alexametrics
25.1 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Wakil Bupati Tinggalkan Bupati

PAMEKASAN – Sekitar 50 hari ke depan, Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan Raja’e tidak bisa mendampingi Bupati Baddrut Tamam dalam menjalankan tugas. Dia bersama istri, Yuni Laulatul Fitriyah, akan melaksanakan ibadah haji.

Mereka sudah menggelar selamatan atau tasyakuran keberangkatan ke Makkah Al-Mukarramah di Pendapa Budaya beberapa waktu lalu. Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) hadir pada kegiatan tersebut.

Kabid Data, Pengadaan, dan Pembinaan Aparatur Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Pamekasan Suharto mengatakan, proses cuti Raja’e tidak diajukan ke instansinya. Sebab, Wabup pejabat eksekutif dan bukan ASN. ”Ketentuan cuti yang bersangkutan mengajukan ke Mendagri melalui gubernur,” kata Suharto.

Baca Juga :  2 Pasien Positif dan 3 PDP Bisa Pulang

ASN yang mengajukan cuti tahun ini cukup banyak. Sampai kemarin sudah mencapai 62 orang. Data tersebut diprediksi akan terus bertambah. ”Insyaallah masih ada yang akan menyetor cuti haji,” terangnya.

Puluhan ASN yang cuti haji tersebut berasal dari berbagai instansi atau unit kerja. Ada dari kalangan dinas pendidikan, dinas kesehatan, dinas tenaga kerja, RSUD, satpol PP, dan instansi-instansi lain. ”Tapi yang paling banyak yang bekerja di bawah naungan dinas pendidikan. Seperti guru SD atau SMP,” terangnya.

Lama mereka cuti selama lima puluh hari kalender. Terhitung mulai 10 Juli–28 Agustus 2019. Mereka harus menyetorkan bukti pelunasan biaya haji dari bank. ”Sebelum-sebelumnya sudah kami imbau agar mereka segera mengirim permohonan cuti,” terangnya.

Baca Juga :  Makan Sambil Diskusi dengan Doktor Cantik? Disini Tempatnya

Jabatan yang ditinggal karena cuti tidak perlu ditunjuk Plt atau Plh. Kecuali jika pimpinan OPD, kepala dinas, camat, maka harus ada Plh. ”Kalau hanya seperti bagian tidak usah,” terangnya.

Kepala Disdik Pamekasan Moch. Tarsun berharap kepala sekolah tetap memantau dan mengatur pelaksanaan pembelajaran dengan baik. Meskipun ada guru yang cuti haji, tidak sampai mengganggu pembelajaran. ”Mereka harus dididik sebagaimana mestinya,” pesan Tarsun.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Sekitar 50 hari ke depan, Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan Raja’e tidak bisa mendampingi Bupati Baddrut Tamam dalam menjalankan tugas. Dia bersama istri, Yuni Laulatul Fitriyah, akan melaksanakan ibadah haji.

Mereka sudah menggelar selamatan atau tasyakuran keberangkatan ke Makkah Al-Mukarramah di Pendapa Budaya beberapa waktu lalu. Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) hadir pada kegiatan tersebut.

Kabid Data, Pengadaan, dan Pembinaan Aparatur Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Pamekasan Suharto mengatakan, proses cuti Raja’e tidak diajukan ke instansinya. Sebab, Wabup pejabat eksekutif dan bukan ASN. ”Ketentuan cuti yang bersangkutan mengajukan ke Mendagri melalui gubernur,” kata Suharto.

Baca Juga :  Bupati Slamet Junaidi Ajak Santri Kerja Nyata

ASN yang mengajukan cuti tahun ini cukup banyak. Sampai kemarin sudah mencapai 62 orang. Data tersebut diprediksi akan terus bertambah. ”Insyaallah masih ada yang akan menyetor cuti haji,” terangnya.

Puluhan ASN yang cuti haji tersebut berasal dari berbagai instansi atau unit kerja. Ada dari kalangan dinas pendidikan, dinas kesehatan, dinas tenaga kerja, RSUD, satpol PP, dan instansi-instansi lain. ”Tapi yang paling banyak yang bekerja di bawah naungan dinas pendidikan. Seperti guru SD atau SMP,” terangnya.

Lama mereka cuti selama lima puluh hari kalender. Terhitung mulai 10 Juli–28 Agustus 2019. Mereka harus menyetorkan bukti pelunasan biaya haji dari bank. ”Sebelum-sebelumnya sudah kami imbau agar mereka segera mengirim permohonan cuti,” terangnya.

Baca Juga :  Bupati Pantau Pembangunan RSUD Kangean

Jabatan yang ditinggal karena cuti tidak perlu ditunjuk Plt atau Plh. Kecuali jika pimpinan OPD, kepala dinas, camat, maka harus ada Plh. ”Kalau hanya seperti bagian tidak usah,” terangnya.

Kepala Disdik Pamekasan Moch. Tarsun berharap kepala sekolah tetap memantau dan mengatur pelaksanaan pembelajaran dengan baik. Meskipun ada guru yang cuti haji, tidak sampai mengganggu pembelajaran. ”Mereka harus dididik sebagaimana mestinya,” pesan Tarsun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/