alexametrics
22.9 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

CJH Dipastikan Gagal Berangkat

PAMEKASAN – Ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Pamekasan dipastikan gagal berangkat tahun ini. Kepastian tersebut disampaikan Kepala Kemenag Pamekasan Afandi.

”Bapak Menteri Agama telah memutuskan pembatalan pemberangkatan ibadah haji tahun ini. Secara otomatis, ratusan CJH asal Pamekasan tahun ini gagal berangkat,” ujar Afandi kemarin (2/6).

Kebijakan tersebut tertuang dalam putusan Menteri Agama 994/2020 tentang Pembatalan Pemberangkatan Haji. Pihaknya akan menyosialisasikan kepada jamaah melalui KBIH.

”Tentu pembatalan ini karena Covid-19. Kebijakan pemerintah ini dilakukan karena mengedepankan keselamatan jamaah,” ujar pria berkacamata tersebut.

Lalu bagaimana dengan CJH yang telah melunasi biaya pelunasan ibadah haji (BPIH)? Afandi menegaskan, BPIH tersebut bisa diambil oleh calon jamaah. Berdasarkan data di lembaganya, ada sekitar 982 CJH yang telah melunasi BPIH. Sementara 133 CJH lainnya belum.

Baca Juga :  Deklarasi Road Safety Menuju Zero Accident

”Kalau mau diminta oleh CJH, Kemenag Pamekasan siap memfasilitasi itu untuk pengambilan atau penarikan BPIH,” terangnya.

Jika tidak diambil, jelas Afandi, BPIH akan dikelola secara khusus oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Kemudian, manfaat dari pengelolaan pelunasan itu akan diberikan sebelum pemberangkatan jamaah haji 2021.

Tim pemandu haji daerah (TPHD) juga dibatalkan. Kemudian, disarankan pemkab mengusulkan kembali pada 2021. Dia mengimbau agar CJH bersabar. Sebab, kebijakan itu diambil demi keselamatan, kenyamanan, dan perlindungan CJH.

”Semoga Covid-19 bisa segera berakhir dan tahun depan CJH kembali normal menjalankan ibadah di Tanah Suci, Makkah Al-Mukarramah,” tukasnya. 

- Advertisement -

PAMEKASAN – Ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Pamekasan dipastikan gagal berangkat tahun ini. Kepastian tersebut disampaikan Kepala Kemenag Pamekasan Afandi.

”Bapak Menteri Agama telah memutuskan pembatalan pemberangkatan ibadah haji tahun ini. Secara otomatis, ratusan CJH asal Pamekasan tahun ini gagal berangkat,” ujar Afandi kemarin (2/6).

Kebijakan tersebut tertuang dalam putusan Menteri Agama 994/2020 tentang Pembatalan Pemberangkatan Haji. Pihaknya akan menyosialisasikan kepada jamaah melalui KBIH.


”Tentu pembatalan ini karena Covid-19. Kebijakan pemerintah ini dilakukan karena mengedepankan keselamatan jamaah,” ujar pria berkacamata tersebut.

Lalu bagaimana dengan CJH yang telah melunasi biaya pelunasan ibadah haji (BPIH)? Afandi menegaskan, BPIH tersebut bisa diambil oleh calon jamaah. Berdasarkan data di lembaganya, ada sekitar 982 CJH yang telah melunasi BPIH. Sementara 133 CJH lainnya belum.

Baca Juga :  Baddrut Janji Usut Penyebar Prasasti

”Kalau mau diminta oleh CJH, Kemenag Pamekasan siap memfasilitasi itu untuk pengambilan atau penarikan BPIH,” terangnya.

Jika tidak diambil, jelas Afandi, BPIH akan dikelola secara khusus oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Kemudian, manfaat dari pengelolaan pelunasan itu akan diberikan sebelum pemberangkatan jamaah haji 2021.

Tim pemandu haji daerah (TPHD) juga dibatalkan. Kemudian, disarankan pemkab mengusulkan kembali pada 2021. Dia mengimbau agar CJH bersabar. Sebab, kebijakan itu diambil demi keselamatan, kenyamanan, dan perlindungan CJH.

”Semoga Covid-19 bisa segera berakhir dan tahun depan CJH kembali normal menjalankan ibadah di Tanah Suci, Makkah Al-Mukarramah,” tukasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Temukan 7 HP, 8 Motor, dan 11 STNK

Bakal Hibahkan 82 Unit Kendaraan

Baru Dua Pasar Tahap Pengerjaan

Artikel Terbaru

/