alexametrics
18.5 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Tahun 2020 Rencanakan Produksi 1.200 Kubik

PAMEKASAN – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madura menjadi salah satu penyuplai kebutuhan kayu. Pada 2020, lembaga tersebut akan memproduksi 1.200 kubik kayu di hutan yang ada di Pamekasan dan Bangkalan. Terdiri dari pohon akasia, mahoni, jati, dan sonokeling.

Kepala Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Bunder Heni Tri Purwanti mengatakan bahwa untuk 2019 penebangannya sudah selesai. Penebangan pohon tidak bisa sembarangan. Ada metode peneresan untuk memotong kayu. ”Kalau kayu sudah melewati peneresan lebih awet dan lebih mahal,” terangnya.

Kasi Kelola Sumber Daya Hutan (SDH) Perum Perhutani KPH Madura Salehudin menjelaskan hal senada. ”Kita melihat kondisi pohon, karena pohon itu adalah aset biologis yang perlu diperhitungkan umurnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Produksi Perhutani Didominasi Kayu Jati

Penanaman pohon atau reboisasi bisa menelan banyak biaya. Pada 2018, aset biologis tersebut menelan Rp 3 miliar lebih. Dana tersebut digunakan untuk persemaian, persiapan tanaman, penanaman, dan pemeliharaan pohon.

Salehudin mengatakan, aset tersebut nantinya tidak sekadar punya nilai jual, tapi juga menjadi napas dunia. Khususnya pohon-pohon di hutan lindung yang memang dikhususkan untuk mencegah bencana. (c2)

PAMEKASAN – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madura menjadi salah satu penyuplai kebutuhan kayu. Pada 2020, lembaga tersebut akan memproduksi 1.200 kubik kayu di hutan yang ada di Pamekasan dan Bangkalan. Terdiri dari pohon akasia, mahoni, jati, dan sonokeling.

Kepala Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Bunder Heni Tri Purwanti mengatakan bahwa untuk 2019 penebangannya sudah selesai. Penebangan pohon tidak bisa sembarangan. Ada metode peneresan untuk memotong kayu. ”Kalau kayu sudah melewati peneresan lebih awet dan lebih mahal,” terangnya.

Kasi Kelola Sumber Daya Hutan (SDH) Perum Perhutani KPH Madura Salehudin menjelaskan hal senada. ”Kita melihat kondisi pohon, karena pohon itu adalah aset biologis yang perlu diperhitungkan umurnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Galang Dana Kemanusiaan untuk Rohingya

Penanaman pohon atau reboisasi bisa menelan banyak biaya. Pada 2018, aset biologis tersebut menelan Rp 3 miliar lebih. Dana tersebut digunakan untuk persemaian, persiapan tanaman, penanaman, dan pemeliharaan pohon.

Salehudin mengatakan, aset tersebut nantinya tidak sekadar punya nilai jual, tapi juga menjadi napas dunia. Khususnya pohon-pohon di hutan lindung yang memang dikhususkan untuk mencegah bencana. (c2)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/