alexametrics
25.1 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

BPJS Kesehatan Belum Jamin 1,4 Juta Penduduk Madura

PAMEKASAN – Pemerintah daerah sudah mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk penerima bantuan iuran daerah (PBID) untuk warga miskin agar ter-cover BPJS Kesehatan. Tapi, sampai sekarang capaian kepesertaan BPJS Kesehatan (BPJSKes) di Madura belum maksimal.

Hingga November 2017, masih ada 1,4 juta warga yang kesehatannya tidak terjamin. Berdasarkan data BPJS Kesehatan Pamekasan, total penduduk Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep 3.985.950 jiwa. Dari jumlah itu, baru 2.551.143 atau sekitar 64 persen penduduk yang terdaftar di BPJS Kesehatan.

Sisanya sebanyak 1.434.807 penduduk Madura belum terdaftar. Perinciannya, penduduk Bangkalan 1.062.432 jiwa. Peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) baru 52,79 persen atau 560.899 jiwa. Sementara 501.533 jiwa siswanya belum ter-cover. Kabupaten ini menjadi daerah dengan jumlah perserta BPJSKes terendah dibanding tiga kabupaten lain di Madura.

Sementara itu, peserta BPJSKes tertinggi di Madura adalah Sampang. Dari jumlah penduduk 919.825 jiwa, 75,39 persen atau 693.481 jiwa di antaranya sudah terdaftar. Hingga November, terisa 226.344 jiwa yang belum terjamin.

Baca Juga :  6 Juni, Ratusan PMI Bakal Dipulangkan

Di bawah Sampang disusul Pamekasan. Dengan jumlah penduduk 885.890 jiwa, 625.787 di antaranya atau 70,64 telah terdaftar. Hingga kini, 260.103 penduduk belum terdaftar.

Sementara di urutan ketiga ada Sumenep dengan jumlah penduduk 1.117.803 jiwa.  Dari jumlah tersebut, 670.976 jiwa atau 60,03 persen sudah menjadi peserta BPJSKes. Dengan demikian, tersisa 446.827 jiwa yang belum dijamin.

Kepala BPJS Kesehatan Pamekasan Mohammad Ismail Marzuki mengatakan jumlah kepesertaan ini terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Pada Juli lalu, jumlah penduduk yang belum ikut BPJS Kesehatan sekitar 1,6 juta. Artinya, ada peningkatan jumlah yang signifikan dari bulan ke bulan.

”Kelihatannya pemda sudah transparan. Tidak mau keterangan dari desa saja, tapi turun ke lapangan,” kata Ismail.

Baca Juga :  Amankan 17 Penjual, Polres Pamekasan Musnahkan 497 Botol Miras

Khusus untuk Pamekasan, sepertinya angka yang tertera di grafis tidak akan mengalami penambahan signifikan. Setidaknya angka tersebut akan stagnan hingga Desember 2017. Sebab, kuota untuk PBID untuk anggaran 2017 sudah habis.

Tahun ini anggaran PBID sebesar Rp 7,5 miliar. Anggaran tersebut dipastikan sudah habis hingga akhir Desember nanti. Karena itu pihaknya tidak bisa menambah anggota dari jalur PBID. ”Kalau tahun depan katanya akan ada tambahan RP 2,5 miliar. Jadi tahun depan sebesar Rp 10 miliar,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Banggar DPRD Pamekasan Ismail membenarkan anggaran untuk PBID tahun depan Rp 10 miliar. Hal itu demi menjangkau seluruh warga miskin yang tidak ter-cover BPJSKes. ”Semua warga miskin harus ter-cover BPJS Kesehatan. Ini sudah amanah undang-undang,” tukasnya.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Pemerintah daerah sudah mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk penerima bantuan iuran daerah (PBID) untuk warga miskin agar ter-cover BPJS Kesehatan. Tapi, sampai sekarang capaian kepesertaan BPJS Kesehatan (BPJSKes) di Madura belum maksimal.

Hingga November 2017, masih ada 1,4 juta warga yang kesehatannya tidak terjamin. Berdasarkan data BPJS Kesehatan Pamekasan, total penduduk Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep 3.985.950 jiwa. Dari jumlah itu, baru 2.551.143 atau sekitar 64 persen penduduk yang terdaftar di BPJS Kesehatan.

Sisanya sebanyak 1.434.807 penduduk Madura belum terdaftar. Perinciannya, penduduk Bangkalan 1.062.432 jiwa. Peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) baru 52,79 persen atau 560.899 jiwa. Sementara 501.533 jiwa siswanya belum ter-cover. Kabupaten ini menjadi daerah dengan jumlah perserta BPJSKes terendah dibanding tiga kabupaten lain di Madura.


Sementara itu, peserta BPJSKes tertinggi di Madura adalah Sampang. Dari jumlah penduduk 919.825 jiwa, 75,39 persen atau 693.481 jiwa di antaranya sudah terdaftar. Hingga November, terisa 226.344 jiwa yang belum terjamin.

Baca Juga :  Obat Berbahaya Masih Beredar

Di bawah Sampang disusul Pamekasan. Dengan jumlah penduduk 885.890 jiwa, 625.787 di antaranya atau 70,64 telah terdaftar. Hingga kini, 260.103 penduduk belum terdaftar.

Sementara di urutan ketiga ada Sumenep dengan jumlah penduduk 1.117.803 jiwa.  Dari jumlah tersebut, 670.976 jiwa atau 60,03 persen sudah menjadi peserta BPJSKes. Dengan demikian, tersisa 446.827 jiwa yang belum dijamin.

Kepala BPJS Kesehatan Pamekasan Mohammad Ismail Marzuki mengatakan jumlah kepesertaan ini terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Pada Juli lalu, jumlah penduduk yang belum ikut BPJS Kesehatan sekitar 1,6 juta. Artinya, ada peningkatan jumlah yang signifikan dari bulan ke bulan.

”Kelihatannya pemda sudah transparan. Tidak mau keterangan dari desa saja, tapi turun ke lapangan,” kata Ismail.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan: Tidak Ada Istilah Rugi Bayar Iuran JKN-KIS

Khusus untuk Pamekasan, sepertinya angka yang tertera di grafis tidak akan mengalami penambahan signifikan. Setidaknya angka tersebut akan stagnan hingga Desember 2017. Sebab, kuota untuk PBID untuk anggaran 2017 sudah habis.

Tahun ini anggaran PBID sebesar Rp 7,5 miliar. Anggaran tersebut dipastikan sudah habis hingga akhir Desember nanti. Karena itu pihaknya tidak bisa menambah anggota dari jalur PBID. ”Kalau tahun depan katanya akan ada tambahan RP 2,5 miliar. Jadi tahun depan sebesar Rp 10 miliar,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Banggar DPRD Pamekasan Ismail membenarkan anggaran untuk PBID tahun depan Rp 10 miliar. Hal itu demi menjangkau seluruh warga miskin yang tidak ter-cover BPJSKes. ”Semua warga miskin harus ter-cover BPJS Kesehatan. Ini sudah amanah undang-undang,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/