alexametrics
21 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Pembangunan Pamekasan Terbaik Se-Madura

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Pembangunan di Pamekasan semakin baik. Bukti konkretnya adalah kenaikan Pamekasan dari peringkat 31 ke-30 di Jawa Timur. Sementara untuk regional Madura, Pamekasan dianggap terbaik dari tiga kabupaten lainnya.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar. Pernyataan itu disampaikan saat bersilaturahmi langsung dengan Kades dan lurah se-Pamekasan di lapangan Desa Pegantenan, Kecamatan Pegantenan, Sabtu (1/8).

Halim mengatakan, kenaikan peringkat menjadi lebih baik bukan perkara mudah. Butuh sinergisitas dari pemerintahan terkecil di desa-desa hingga kabupaten. ”Bukan hal yang mudah untuk mendongkrak ranking ini,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, perbaikan pembangunan di Pamekasan bukan semata-mata karena bupatinya. Semua itu jelas tidak lepas dari dukungan dari seluruh kepala desa dan lurah di Kabupaten Pamekasan.

Dalam kesempatan itu, politikus PKB itu menyampaikan bahwa konsep pembangunan desa di Indonesia sederhana. Pertama, desa tanpa kemiskinan. ”Desa-desa harus bebas dari kemiskinan, dan kalau sekarang masih ada, kita upayakan agar kemiskinan terus-menerus turun,” katanya.

Selain itu, konsep kedua adalah desa tanpa kelaparan. ”Jangan sampai ada warga desa kita yang tidak bisa makan atau makan sekali sehari, dan adalah tugas kita untuk memantau rakyat di masing-masing desa,” sambungnya.

Baca Juga :  Pemkab Apresiasi Gerakan Sosial Bank Bukopin di Tengah Pandemi

Konsep ketiga, pendidikan yang berkualitas dan keempat warganya sehat. Halim mengatakan bahwa Pamekasan sudah melangkah lebih baik. Salah satunya dibuktikan dengan pemberian beasiswa untuk santri tidak mampu dan adanya layanan kesehatan berupa call care.

”Kalau ini terus berjalan baik, maka lima sampai sepuluh tahun ke depan, Pamekasan peringkatnya akan terus naik di tingkat Jawa Timur. Dan kuncinya tidak hanya di bupati, tapi juga ada di kepala desa,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam berharap Mendes PDTT terus berjuang memberikan yang terbaik untuk Indonesia melalui pembangunan di desa-desa. Dia juga berharap Mendes bisa memfasilitasi iktikad membangun desa makmur dan desa mandiri di Pamekasan.

Baddrut juga menyampaikan bahwa Pemkab Pamekasan sudah melakukan strategi pembangunan. Di antaranya adalah reformasi birokrasi. Wujudnya adalah mal pelayanan publik (MPP).

”Kami menerima penghargaan dari Muri sebagai bupati dan wakil bupati tercepat dalam membangun mal pelayanan publik, dan mal ini tidak lain untuk mempermudah dan mempercepat seluruh kepentingan masyarakat di bidang administrasi,” ungkapnya.

Pihaknya akan terus melakukan terobosan-terobosan out of the box. Salah satu yang baru adalah program Pamekasan Call Care (PCC) atau program dijemputnya orang sakit dan diantar kembali ke rumah menggunakan mobil Sigap di desa-desa.

Baca Juga :  Achmad Syafii-Khalil Asy’ari Sukses Jalankan Program

”Seluruh Kades sudah menerima mobil Sigap. Di mobil tersebut ada nomor telepon yang bisa dihubungi. Dari nomor itu masyarakat bisa menelepon dan mendapat pelayanan sekaligus layanan konsultasi kesehatan,” terangnya.

Sementara di bidang ekonomi, pemkab mendorong desa tematik sesuai dengan potensi desa. Tahun ini pemkab melatih 1.558 calon pengusaha baru dari desa-desa. Sebagian sudah ada yang bisa membuat songkok dan sandal.

Produksi dari tangan-tangan pengusaha di desa-desa ini akan diputar di Pamekasan. ”Harapan saya, saya dan Pak Wabup ketika berkegiatan bisa memakai sepatu yang diproduksi masyarakat di desa-desa,” ungkapnya.

Bidang ini akan mendorong kemandirian masyarakat di bidang ekonomi. Dengan begitu, masyarakat bisa sejahtera dan makmur. Di bidang pendidikan, pemkab tahun ini memberikan beasiswa kepada 2.000 santri dengan kategori tidak mampu dan hafal Al-Qura’n.

”Kita berpikir, generasi hebat dengan segala sumber daya yang dimilikinya, secara sendirinya akan mengantarkan kabupaten ini bersaing dengan kabupaten maju lain di Indoensia,” tukasnya.

