alexametrics
19.7 C
Madura
Friday, May 27, 2022

Bupati-Wabup Pamekasan Hibahkan Seluruh Gaji

PAMEKASAN – Penanganan Covid-19 di Pamekasan butuh keseriusan semua pihak. Mulai dari pemerintah desa hingga pemerintah kabupaten (pemkab). Bahkan, Bupati Baddrut Tamam dan Wabup Raja’e memutuskan untuk memberikan seluruh gajinya untuk menangani bencana Covid-19 mulai kemarin (1/4).

Keputusan penghibahan gaji tersebut disampaikan Bupati Baddrut Tamam saat memantau kedatangan dan mengedukasi puluhan santri Pesantren Nurul Jadid Paiton di terminal bongkar barang di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan.

Baddrut menjelaskan, bila pandemi Covid-19 ini menyerang seluruh wilayah di Pamekasan, maka rumah sakit dan puskesmas kemungkinan besar tidak akan cukup menampung. Untuk itu, langkah yang diambil adalah pencegahan dengan cara terus mendukung penanganan Covid-19 di semua jenjang, mulai dari desa hingga kabupaten.

”Selama pandemi ini, gaji saya dan Pak Wabup akan disumbangkan untuk penanganan Covid-19,” ungkapnya. Tujuan dari disumbangkannya gaji tersebut sebagai wujud komitmen dan kepedulian bupati dan Wabup untuk melindungi masyarakat di tengah wabah korona yang kian meresahkan.

Dengan harapan, dukungan gaji dari bupati dan Wabup tersebut juga bisa menjadi contoh bagi pejabat lain untuk mendukung penanganan Covid-19 di Pamekasan lebih maksimal dari tingkat kabupaten hingga desa. Penanganan Covid-19 di hulu akan diperketat dan terus dipantau. Dengan cara memantau orang-orang yang masuk, mulai dari pintu masuk hingga ke terminal-terminal.

Baca Juga :  Pelaku Usaha Hanya Tanggung Bunga Satu Persen Setahun

Upaya tersebut untuk menekan persebaran Covid-19. Karena bila telanjur jatuh korban di hilir atau di tengah masyarakat hingga di seluruh titik di desa-desa, maka daya tampung rumah sakit dan puskesmas kemungkinan besar tidak akan maksimal menampung. Dia mengakui puskesmas dan rumah sakit terbatas. Bahkan dokter spesialis terbatas, pun demikian tenaga medis.

”Jadi saya memohon kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga diri dari persebaran Covid-19 dengan cara terus mematuhi anjuran-anjuran pemerintah,” tambahnya.

Orang nomor satu di Pamekasan tersebut juga menyampaikan kepada santri-santri yang baru datang untuk melakukan pola hidup sehat dan bersih. Bupati mengimbau mereka untuk tetap berada di rumah dulu selama 14 hari. ”Tetap berkonsultasi. Bila ada apa-apa ke pusat kesehatan terdekat, biasakan cuci tangan, dan juga jaga jarak karena persebaran virus ini sangat cepat,” saran bupati.

Baca Juga :  37 Hari, Pengidap DBD Capai 115 Orang

Fahrur Rozi, seorang wali santri menyampaikan, langkah antisipasi Pemkab Pamekasan dalam mencegah persebaran Covid-19 sudah maksimal. Pemkab memantau dan mensterilkan pendatang dari luar Pamekasan dengan disinfektan.

”Ini sangat bagus untuk mencegah merebaknya virus corona. Bahkan sangat bagus untuk memutus mata rantai kemungkinan penularan Covid-19 di Pamekasan. Dan sampai di rumah saya akan membatasi anak saya keluar rumah sebagaimana anjuran pemerintah,” ungkapnya.

Langkah bupati dan Wabup yang menyumbangkan seluruh gajinya untuk penanganan Covid-19 juga dinilai sangat bagus. Mereka telah memberikam contoh yang baik bagi pejabat lain. ”Ini suatu tindakan yang sangat teruji keseriusannya dalam mendorong penanganan Covid-19,” tambah warga Kecamatan Kadur itu.

