alexametrics
20.9 C
Madura
Friday, July 8, 2022

Kades Sulap Tempat Mesum Jadi Wisata

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Bukit Brukoh menjadi salah satu tempat wisata yang menarik minat pengunjung. Bahkan, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam juga sudah berkunjung ke destinasi yang dikelola Desa Bajang itu Senin (1/3). Padahal, dulu bukit tersebut sering dijadikan tempat mesum.

Kades Bajang Moh. Mokri mengakui Bukit Brukoh dulu sering dijadikan tempat mesum. Namun seiring waktu, tempat anak-anak muda melakukan aksi mesum tersebut didesain. Kemudian, menjadi wisata. Sejak saat itu, tempat tersebut lebih terkendali dan terkelola dengan baik dan bernilai ekonomi.

Namun, karena situasi pandemi Covid-19, bukit itu hampir setahun ditutup, sejak awal 2020. Dengan demikian, tempat tersebut tidak lagi dikunjungi dan sejumlah ikon wisata tidak benar-benar terawat. ”Dulu di sini sering dijadikan tempat mesum,” ungkap Mokri.

Plt Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora) Pamekasan Masrukin mengatakan, bupati sudah melihat langsung kondisi wisata tersebut. Animo masyarakat di Pamekasan terhadap destinasi wisata sangat besar. Namun, pihaknya belum menemukan formulasi yang tepat untuk mengembangkan seluruh tempat wisata dan potensi kawasan wisata di Bumi Pamelingan.

Baca Juga :  Infrastruktur untuk Mempercepat Mobilitas Ekonomi

Saat ini, kata Masrukin, baru akan digarap Raperda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Pamekasan 2020–2040. Dari raperda tersebut, akan diketahui formulasi pengembangan dan kawasan wisata. Dengan begitu, objek wisata ini bisa dikemas dan digarap bersama-sama menjadi lebih ikonik lagi.

Dampak positifnya bisa menyita banyak perhatian dan akhirnya bisa mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). ”Kemudian, profilnya masuk kalender dan setiap tahun ada event wisata,” terangnya.

Selama ini, PAD dari sektor wisata sangat buncit. Pemkab belum menemukan jalan keluar atas hal itu. Formulasi yang akan dirumuskan, misalnya, pembangunan pariwisata berupa infrastruktur dan pemetaan kawasan pariwisata.

”Sumbangsih PAD sektor wisata ini masih kecil. Namun, kita optimistis,” terangnya. Sebagaimana diketahui, pada 2019 dan 2020, Pemkab Pamekasan hanya memperoleh PAD Rp 60 juta dari sektor wisata ini. ”Ini menjadi tantangan kita ke depan,” katanya.

Baca Juga :  Baddrut Tamam Pemimpin Andhap Asor, Rakyat Kompak Berikan Dukungan

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Khairul Umam berharap, formulasi pembangunan sektor pariwisata ini digarap serius. Sebab, sektor ini berpotensi menunjang perekonomian di tengah keterpurukan ekonomi.

Menurut dia, potensi wisata di Pamekasan ini bagus. Karena itu, segera dicari formulasinya secara bersama-sama agar berkembang, nilai ekonominya dinikmati masyarakat, dan mendongkrak PAD. ”Yang ujung-ujungnya juga untuk pembangunan Pamekasan,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Baddrut Tamam turun ke Desa Klompang Timur dan Bajang, Kecamatan Pakong, Senin (1/3). Di Klompang Timur meninjau tanaman alpukat. Di Bajang meninjau Wisata Sawah dan Bukit Brukoh. (ky)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Bukit Brukoh menjadi salah satu tempat wisata yang menarik minat pengunjung. Bahkan, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam juga sudah berkunjung ke destinasi yang dikelola Desa Bajang itu Senin (1/3). Padahal, dulu bukit tersebut sering dijadikan tempat mesum.

Kades Bajang Moh. Mokri mengakui Bukit Brukoh dulu sering dijadikan tempat mesum. Namun seiring waktu, tempat anak-anak muda melakukan aksi mesum tersebut didesain. Kemudian, menjadi wisata. Sejak saat itu, tempat tersebut lebih terkendali dan terkelola dengan baik dan bernilai ekonomi.

Namun, karena situasi pandemi Covid-19, bukit itu hampir setahun ditutup, sejak awal 2020. Dengan demikian, tempat tersebut tidak lagi dikunjungi dan sejumlah ikon wisata tidak benar-benar terawat. ”Dulu di sini sering dijadikan tempat mesum,” ungkap Mokri.


Plt Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora) Pamekasan Masrukin mengatakan, bupati sudah melihat langsung kondisi wisata tersebut. Animo masyarakat di Pamekasan terhadap destinasi wisata sangat besar. Namun, pihaknya belum menemukan formulasi yang tepat untuk mengembangkan seluruh tempat wisata dan potensi kawasan wisata di Bumi Pamelingan.

Baca Juga :  WTP Lima Kali, Raih Penghargaan Menkeu

Saat ini, kata Masrukin, baru akan digarap Raperda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Pamekasan 2020–2040. Dari raperda tersebut, akan diketahui formulasi pengembangan dan kawasan wisata. Dengan begitu, objek wisata ini bisa dikemas dan digarap bersama-sama menjadi lebih ikonik lagi.

Dampak positifnya bisa menyita banyak perhatian dan akhirnya bisa mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). ”Kemudian, profilnya masuk kalender dan setiap tahun ada event wisata,” terangnya.

Selama ini, PAD dari sektor wisata sangat buncit. Pemkab belum menemukan jalan keluar atas hal itu. Formulasi yang akan dirumuskan, misalnya, pembangunan pariwisata berupa infrastruktur dan pemetaan kawasan pariwisata.

”Sumbangsih PAD sektor wisata ini masih kecil. Namun, kita optimistis,” terangnya. Sebagaimana diketahui, pada 2019 dan 2020, Pemkab Pamekasan hanya memperoleh PAD Rp 60 juta dari sektor wisata ini. ”Ini menjadi tantangan kita ke depan,” katanya.

Baca Juga :  Sekolah Swasta Harus Tingkatkan Kualitas

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Khairul Umam berharap, formulasi pembangunan sektor pariwisata ini digarap serius. Sebab, sektor ini berpotensi menunjang perekonomian di tengah keterpurukan ekonomi.

Menurut dia, potensi wisata di Pamekasan ini bagus. Karena itu, segera dicari formulasinya secara bersama-sama agar berkembang, nilai ekonominya dinikmati masyarakat, dan mendongkrak PAD. ”Yang ujung-ujungnya juga untuk pembangunan Pamekasan,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Baddrut Tamam turun ke Desa Klompang Timur dan Bajang, Kecamatan Pakong, Senin (1/3). Di Klompang Timur meninjau tanaman alpukat. Di Bajang meninjau Wisata Sawah dan Bukit Brukoh. (ky)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/