Selain itu, di bidang infrastruktur, pemkab akan memfasilitasi pembangunan di desa-desa. Termasuk kekurangan air di sejumlah desa setiap musim kemarau dan akses jalan yang masih rusak yang berada di sejumlah akses. (ky)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Pembangunan di Pamekasan semakin baik. Bukti konkretnya adalah kenaikan Pamekasan dari peringkat 31 ke-30 di Jawa Timur. Sementara untuk regional Madura, Pamekasan dianggap terbaik dari tiga kabupaten lainnya.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar. Pernyataan itu disampaikan saat bersilaturahmi langsung dengan Kades dan lurah se-Pamekasan di lapangan Desa Pegantenan, Kecamatan Pegantenan, Sabtu (1/8).

Halim mengatakan, kenaikan peringkat menjadi lebih baik bukan perkara mudah. Butuh sinergisitas dari pemerintahan terkecil di desa-desa hingga kabupaten. ”Bukan hal yang mudah untuk mendongkrak ranking ini,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, perbaikan pembangunan di Pamekasan bukan semata-mata karena bupatinya. Semua itu jelas tidak lepas dari dukungan dari seluruh kepala desa dan lurah di Kabupaten Pamekasan.

Dalam kesempatan itu, politikus PKB itu menyampaikan bahwa konsep pembangunan desa di Indonesia sederhana. Pertama, desa tanpa kemiskinan. ”Desa-desa harus bebas dari kemiskinan, dan kalau sekarang masih ada, kita upayakan agar kemiskinan terus-menerus turun,” katanya.

Selain itu, konsep kedua adalah desa tanpa kelaparan. ”Jangan sampai ada warga desa kita yang tidak bisa makan atau makan sekali sehari, dan adalah tugas kita untuk memantau rakyat di masing-masing desa,” sambungnya.

Baca Juga :  Ban Truk Meletus, Pekerja Bengkel Tewas

Konsep ketiga, pendidikan yang berkualitas dan keempat warganya sehat. Halim mengatakan bahwa Pamekasan sudah melangkah lebih baik. Salah satunya dibuktikan dengan pemberian beasiswa untuk santri tidak mampu dan adanya layanan kesehatan berupa call care.

”Kalau ini terus berjalan baik, maka lima sampai sepuluh tahun ke depan, Pamekasan peringkatnya akan terus naik di tingkat Jawa Timur. Dan kuncinya tidak hanya di bupati, tapi juga ada di kepala desa,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam berharap Mendes PDTT terus berjuang memberikan yang terbaik untuk Indonesia melalui pembangunan di desa-desa. Dia juga berharap Mendes bisa memfasilitasi iktikad membangun desa makmur dan desa mandiri di Pamekasan.

Baddrut juga menyampaikan bahwa Pemkab Pamekasan sudah melakukan strategi pembangunan. Di antaranya adalah reformasi birokrasi. Wujudnya adalah mal pelayanan publik (MPP).

”Kami menerima penghargaan dari Muri sebagai bupati dan wakil bupati tercepat dalam membangun mal pelayanan publik, dan mal ini tidak lain untuk mempermudah dan mempercepat seluruh kepentingan masyarakat di bidang administrasi,” ungkapnya.

Pihaknya akan terus melakukan terobosan-terobosan out of the box. Salah satu yang baru adalah program Pamekasan Call Care (PCC) atau program dijemputnya orang sakit dan diantar kembali ke rumah menggunakan mobil Sigap di desa-desa.

Baca Juga :  Keren Niih Bocah-Bocah, Isi Liburan dengan Belajar Menulis

”Seluruh Kades sudah menerima mobil Sigap. Di mobil tersebut ada nomor telepon yang bisa dihubungi. Dari nomor itu masyarakat bisa menelepon dan mendapat pelayanan sekaligus layanan konsultasi kesehatan,” terangnya.

Sementara di bidang ekonomi, pemkab mendorong desa tematik sesuai dengan potensi desa. Tahun ini pemkab melatih 1.558 calon pengusaha baru dari desa-desa. Sebagian sudah ada yang bisa membuat songkok dan sandal.

Produksi dari tangan-tangan pengusaha di desa-desa ini akan diputar di Pamekasan. ”Harapan saya, saya dan Pak Wabup ketika berkegiatan bisa memakai sepatu yang diproduksi masyarakat di desa-desa,” ungkapnya.

Bidang ini akan mendorong kemandirian masyarakat di bidang ekonomi. Dengan begitu, masyarakat bisa sejahtera dan makmur. Di bidang pendidikan, pemkab tahun ini memberikan beasiswa kepada 2.000 santri dengan kategori tidak mampu dan hafal Al-Qura’n.

”Kita berpikir, generasi hebat dengan segala sumber daya yang dimilikinya, secara sendirinya akan mengantarkan kabupaten ini bersaing dengan kabupaten maju lain di Indoensia,” tukasnya.

Selain itu, di bidang infrastruktur, pemkab akan memfasilitasi pembangunan di desa-desa. Termasuk kekurangan air di sejumlah desa setiap musim kemarau dan akses jalan yang masih rusak yang berada di sejumlah akses. (ky)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/