alexametrics
22.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Pencairan BLT DD Terkendala Administrasi

PAMEKASAN – Bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) di Desa Tanjung, Kecamatan Pegantenan, belum cair. Penyaluran bantuan terdampak coronavirus disease 2019 (Covid-19) itu terkendala administrasi.

Hal itu dibenarkan oleh Pj Camat Pegantenan Benny Hendriyanto. ”Iya benar, Pemdes Tanjung memang belum mencairkan BLT DD hingga saat ini,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin (1/6).

Menurut Benny, Pemdes Tanjung tidak menyalurkan BLT DD bukan karena tidak peduli kepada warganya. Tetapi, karena terkendala administrasi setelah Kades Tanjung Harun Ar-Rayid meninggal dunia beberapa waktu lalu.

”Karena penetapan penerima BLT DD harus ada SK Kades dan penatausahaan keuangan harus ditandatangani Kades. Jadi selama ini masih menunggu terbitnya SK bupati tentang penunjukan Pj Kades,” terang pria berkacamata tersebut.

Baca Juga :  24 Orang Pernah Kontak Langsung dengan Bocah 11 Tahun Positif Covid-19

Hal tersebut sesuai dengan Perda 5/2015 tentang Pedoman Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan, dan Pemberhentian Kades. Yakni, pada pasal 55 ayat 1 poin a. ”Kades berhenti karena meninggal dunia. Maka, diperlukan SK bupati tentang pemberhentian Kades dan pengangkatan Pj Kades,” terangnya.

Pencairan BLT DD tahap pertama di Desa Tanjung bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Pasalnya, sejak kemarin bupati telah menunjuk Pj Kades. ”Pj Kades staf Kecamatan Pegantenan,’ ujarnya.

Saat penyerahan SK sekaligus dilaksanakan musdes penetapan penerima BLT DD, musdes perubahan RKP dan perubahan APBDes. ”Saya mengimbau agar Pj Kades segera mungkin menyerahkan BLT DD tahap pertama mengingat desa-desa lain di Kecamatan Pegantenan sudah selesai,” pintanya.

Baca Juga :  Dua Petugas BNN Turut Diangkut

Sementara itu, Suhri Ridho selaku warga setempat berharap agar Pj Kades bisa bekerja dengan baik. Utamanya dalam kegiatan pembangunan, pemberdayaan, dan pencegahan Covid-19.

Juga harus mampu bekerja sama dengan masyarakat dan menjalin komunikasi yang baik. ”Sebagai orang baru di pemerintahan desa, tentu saya berharap bisa menjalin kerja sama dengan baik untuk stabilitas desa,” terangnya.

Program-program positif yang telah sukses dijalankan Kades Harun (almarhum, Red) dipertahankan dan dilanjutkan. ”Kami berharap BLT DD dapat segera disalurkan kepada masyarakat yang berhak,” tukas alumnus IAI Al-Khairat tersebut.

PAMEKASAN – Bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD) di Desa Tanjung, Kecamatan Pegantenan, belum cair. Penyaluran bantuan terdampak coronavirus disease 2019 (Covid-19) itu terkendala administrasi.

Hal itu dibenarkan oleh Pj Camat Pegantenan Benny Hendriyanto. ”Iya benar, Pemdes Tanjung memang belum mencairkan BLT DD hingga saat ini,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin (1/6).

Menurut Benny, Pemdes Tanjung tidak menyalurkan BLT DD bukan karena tidak peduli kepada warganya. Tetapi, karena terkendala administrasi setelah Kades Tanjung Harun Ar-Rayid meninggal dunia beberapa waktu lalu.


”Karena penetapan penerima BLT DD harus ada SK Kades dan penatausahaan keuangan harus ditandatangani Kades. Jadi selama ini masih menunggu terbitnya SK bupati tentang penunjukan Pj Kades,” terang pria berkacamata tersebut.

Baca Juga :  Satu Lagi Pasien Sembuh dari Korona

Hal tersebut sesuai dengan Perda 5/2015 tentang Pedoman Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan, dan Pemberhentian Kades. Yakni, pada pasal 55 ayat 1 poin a. ”Kades berhenti karena meninggal dunia. Maka, diperlukan SK bupati tentang pemberhentian Kades dan pengangkatan Pj Kades,” terangnya.

Pencairan BLT DD tahap pertama di Desa Tanjung bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Pasalnya, sejak kemarin bupati telah menunjuk Pj Kades. ”Pj Kades staf Kecamatan Pegantenan,’ ujarnya.

Saat penyerahan SK sekaligus dilaksanakan musdes penetapan penerima BLT DD, musdes perubahan RKP dan perubahan APBDes. ”Saya mengimbau agar Pj Kades segera mungkin menyerahkan BLT DD tahap pertama mengingat desa-desa lain di Kecamatan Pegantenan sudah selesai,” pintanya.

Baca Juga :  Dewan Kritik Bunga Pinjaman Modal

Sementara itu, Suhri Ridho selaku warga setempat berharap agar Pj Kades bisa bekerja dengan baik. Utamanya dalam kegiatan pembangunan, pemberdayaan, dan pencegahan Covid-19.

Juga harus mampu bekerja sama dengan masyarakat dan menjalin komunikasi yang baik. ”Sebagai orang baru di pemerintahan desa, tentu saya berharap bisa menjalin kerja sama dengan baik untuk stabilitas desa,” terangnya.

Program-program positif yang telah sukses dijalankan Kades Harun (almarhum, Red) dipertahankan dan dilanjutkan. ”Kami berharap BLT DD dapat segera disalurkan kepada masyarakat yang berhak,” tukas alumnus IAI Al-Khairat tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/