alexametrics
21.2 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Target PAD di Pamekasan Bakal Menyusut

PAMEKASAN – Rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) 2018 memang belum ditetapkan. Tetapi dari pembahasan sementara, akan ada pengurangan di sektor pendapatan asli daerah (PAD). Hal itu diutarakan langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Apik.

Menurut Apik, sesuai dengan draf yang diajukan oleh pemkab, tahun depan target PAD akan dikurangi. Jika target 2017 mencapai Rp 150 miliar lebih, tahun depan dipatok di bawahnya. ”Saya lupa angka pastinya. Tapi targetnya hanya sekitar Rp 140 miliar lebih, tidak sampai Rp 150 miliar,” ujar Apik.

Politikus Partai Nasdem ini menambahkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan PAD mengalami penurunan. Salah satunya karena beberapa aset di Pamekasan telah dikelola oleh pemerintah provinsi atau pemerintah pusat. Salah satunya, yakni Terminal Ronggosukowati yang menjadi wewenang pemprov.

Baca Juga :  Polri Komitmen Amankan Pilkada

”Otomatis PAD dari terminal diterima oleh pemprov. Itu juga faktor yang menyebabkan PAD Pamekasan berkurang,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Apik, ada beberapa sektor yang belum maksimal. Sebab selama ini ada dugaan terjadi kebocoran PAD. Baik di sektor retribusi parkir, hotel, dan rumah makan, serta sektor lainnya. ”Karena itulah perlu dilakukan evaluasi bersama mengenai sektor-sektor tersebut,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPRD Pamekasan Halili Yasin. Menurut Halili, peningkatan PAD perlu diupayakan. Salah satunya, pemasangan portal elektrik di parkir-parkir khsusus. ”Seperti di rumah sakit atau pasar. Itu perlu dipasang portal elektrik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Pamekasan Ajib Abdullah menyatakan siap untuk memasang portal elektrik. Hanya, saat ini belum ada anggaran untuk pemasangan alat tersebut. Dia masih mengusulkan anggaran itu pada perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2017. ”Sudah kami ajukan. Sekarang tinggal persetujuan dari wakil rakyat,” tukasnya.

Baca Juga :  Disdik Anugerahi Pembaca Alquran Terbaik

PAMEKASAN – Rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) 2018 memang belum ditetapkan. Tetapi dari pembahasan sementara, akan ada pengurangan di sektor pendapatan asli daerah (PAD). Hal itu diutarakan langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Apik.

Menurut Apik, sesuai dengan draf yang diajukan oleh pemkab, tahun depan target PAD akan dikurangi. Jika target 2017 mencapai Rp 150 miliar lebih, tahun depan dipatok di bawahnya. ”Saya lupa angka pastinya. Tapi targetnya hanya sekitar Rp 140 miliar lebih, tidak sampai Rp 150 miliar,” ujar Apik.

Politikus Partai Nasdem ini menambahkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan PAD mengalami penurunan. Salah satunya karena beberapa aset di Pamekasan telah dikelola oleh pemerintah provinsi atau pemerintah pusat. Salah satunya, yakni Terminal Ronggosukowati yang menjadi wewenang pemprov.

Baca Juga :  Pembudi Daya Ikan Belum Terlindungi Asuransi

”Otomatis PAD dari terminal diterima oleh pemprov. Itu juga faktor yang menyebabkan PAD Pamekasan berkurang,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Apik, ada beberapa sektor yang belum maksimal. Sebab selama ini ada dugaan terjadi kebocoran PAD. Baik di sektor retribusi parkir, hotel, dan rumah makan, serta sektor lainnya. ”Karena itulah perlu dilakukan evaluasi bersama mengenai sektor-sektor tersebut,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPRD Pamekasan Halili Yasin. Menurut Halili, peningkatan PAD perlu diupayakan. Salah satunya, pemasangan portal elektrik di parkir-parkir khsusus. ”Seperti di rumah sakit atau pasar. Itu perlu dipasang portal elektrik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Pamekasan Ajib Abdullah menyatakan siap untuk memasang portal elektrik. Hanya, saat ini belum ada anggaran untuk pemasangan alat tersebut. Dia masih mengusulkan anggaran itu pada perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2017. ”Sudah kami ajukan. Sekarang tinggal persetujuan dari wakil rakyat,” tukasnya.

Baca Juga :  Data Kemiskinan Amburadul
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/