alexametrics
20.7 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Tagih Janji Pemerintah Tetapkan HPP Garam

PAMEKASAN – Harga garam rakyat anjlok. Petani rugi. Janji pemerintah menetapkan harga pokok penjualan (HPP) ditagih.

Sukandar, 50, petani garam asal Desa Pegagan, Kecamatan Pademawu, menuturkan, harga garam sangat murah. Per kilogram Rp 300. Petani tidak bisa meraup untung dengan harga serendah itu.

Hasil penjualan garam tidak mampu menutupi biaya produksi. Murahnya harga garam terjadi sejak awal musim panen. Bahkan, banyak garam petani yang tidak laku.

Ironisnya, pemerintah terkesan diam. Janji menentukan HPP tidak kunjung ditepati. Petani menginginkan minimal Rp 1 juta per ton. Pemerintah sempat menjanjikan harga layak sesuai keinginan itu.

Hingga kini, janji tersebut belum terealisasi. Bahkan, tidak jelas sampai kapan harga garam dibiarkan anjlok. ”Mana janji pemerintah, harga garam kok masih murah?” katanya kemarin (2/12).

Baca Juga :  Iconis Lima, Negara Pakistan dan India Berpartisipasi

Sukandar berharap pemerintah tidak sekadar berjanji. Penetapan HPP benar-benar ditepati. Dengan demikian, petani bisa meraup untung dari usaha tersebut.

Bupati Baddrut Tamam menyatakan, pemkab memperjuangkan harga garam yang layak. Beberapa waktu lalu kepala daerah di Madura bersurat kepada presiden mengenai usulan harga kandungan NaCl itu.

Namun, kata Baddrut, butuh perjuangan lanjutan. Sekarang HPP belum ditentukan. Pemerintah mulai mengubah klasifikasi garam, dari yang semula tambang menjadi perdagangan. ”Kami sudah berjuang, tapi butuh tahapan,” ujarnya.

Direktur Keuangan PT Garam (Persero) Anang Abdul Qoyum membenarkan HPP garam belum ditetapkan. Pihaknya berharap dalam waktu dekat ketentuan harga itu diputuskan. ”Mudah-mudahan segera ditetapkan,” harapnya. 

- Advertisement -

PAMEKASAN – Harga garam rakyat anjlok. Petani rugi. Janji pemerintah menetapkan harga pokok penjualan (HPP) ditagih.

Sukandar, 50, petani garam asal Desa Pegagan, Kecamatan Pademawu, menuturkan, harga garam sangat murah. Per kilogram Rp 300. Petani tidak bisa meraup untung dengan harga serendah itu.

Hasil penjualan garam tidak mampu menutupi biaya produksi. Murahnya harga garam terjadi sejak awal musim panen. Bahkan, banyak garam petani yang tidak laku.


Ironisnya, pemerintah terkesan diam. Janji menentukan HPP tidak kunjung ditepati. Petani menginginkan minimal Rp 1 juta per ton. Pemerintah sempat menjanjikan harga layak sesuai keinginan itu.

Hingga kini, janji tersebut belum terealisasi. Bahkan, tidak jelas sampai kapan harga garam dibiarkan anjlok. ”Mana janji pemerintah, harga garam kok masih murah?” katanya kemarin (2/12).

Baca Juga :  Petani Keluhkan Harga Garam

Sukandar berharap pemerintah tidak sekadar berjanji. Penetapan HPP benar-benar ditepati. Dengan demikian, petani bisa meraup untung dari usaha tersebut.

Bupati Baddrut Tamam menyatakan, pemkab memperjuangkan harga garam yang layak. Beberapa waktu lalu kepala daerah di Madura bersurat kepada presiden mengenai usulan harga kandungan NaCl itu.

Namun, kata Baddrut, butuh perjuangan lanjutan. Sekarang HPP belum ditentukan. Pemerintah mulai mengubah klasifikasi garam, dari yang semula tambang menjadi perdagangan. ”Kami sudah berjuang, tapi butuh tahapan,” ujarnya.

Direktur Keuangan PT Garam (Persero) Anang Abdul Qoyum membenarkan HPP garam belum ditetapkan. Pihaknya berharap dalam waktu dekat ketentuan harga itu diputuskan. ”Mudah-mudahan segera ditetapkan,” harapnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/