alexametrics
21.6 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Tarif Air Resmi Naik 30 Persen, PDAM Janji Berikan Pelayanan Lebih

PAMEKASAN – Manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan tidak punya pilihan untuk menutupi biaya operasional selain dengan menaikkan tarif. Terhitung per 1 Januari 2018, tarif PDAM naik 30 persen dari tarif dasar.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar mengatakan, kenaikan tarif harus dilakukan. Sebab biaya operasional terus meningkat. Salah satunya, tarif listrik penggerak pompa air semakin tinggi. ”Harus menaikkan tarif,” katanya Rabu (3/1).

Per 1 Januari 2018, tarif PDAM Pamekasan resmi naik 30 persen dari tarif dasar. Khusus wilayah perkotaan, tarif dasar Rp 2 ribu per meter kubik. Kenaikan itu berlaku untuk seluruh pelanggan PDAM di wilayah perkotaan dan pedesaan.

Agoes menyatakan, kenaikan tarif rencananya dimulai Desember 2017. Pembayaran Desember yang ditagih Januari rencananya sudah menggunakan tarif anyar. Namun karena banyaknya masukan dan koreksi dari berbagai pihak, PDAM memutuskan kenaikan tarif baru diefektifkan pada Januari.

Baca Juga :  PDAM Kelola Air Sungai untuk Konsumsi Pelanggan

Dengan demikian, pembayaran Januari yang ditagih pada Februari sudah mengacu pada tarif baru. Kenaikan tarif berlaku untuk seluruh pelanggan tanpa terkecuali. ”Pelanggan PDAM sebanyak 12.659 orang,” sebutnya.

Kenaikan tarif di PDAM Pamekasan diklaim terlambat dibandingkan kabupaten lain di Madura. Tarif pelanggan PDAM di Kota Gerbang Salam tidak pernah berubah sejak lima tahun terakhir.

Agoes berharap, kenaikan tarif tidak memberatkan pelanggan. Pihaknya akan mengimbangi kenaikan tarif dengan memberi pelayanan lebih maksimal. ”Biaya operasional tinggi. Tidak ada pilihan lain, harus menaikkan tarif,” tegasnya.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno menyatakan, selama ini PDAM tidak pernah membahas kenaikan tarif dengan dewan. Atas dasar itu, dia menilai kebijakan kenaikan tarif mengkhianati mayarakat.

Sebab, seharusnya kebijakan apa pun yang menyangkut masyarakat disampaikan kepada dewan selaku wakil rakyat. ”Jika tidak melibatkan wakil rakyat, berarti itu keputusan sepihak. Seharusnya pemerintah tidak melakukan tindakan demikian,” keritiknya.

Baca Juga :  Pantas Saja Parkir di Pasar Kolpajung Semrawut, Ternyata Ini Pemicunya

Politikus PKS itu menyatakan, dewan tidak mengetahui secara detail alasan PDAM menaikkan tarif. Alasan yang dikemukakan hanya kenaikan biaya operasional. Menurut Harun, alasan itu kurang masuk akal jika sampai harus menaikkan tarif.

Pasalnya, biaya operasional bisa diambilkan dari pendapatan per bulan dengan tarif biasa. Mengingat, badan usaha milik daerah (BUMD) itu bukan semata mencari keuntungan. Tapi juga memberi pelayanan optimal kepada masyarakat.

Harun berharap, kenaikan tarif berbanding lurus dengan pelayanan kepada masyarakat. Jangan sampai ada keluhan lagi dari pelanggan PDAM. Dewan akan lebih intens mengawal pelayanan kepada pelanggan. ”Pelayanan PDAM selama ini sering dikeluhkan. Sejak berlaku kenaikan tarif, kami tidak mau lagi mendengar keluhan itu,” tandasnya.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan tidak punya pilihan untuk menutupi biaya operasional selain dengan menaikkan tarif. Terhitung per 1 Januari 2018, tarif PDAM naik 30 persen dari tarif dasar.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar mengatakan, kenaikan tarif harus dilakukan. Sebab biaya operasional terus meningkat. Salah satunya, tarif listrik penggerak pompa air semakin tinggi. ”Harus menaikkan tarif,” katanya Rabu (3/1).

Per 1 Januari 2018, tarif PDAM Pamekasan resmi naik 30 persen dari tarif dasar. Khusus wilayah perkotaan, tarif dasar Rp 2 ribu per meter kubik. Kenaikan itu berlaku untuk seluruh pelanggan PDAM di wilayah perkotaan dan pedesaan.


Agoes menyatakan, kenaikan tarif rencananya dimulai Desember 2017. Pembayaran Desember yang ditagih Januari rencananya sudah menggunakan tarif anyar. Namun karena banyaknya masukan dan koreksi dari berbagai pihak, PDAM memutuskan kenaikan tarif baru diefektifkan pada Januari.

Baca Juga :  PDAM Kelola Air Sungai untuk Konsumsi Pelanggan

Dengan demikian, pembayaran Januari yang ditagih pada Februari sudah mengacu pada tarif baru. Kenaikan tarif berlaku untuk seluruh pelanggan tanpa terkecuali. ”Pelanggan PDAM sebanyak 12.659 orang,” sebutnya.

Kenaikan tarif di PDAM Pamekasan diklaim terlambat dibandingkan kabupaten lain di Madura. Tarif pelanggan PDAM di Kota Gerbang Salam tidak pernah berubah sejak lima tahun terakhir.

Agoes berharap, kenaikan tarif tidak memberatkan pelanggan. Pihaknya akan mengimbangi kenaikan tarif dengan memberi pelayanan lebih maksimal. ”Biaya operasional tinggi. Tidak ada pilihan lain, harus menaikkan tarif,” tegasnya.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno menyatakan, selama ini PDAM tidak pernah membahas kenaikan tarif dengan dewan. Atas dasar itu, dia menilai kebijakan kenaikan tarif mengkhianati mayarakat.

Sebab, seharusnya kebijakan apa pun yang menyangkut masyarakat disampaikan kepada dewan selaku wakil rakyat. ”Jika tidak melibatkan wakil rakyat, berarti itu keputusan sepihak. Seharusnya pemerintah tidak melakukan tindakan demikian,” keritiknya.

Baca Juga :  Bayi Baru Lahir Wajib Didaftarkan JKN-KIS

Politikus PKS itu menyatakan, dewan tidak mengetahui secara detail alasan PDAM menaikkan tarif. Alasan yang dikemukakan hanya kenaikan biaya operasional. Menurut Harun, alasan itu kurang masuk akal jika sampai harus menaikkan tarif.

Pasalnya, biaya operasional bisa diambilkan dari pendapatan per bulan dengan tarif biasa. Mengingat, badan usaha milik daerah (BUMD) itu bukan semata mencari keuntungan. Tapi juga memberi pelayanan optimal kepada masyarakat.

Harun berharap, kenaikan tarif berbanding lurus dengan pelayanan kepada masyarakat. Jangan sampai ada keluhan lagi dari pelanggan PDAM. Dewan akan lebih intens mengawal pelayanan kepada pelanggan. ”Pelayanan PDAM selama ini sering dikeluhkan. Sejak berlaku kenaikan tarif, kami tidak mau lagi mendengar keluhan itu,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/