alexametrics
20.8 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Ribuan Warga Gelar Pawai Obor dan Nonton Film G30S/PKI

PAMEKASAN – Ribuan umat Islam dari berbagai organisasi menonton film G30S/PKI di areal Monumen Arek Lancor Sabtu malam (30/9). Sebelum menonton film sejarah tersebut, mereka berkumpul di Jalan Kabupaten, depan Pandapa Ronggosukowati, Pamekasan.

Mereka dari berbagai kecamatan dan pesantren di Pamekasan. Mereka tergabung dalam Gerakan Umat Islam Pamekasan (GUIP). Sebagaimana tersebar di maklumat, mereka berasal dari beberapa organisasi.

Di antaranya, dari Muhammadiyah, Sarikat Islam (SI), Pemuda Pancasila, KAHMI, dan HMI Pamekasan, Basra, dan ormas-ormas lainnya. Sekitar pukul 19.00, mereka berjalan kaki menuju Monumen Arek Lancor, tempat diputarnya film G30S/PKI.

Saat long march, ribuan umat Islam menyalakan obor. Obor dari bambu itu mereka bawa hingga tiba di Arek Lancor. Salawat dan takbir menggema.

Baca Juga :  Nyanyi di Persimpangan Jalan, Dinsos Pamekasan Razia 61 Pengamen

Ribuan umat Islam yang menggelar pawai obor itu memanjang hingga kiloan meter. Ketika tiba di Arek Lancor, peserta lainnya masih berada di Perempatan Gadin. Pawai itu mendapat pengawalan aparat kepolisian.

Sebelum pemutaran film G30S/PKI dimulai, ribuan umat Islam diberi wawasan sejarah kebangsaan. Kegiatan tersebut dihadiri Dandim 0826 Letkol Inf Nuryanto, Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho, dan sejumlah kiai, serta ulama.

Saat pemutaran film dimulai, ribuan umat Islam terlihat serius menonton. Mereka berkali-kali meneriakkan takbir. Film itu mereka tonton hingga selesai.

KH. Ali Karrar dalam sambutannya menjelaskan, pemutaran film G30S/PKI ini digelar untuk memberikan pemahaman sejarah kepada masyarakat. Khususnya, terkait PKI pada masa itu. ”Penting mengetahui sejarah perjalanan bangsa ini. Baik sejarah itu manis atau pahit sehingga bisa menjadi pijakan bagi generasi bangsa,” terangnya.

Baca Juga :  MAN 2 Pamekasan Sukses Gelar Matsama

Dandim 0826 Letkol Inf Nuryanto berharap, dengan diputarnya film itu, peristiwa seperti 1965 tidak kembali terjadi. Apalagi PKI sudah dilarang. ”Kami yakin kehadiran kita untuk mengetahui sejarah ini agar tidak terulang di masa yang akan datang,” ujar dia diamini Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho.

Selain di Arek Lancor, pemutran film G30S/PKI digelar di beberapa pesantren. Para santri tidak ketinggalan menyaksikan fim yang sudah tidak pernah ditayangkan sejak 1998 itu. Di antaranya, santri MTs Mambaul Ulum Bata-Bata dan santri Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar.

PAMEKASAN – Ribuan umat Islam dari berbagai organisasi menonton film G30S/PKI di areal Monumen Arek Lancor Sabtu malam (30/9). Sebelum menonton film sejarah tersebut, mereka berkumpul di Jalan Kabupaten, depan Pandapa Ronggosukowati, Pamekasan.

Mereka dari berbagai kecamatan dan pesantren di Pamekasan. Mereka tergabung dalam Gerakan Umat Islam Pamekasan (GUIP). Sebagaimana tersebar di maklumat, mereka berasal dari beberapa organisasi.

Di antaranya, dari Muhammadiyah, Sarikat Islam (SI), Pemuda Pancasila, KAHMI, dan HMI Pamekasan, Basra, dan ormas-ormas lainnya. Sekitar pukul 19.00, mereka berjalan kaki menuju Monumen Arek Lancor, tempat diputarnya film G30S/PKI.


Saat long march, ribuan umat Islam menyalakan obor. Obor dari bambu itu mereka bawa hingga tiba di Arek Lancor. Salawat dan takbir menggema.

Baca Juga :  Temui Cak Imin, Syafiuddin Kawal Aspirasi Nelayan

Ribuan umat Islam yang menggelar pawai obor itu memanjang hingga kiloan meter. Ketika tiba di Arek Lancor, peserta lainnya masih berada di Perempatan Gadin. Pawai itu mendapat pengawalan aparat kepolisian.

Sebelum pemutaran film G30S/PKI dimulai, ribuan umat Islam diberi wawasan sejarah kebangsaan. Kegiatan tersebut dihadiri Dandim 0826 Letkol Inf Nuryanto, Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho, dan sejumlah kiai, serta ulama.

Saat pemutaran film dimulai, ribuan umat Islam terlihat serius menonton. Mereka berkali-kali meneriakkan takbir. Film itu mereka tonton hingga selesai.

KH. Ali Karrar dalam sambutannya menjelaskan, pemutaran film G30S/PKI ini digelar untuk memberikan pemahaman sejarah kepada masyarakat. Khususnya, terkait PKI pada masa itu. ”Penting mengetahui sejarah perjalanan bangsa ini. Baik sejarah itu manis atau pahit sehingga bisa menjadi pijakan bagi generasi bangsa,” terangnya.

Baca Juga :  Nyanyi di Persimpangan Jalan, Dinsos Pamekasan Razia 61 Pengamen

Dandim 0826 Letkol Inf Nuryanto berharap, dengan diputarnya film itu, peristiwa seperti 1965 tidak kembali terjadi. Apalagi PKI sudah dilarang. ”Kami yakin kehadiran kita untuk mengetahui sejarah ini agar tidak terulang di masa yang akan datang,” ujar dia diamini Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho.

Selain di Arek Lancor, pemutran film G30S/PKI digelar di beberapa pesantren. Para santri tidak ketinggalan menyaksikan fim yang sudah tidak pernah ditayangkan sejak 1998 itu. Di antaranya, santri MTs Mambaul Ulum Bata-Bata dan santri Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/