alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Hujan Sekejap, KPU Kembali Tergenang Banjir

PAMEKASAN – Mimpi Pemerintah Kabupayen (Pemkab) Pamekasan untuk membebaskan banjir pada 2018 tak terwujud. Buktinya, memasuki awal Januari ini Kota Gerbang Salam sudah digenangi banjir padahal hujan hanya turun sekitar satu jam.

Akibatnya sejumlah intansi pemerintahan tergenang. Paling parah terjadi di kantor KPU Jalan Brawijaya, Pamekasan. Di kantor tersebut genangan air sampai di atas lutut orang dewasa. Aktivitas perkantoran pun tidak bisa berjalan normal.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), sejumlah berkas harus dinaikkan ke atas meja karena khawatir terkena air. Bahkan ada beberapa dokumen yang basah. Sebuah akuarium di salah satu ruangan juga terlihat mengambang.

Meski demikian, ada juga petugas yang masih bekerja di dalam kantor. Petugas tersebut duduk di sebuah meja kerja sambil mengoperasionalkan laptop. Meski demikian, laptop tersebut tidak disambungkan dengan colokan listrik.

Baca Juga :  DLH Imbau Desa Serius Kelola Sampah

Sebab, aliran listrik di KPU dimatikan. Hal itu dilakukan guna mencegah terjadinya korsleting listrik. ”Ini pakai laptop tapi tidak disambungkan ke colokan listrik. Jadi tidak bahaya,” kata petugas tersebut.

Di tempat yang sama, salah satu anggota PPK Kecamatan Kota Pamekasan Ali Wahdi yang siang kemarin berada di KPU juga tampak memindahkan berkas ke meja. Menurut Wahdi, banjir di KPU ini bukan kali pertama terjadi. Sebab kantor KPU memang berada di kawasan rendah dan minim resapan air. ”Di sini memang langganan banjir,” kata Wahdi.

Dikonfirmasi terpisah, Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Pamekasan Budi Cahyono mengatakan bahwa ada tiga faktor mengapa kantor KPU sering tergenang banjir. Pertama, di sepanjang sungai jalan Brawijaya saat ini dibangun banyak jembatan. Ironisnya, jembatan itu dibangun rata dengan permukaan sungai.

Baca Juga :  Pemateri Pekan Ngaji III dari Malaysia dan Brunei Darussalam Tiba

”Kalau jembatannya rata dengan permukaan sungai, berarti dasarnya kan di bawah permukaan. Ini yang menyebabkan air tergenang,” katanya.

Faktor kedua, aliran air di sebelah timur utara di depan SDI Al-Munawwarah juga banyak yang tertutup. Akibatnya, ketika ada kiriman air, mudah menggenang dan menyebabkan banjir.

”Faktor lainnya karena di sini sudah minim area resapan air. Sebab sudah banyak tambahan bangunan permanen,” tambahnya.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini, tidak cukup hanya diatasi satu instansi. Butuh sinergi lintas sektoral agar kantor KPU tidak langganan banjir. ”Kami sudah koordinasi dengan dinas PUPR dan sudah memberi beberapa masukan,” tukasnya.

PAMEKASAN – Mimpi Pemerintah Kabupayen (Pemkab) Pamekasan untuk membebaskan banjir pada 2018 tak terwujud. Buktinya, memasuki awal Januari ini Kota Gerbang Salam sudah digenangi banjir padahal hujan hanya turun sekitar satu jam.

Akibatnya sejumlah intansi pemerintahan tergenang. Paling parah terjadi di kantor KPU Jalan Brawijaya, Pamekasan. Di kantor tersebut genangan air sampai di atas lutut orang dewasa. Aktivitas perkantoran pun tidak bisa berjalan normal.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), sejumlah berkas harus dinaikkan ke atas meja karena khawatir terkena air. Bahkan ada beberapa dokumen yang basah. Sebuah akuarium di salah satu ruangan juga terlihat mengambang.

Meski demikian, ada juga petugas yang masih bekerja di dalam kantor. Petugas tersebut duduk di sebuah meja kerja sambil mengoperasionalkan laptop. Meski demikian, laptop tersebut tidak disambungkan dengan colokan listrik.

Baca Juga :  Rumah Kebanjiran, Lansia Pingsan, Dievakuasi ke RS Pakai Ambulans

Sebab, aliran listrik di KPU dimatikan. Hal itu dilakukan guna mencegah terjadinya korsleting listrik. ”Ini pakai laptop tapi tidak disambungkan ke colokan listrik. Jadi tidak bahaya,” kata petugas tersebut.

Di tempat yang sama, salah satu anggota PPK Kecamatan Kota Pamekasan Ali Wahdi yang siang kemarin berada di KPU juga tampak memindahkan berkas ke meja. Menurut Wahdi, banjir di KPU ini bukan kali pertama terjadi. Sebab kantor KPU memang berada di kawasan rendah dan minim resapan air. ”Di sini memang langganan banjir,” kata Wahdi.

Dikonfirmasi terpisah, Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Pamekasan Budi Cahyono mengatakan bahwa ada tiga faktor mengapa kantor KPU sering tergenang banjir. Pertama, di sepanjang sungai jalan Brawijaya saat ini dibangun banyak jembatan. Ironisnya, jembatan itu dibangun rata dengan permukaan sungai.

Baca Juga :  KBM Libur, Santri Fokus Kegiatan Keagamaan

”Kalau jembatannya rata dengan permukaan sungai, berarti dasarnya kan di bawah permukaan. Ini yang menyebabkan air tergenang,” katanya.

Faktor kedua, aliran air di sebelah timur utara di depan SDI Al-Munawwarah juga banyak yang tertutup. Akibatnya, ketika ada kiriman air, mudah menggenang dan menyebabkan banjir.

”Faktor lainnya karena di sini sudah minim area resapan air. Sebab sudah banyak tambahan bangunan permanen,” tambahnya.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini, tidak cukup hanya diatasi satu instansi. Butuh sinergi lintas sektoral agar kantor KPU tidak langganan banjir. ”Kami sudah koordinasi dengan dinas PUPR dan sudah memberi beberapa masukan,” tukasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/