alexametrics
20.9 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Produksi Perhutani Didominasi Kayu Jati

PAMEKASAN – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madura hanya memiliki dua tempat penimbunan kayu (TPK). Yakni, di Pamekasan dan Sumenep. Kayu hasil produksi Perhutani di dua TPK tersebut didominasi jenis jati.

TPK di Pamekasan berada di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu. Di TPK tersebut menyimpan bahan mentah atau kayu gelondongan hasil hutan produksi Perum Perhutani Madura bagian barat. Mulai Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan.

Kayu-kayu yang sudah dipetakkan ke dalam tipe A3, A2, dan A1 tersebut nantinya akan dijual. ”Di sini hanya penimbunannya. Proses jual belinya bisa dengan kontrak atau melalui online dan tinggal diangkut,” terang Kepala TPK Bunder Heni Tri Purwanti kemarin (1/11).

Baca Juga :  Iconis Lima, Negara Pakistan dan India Berpartisipasi

Heni menjelaskan, pada 2018, pasokan kayu ke TPK sekitar 2.000-an kubik. Saat itu penjualan tidak lancar. Tersisa sekitar 886 kubik. Pada 2019, pasokan kayu baru sekitar 1.200-an kubik.

Hari ini kayu yang ada di TPK Bunder sudah sekitar 2.000-an kubik. ”Kayu-kayunya memang didominasi jenis jati,” ungkap Heni. Kayu jenis lain tidak seberapa banyak.

Sebelumnya, Kasi Kelola Sumber Daya Hutan (SDH) Perum Perhutani KPH Madura Salehudin mengatakan, pada 2018, penghasilan penjualan kayu hutan produksi mencapai sekitar Rp 2,7 miliar. ”Kayu-kayu yang akan dijual tersebut tidak langsung laku, karena biasanya masih ada sisa dari tahun sebelumnya yang belum laku, dan juga ke tahun berikutnya,” terangnya. (c2)

Baca Juga :  Menko Polhukam ke Pamekasan Temui Keluarga

PAMEKASAN – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madura hanya memiliki dua tempat penimbunan kayu (TPK). Yakni, di Pamekasan dan Sumenep. Kayu hasil produksi Perhutani di dua TPK tersebut didominasi jenis jati.

TPK di Pamekasan berada di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu. Di TPK tersebut menyimpan bahan mentah atau kayu gelondongan hasil hutan produksi Perum Perhutani Madura bagian barat. Mulai Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan.

Kayu-kayu yang sudah dipetakkan ke dalam tipe A3, A2, dan A1 tersebut nantinya akan dijual. ”Di sini hanya penimbunannya. Proses jual belinya bisa dengan kontrak atau melalui online dan tinggal diangkut,” terang Kepala TPK Bunder Heni Tri Purwanti kemarin (1/11).

Baca Juga :  Upaya Disdik Pamekasan Tingkatkan Mutu Pendidikan

Heni menjelaskan, pada 2018, pasokan kayu ke TPK sekitar 2.000-an kubik. Saat itu penjualan tidak lancar. Tersisa sekitar 886 kubik. Pada 2019, pasokan kayu baru sekitar 1.200-an kubik.

Hari ini kayu yang ada di TPK Bunder sudah sekitar 2.000-an kubik. ”Kayu-kayunya memang didominasi jenis jati,” ungkap Heni. Kayu jenis lain tidak seberapa banyak.

Sebelumnya, Kasi Kelola Sumber Daya Hutan (SDH) Perum Perhutani KPH Madura Salehudin mengatakan, pada 2018, penghasilan penjualan kayu hutan produksi mencapai sekitar Rp 2,7 miliar. ”Kayu-kayu yang akan dijual tersebut tidak langsung laku, karena biasanya masih ada sisa dari tahun sebelumnya yang belum laku, dan juga ke tahun berikutnya,” terangnya. (c2)

Baca Juga :  Kerjakan Proyek sebelum Penetapan APBDes
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/