Menurut dia, andai seluruh pejabat mencontoh bupati dan wakil bupati, penanganan Covid-19 akan jauh lebih ringan dari sisi pembiayaan dan anggaran penanganan. ”Bisa menambah anggaran penanganan secara sukarela dan bersama-sama,” katanya. (ky)

PAMEKASAN – Penanganan Covid-19 di Pamekasan butuh keseriusan semua pihak. Mulai dari pemerintah desa hingga pemerintah kabupaten (pemkab). Bahkan, Bupati Baddrut Tamam dan Wabup Raja’e memutuskan untuk memberikan seluruh gajinya untuk menangani bencana Covid-19 mulai kemarin (1/4).

Keputusan penghibahan gaji tersebut disampaikan Bupati Baddrut Tamam saat memantau kedatangan dan mengedukasi puluhan santri Pesantren Nurul Jadid Paiton di terminal bongkar barang di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan.

Baddrut menjelaskan, bila pandemi Covid-19 ini menyerang seluruh wilayah di Pamekasan, maka rumah sakit dan puskesmas kemungkinan besar tidak akan cukup menampung. Untuk itu, langkah yang diambil adalah pencegahan dengan cara terus mendukung penanganan Covid-19 di semua jenjang, mulai dari desa hingga kabupaten.


”Selama pandemi ini, gaji saya dan Pak Wabup akan disumbangkan untuk penanganan Covid-19,” ungkapnya. Tujuan dari disumbangkannya gaji tersebut sebagai wujud komitmen dan kepedulian bupati dan Wabup untuk melindungi masyarakat di tengah wabah korona yang kian meresahkan.

Dengan harapan, dukungan gaji dari bupati dan Wabup tersebut juga bisa menjadi contoh bagi pejabat lain untuk mendukung penanganan Covid-19 di Pamekasan lebih maksimal dari tingkat kabupaten hingga desa. Penanganan Covid-19 di hulu akan diperketat dan terus dipantau. Dengan cara memantau orang-orang yang masuk, mulai dari pintu masuk hingga ke terminal-terminal.

Baca Juga :  Pamekasan Raih WTP Tujuh Kali Berturut-turut

Upaya tersebut untuk menekan persebaran Covid-19. Karena bila telanjur jatuh korban di hilir atau di tengah masyarakat hingga di seluruh titik di desa-desa, maka daya tampung rumah sakit dan puskesmas kemungkinan besar tidak akan maksimal menampung. Dia mengakui puskesmas dan rumah sakit terbatas. Bahkan dokter spesialis terbatas, pun demikian tenaga medis.

”Jadi saya memohon kepada masyarakat untuk sama-sama menjaga diri dari persebaran Covid-19 dengan cara terus mematuhi anjuran-anjuran pemerintah,” tambahnya.

Orang nomor satu di Pamekasan tersebut juga menyampaikan kepada santri-santri yang baru datang untuk melakukan pola hidup sehat dan bersih. Bupati mengimbau mereka untuk tetap berada di rumah dulu selama 14 hari. ”Tetap berkonsultasi. Bila ada apa-apa ke pusat kesehatan terdekat, biasakan cuci tangan, dan juga jaga jarak karena persebaran virus ini sangat cepat,” saran bupati.

Baca Juga :  37 Hari, Pengidap DBD Capai 115 Orang

Fahrur Rozi, seorang wali santri menyampaikan, langkah antisipasi Pemkab Pamekasan dalam mencegah persebaran Covid-19 sudah maksimal. Pemkab memantau dan mensterilkan pendatang dari luar Pamekasan dengan disinfektan.

”Ini sangat bagus untuk mencegah merebaknya virus corona. Bahkan sangat bagus untuk memutus mata rantai kemungkinan penularan Covid-19 di Pamekasan. Dan sampai di rumah saya akan membatasi anak saya keluar rumah sebagaimana anjuran pemerintah,” ungkapnya.

Langkah bupati dan Wabup yang menyumbangkan seluruh gajinya untuk penanganan Covid-19 juga dinilai sangat bagus. Mereka telah memberikam contoh yang baik bagi pejabat lain. ”Ini suatu tindakan yang sangat teruji keseriusannya dalam mendorong penanganan Covid-19,” tambah warga Kecamatan Kadur itu.

Menurut dia, andai seluruh pejabat mencontoh bupati dan wakil bupati, penanganan Covid-19 akan jauh lebih ringan dari sisi pembiayaan dan anggaran penanganan. ”Bisa menambah anggaran penanganan secara sukarela dan bersama-sama,” katanya. (ky)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Peluncuran Buku Tora Semarak

Kejari Bangkalan-Sampang Dapat Penghargaan

Revitalisasi Semangat Bertani Jagung

Artikel Terbaru

/