alexametrics
24.6 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Sumur Gas Jadi Tontonan Warga

PAMEKASAN – Sumur bor yang mengeluarkan gas di Dusun Kalompek, Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, sudah berlangsung sepekan. Namun, belum ada kajian dari pemerintah mengenai fenomena alam tersebut.

Kasubbag SDA Bagian Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Pamekasan Moh. Sadik mengaku mengetahui informasi sumur bor mengeluarkan gas itu. Tapi pihaknya belum melakukan kajian.

Bahkan pihaknya tidak mengeroscek langsung ke lokasi sumur bor mengeluarkan gas tersebut. Alasannya, diyakini kandungan gas kecil. Dalam waktu dekat, gas bakal habis dengan sendirinya.

Sadik menyampaikan, rata-rata gas yang menyembur di daerah Kecamatan Kadur jenis metan dan volumenya kecil. Sebab, gas itu keluar bukan dari sumber utama. Tetapi hanya rembesan dari bongkahan batu yang pecah.

Dia memprediksi, paling lama gas tersebut bertahan satu bulan. Apalagi dalam waktu dekat memasuki musim penghujan sehingga gas dari sumur bor tersebut segera habis. ”Tidak akan bertahan lama,” katanya Sabtu (3/11).

Baca Juga :  Literatur Buku Perpustakan Umum Pamekasan Tak Lengkap

Pria berkumis itu menjelaskan, beberapa waktu lalu ada sumur bor di Kecamatan Palengaan yang juga mengeluarkan gas. Pemkab Pamekasan melaporkan kejadian itu ke Pemprov Jatim.

Sebab pemprov yang memiliki peralatan mengkaji volume dan kandungan gas. Laporan tersebut tidak ditindaklanjuti. Pemprov Jatim tidak turun mengkroscek kandungan gas di Pamekasan.

Atas pengalaman itu, pemkab tidak lagi melayangkan laporan ke pemprov. ”Kalau gas keluar tepat dari sumbernya, pasti ditindaklanjuti Pertamina,” ujar Sadik.

Dia memastikan, gas yang menyembur dari sumur bor itu tidak mengandung unsur berbahaya. Masyarakat diminta tidak khawatir. Gas tersebut tidak akan merembes pada sumur-sumur sekitar.

Sunami Ningran, 55, pemilik sumur bor yang mengeluarkan gas mengatakan, belum ada pihak pemerintah datang ke lokasi. Hanya masyarakat umum yang setiap hari berkunjung. ”Selepas magrib, warga berdatangan. Tidak hanya dari Pamekasan, tapi juga dari luar daerah,” tuturnya.

Baca Juga :  Survei Semburan Api, Kabag SDA Sumenep Akui Ada Kandungan Metana

Dia tidak tahu sumur bor bergas itu bakal diapakan. Sebab belum ada koordinasi dari pemerintah. Sementara waktu sumur bor dibiarkan menjadi tontonan gratis bagi masyarakat.

Mengenai volume gas, menurut pengamatan dia, semakin besar. Itu dilihat dari kobaran api yang keluar dari mulut pipa besi yang dipasang sejak pekan lalu. Namun peningkatan volume tidak terlalu signifikan.

Ningran mengaku senang setiap malam rumahnya ramai pengunjung. Kondisinya jauh lebih ramai dibanding sebelum ada fenomena alam tersebut. ”Dibiarkan saja seperti ini. Saya senang karena setiap malam ramai,” tukasnya. 

 

Sumur Gas Jadi Tontonan Warga

- Advertisement -

PAMEKASAN – Sumur bor yang mengeluarkan gas di Dusun Kalompek, Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, sudah berlangsung sepekan. Namun, belum ada kajian dari pemerintah mengenai fenomena alam tersebut.

Kasubbag SDA Bagian Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Pamekasan Moh. Sadik mengaku mengetahui informasi sumur bor mengeluarkan gas itu. Tapi pihaknya belum melakukan kajian.

Bahkan pihaknya tidak mengeroscek langsung ke lokasi sumur bor mengeluarkan gas tersebut. Alasannya, diyakini kandungan gas kecil. Dalam waktu dekat, gas bakal habis dengan sendirinya.


Sadik menyampaikan, rata-rata gas yang menyembur di daerah Kecamatan Kadur jenis metan dan volumenya kecil. Sebab, gas itu keluar bukan dari sumber utama. Tetapi hanya rembesan dari bongkahan batu yang pecah.

Dia memprediksi, paling lama gas tersebut bertahan satu bulan. Apalagi dalam waktu dekat memasuki musim penghujan sehingga gas dari sumur bor tersebut segera habis. ”Tidak akan bertahan lama,” katanya Sabtu (3/11).

Baca Juga :  Minta Polres Mengusut Tuntas Kasus Penganiyaan Jurnalis

Pria berkumis itu menjelaskan, beberapa waktu lalu ada sumur bor di Kecamatan Palengaan yang juga mengeluarkan gas. Pemkab Pamekasan melaporkan kejadian itu ke Pemprov Jatim.

Sebab pemprov yang memiliki peralatan mengkaji volume dan kandungan gas. Laporan tersebut tidak ditindaklanjuti. Pemprov Jatim tidak turun mengkroscek kandungan gas di Pamekasan.

Atas pengalaman itu, pemkab tidak lagi melayangkan laporan ke pemprov. ”Kalau gas keluar tepat dari sumbernya, pasti ditindaklanjuti Pertamina,” ujar Sadik.

Dia memastikan, gas yang menyembur dari sumur bor itu tidak mengandung unsur berbahaya. Masyarakat diminta tidak khawatir. Gas tersebut tidak akan merembes pada sumur-sumur sekitar.

Sunami Ningran, 55, pemilik sumur bor yang mengeluarkan gas mengatakan, belum ada pihak pemerintah datang ke lokasi. Hanya masyarakat umum yang setiap hari berkunjung. ”Selepas magrib, warga berdatangan. Tidak hanya dari Pamekasan, tapi juga dari luar daerah,” tuturnya.

Baca Juga :  Panitia Pilkades Abaikan SK Bupati

Dia tidak tahu sumur bor bergas itu bakal diapakan. Sebab belum ada koordinasi dari pemerintah. Sementara waktu sumur bor dibiarkan menjadi tontonan gratis bagi masyarakat.

Mengenai volume gas, menurut pengamatan dia, semakin besar. Itu dilihat dari kobaran api yang keluar dari mulut pipa besi yang dipasang sejak pekan lalu. Namun peningkatan volume tidak terlalu signifikan.

Ningran mengaku senang setiap malam rumahnya ramai pengunjung. Kondisinya jauh lebih ramai dibanding sebelum ada fenomena alam tersebut. ”Dibiarkan saja seperti ini. Saya senang karena setiap malam ramai,” tukasnya. 

 

Sumur Gas Jadi Tontonan Warga

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/