Kajian Kebijakan Pemerintah (LKKP) Zahrul Anam mengatakan, sinergitas antar OPD dalam merealisasikan program sangat penting. Harus ada kesamaan visi bahwa program tersebut untuk pengentasan kemiskinan.

”Kalau OPD jalan sendiri-sendiri, ya sulit mengentaskan kemiskinan. Sebab antar program saling berkesinambungan,” tandasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/