alexametrics
24 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Fasilitas Pasar 17 Agustus Rusak sebelum Ditempati

PAMEKASAN – Pembangunan kios dan los Pasar 17 Agustus terkesan hanya untuk mengejar-ngejar proyek. Pemerintak Kabupaten (Pemkab) Pamekasan terkesan tidak serius mengelola pusat perdagangan itu. Indikasinya, meski sudah dibangun sejak 2015 tidak kunjung difungsikan.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), sejumlah kios yang sudah selesai masih tertutup. Nyaris tidak ada aktivitas di los yang dicat hijau tersebut. Bahkan kios tersebut mulai rusak. Beberapa rolling door sudah rusak. Begitu juga sebagian gedung mulai retak.

Pedagang sebenarnya sudah menginginkan fasilitas tersebut segera dimanfaatkan. Sebab selama ini mereka menyewa lokasi untuk tempat penampungan sementara (TPS). Apalagi lokasi yang disediakan tidak memadai. ”Saya tidak tahu kenapa pemerintah belum memerintahkan kita memanfaatan kios ini,” kata Maimunah, salah satu pedagang Kamis (3/8).

Baca Juga :  Bupati Imbau Perkantoran Putar Murottal Qur’an

Anggota DPRD Pamekasan Samsuri mendesak agar eksekutif segera mengoperasionakannya. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan oleh pedagang. ”Fasilitas tersebut kan seharusnya bisa difungsikan. Apalagi dibangun sejak 2015. Kerusakan-kerusakan fasilitas itu juga harus diperbaiki,” kata politikus PPP tersebut.

Kepala Disperindag Pamekasan Bambang Edy Suprapto berdalih akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya. Seperti pemasangan paving dan pembangunan saluran air. ”Jika fasilitas tersebut sudah dipasang, pedagang bisa menempati kios tersebut,” terangnya.

Dikatakan, untuk penambahan fasilitas akan dilakukan tahun ini. Proses lelang sudah diajukan ke unit layanan pengadaan (ULP). Jika semua proses selesai, dilanjutkan dengan pembangunan. ”Tahun ini akan dilelang dan berkasnya sudah dikirim ke ULP. Jadi tinggal menunggu penjadwalan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Petani-Mahasiswa Tagih Janji Bupati Terkait Harga Tembakau

PAMEKASAN – Pembangunan kios dan los Pasar 17 Agustus terkesan hanya untuk mengejar-ngejar proyek. Pemerintak Kabupaten (Pemkab) Pamekasan terkesan tidak serius mengelola pusat perdagangan itu. Indikasinya, meski sudah dibangun sejak 2015 tidak kunjung difungsikan.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), sejumlah kios yang sudah selesai masih tertutup. Nyaris tidak ada aktivitas di los yang dicat hijau tersebut. Bahkan kios tersebut mulai rusak. Beberapa rolling door sudah rusak. Begitu juga sebagian gedung mulai retak.

Pedagang sebenarnya sudah menginginkan fasilitas tersebut segera dimanfaatkan. Sebab selama ini mereka menyewa lokasi untuk tempat penampungan sementara (TPS). Apalagi lokasi yang disediakan tidak memadai. ”Saya tidak tahu kenapa pemerintah belum memerintahkan kita memanfaatan kios ini,” kata Maimunah, salah satu pedagang Kamis (3/8).

Baca Juga :  Kompetisi Desa ODF Tingkatkan Derajat Kesehatan

Anggota DPRD Pamekasan Samsuri mendesak agar eksekutif segera mengoperasionakannya. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan oleh pedagang. ”Fasilitas tersebut kan seharusnya bisa difungsikan. Apalagi dibangun sejak 2015. Kerusakan-kerusakan fasilitas itu juga harus diperbaiki,” kata politikus PPP tersebut.

Kepala Disperindag Pamekasan Bambang Edy Suprapto berdalih akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya. Seperti pemasangan paving dan pembangunan saluran air. ”Jika fasilitas tersebut sudah dipasang, pedagang bisa menempati kios tersebut,” terangnya.

Dikatakan, untuk penambahan fasilitas akan dilakukan tahun ini. Proses lelang sudah diajukan ke unit layanan pengadaan (ULP). Jika semua proses selesai, dilanjutkan dengan pembangunan. ”Tahun ini akan dilelang dan berkasnya sudah dikirim ke ULP. Jadi tinggal menunggu penjadwalan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Petani-Mahasiswa Tagih Janji Bupati Terkait Harga Tembakau

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/