alexametrics
20.6 C
Madura
Thursday, July 7, 2022

Pembangunan Perpusatakaan Tidak Masuk Agenda Prioritas 2018

PAMEKASAN – Tahun lalu Bupati Pamekasan Achmad Syafii (nonaktif) pernah mewacanakan akan membangun perpustakaan terpadu. Perpustakaan tersebut bakal dikonsep sebagai tempat baca yang representatif, dilengkapi taman baca, dan ruang publik. Namun, wacana itu tidak terwujud hingga jabatannya berakhir pada April 2018.

Sebab, pembangunan perpustakaan terpadu belum menjadi agenda prioritas 2018. Kepala Badan Keuangan Daerah Pamekasan Taufikurrahman menyebut bahwa tahun depan belum ada kepastian anggaran untuk pembangunan perpustakaan terpadu. Sebab, perpustakaan tersebut masih baru tahap wacana.

”Kan masih wacana. Alternatifnya banyak. Perpustakaan salah satu alternatif yang diajukan,” ujar Taufikurrahman Selasa (31/10).

Untuk membangun perpustakaan, jelas dia, banyak tahapan yang harus dilalui. Salah satunya, penyusunan masterplan. Baru setelah itu selesai, kata Taufik, anggaran pembangunan fisik bisa dianggarkan dalam APBD. ”Pastinya silakan tanya ke bappeda,” ujarnya.

Baca Juga :  Ratusan PAUD Belum Terakreditasi

Kepala Bappeda Pamekasan Zainal Arifin menegaskan bahwa tahun depan belum ada anggaran untuk pembangunan perpustakaan terpadu. Terlebih saat ini pihaknya masih menyusun tahapan-tahapan pembangunan. Salah satunya, dokumen masterplan.

Di samping butuh anggaran besar, tahun depan merupakan tahun politik. Pelaksanaan pilkada juga membutuhkan suplai APBD yang tidak sedikit. Karena itu, pembangunan yang tidak terlalu mendesak diundur. ”Ya mungkin tahun berikutnya bisa dianggarkan. Yang terpenting tahapan ke arah sana disiapkan terlebih dahulu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pamekasan Budi Ashari mengatakan bahwa kantornya di Jalan Jokotole saat ini sudah tidak representatif. Setiap hari ada ratusan pengunjung yang datang membaca buku. Bahkan tempat parkir sering overload.

Baca Juga :  Kemenag Datangi Lembaga Penerima

Karena itu, pembangunan perpustakaan terpadu menjadi sangat penting. Dia juga berharap perpustakaan terpadu dibangun di tempat representatif. Sebab, perpustakaan merupakan pusat layanan yang berhubungan dengan masyarakat banyak.

Sempat ada wacana akan dibangun di eks rumah sakit Jalan Kesehatan. Namun, pihaknya berharap hal itu dikaji terlebih dahulu. ”Perlu dikaji dulu, terutama kaitannya dengan rencana tata ruang,” tukasnya. 

PAMEKASAN – Tahun lalu Bupati Pamekasan Achmad Syafii (nonaktif) pernah mewacanakan akan membangun perpustakaan terpadu. Perpustakaan tersebut bakal dikonsep sebagai tempat baca yang representatif, dilengkapi taman baca, dan ruang publik. Namun, wacana itu tidak terwujud hingga jabatannya berakhir pada April 2018.

Sebab, pembangunan perpustakaan terpadu belum menjadi agenda prioritas 2018. Kepala Badan Keuangan Daerah Pamekasan Taufikurrahman menyebut bahwa tahun depan belum ada kepastian anggaran untuk pembangunan perpustakaan terpadu. Sebab, perpustakaan tersebut masih baru tahap wacana.

”Kan masih wacana. Alternatifnya banyak. Perpustakaan salah satu alternatif yang diajukan,” ujar Taufikurrahman Selasa (31/10).


Untuk membangun perpustakaan, jelas dia, banyak tahapan yang harus dilalui. Salah satunya, penyusunan masterplan. Baru setelah itu selesai, kata Taufik, anggaran pembangunan fisik bisa dianggarkan dalam APBD. ”Pastinya silakan tanya ke bappeda,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Pamekasan Komitmen Tingkatkan Mutu SDM

Kepala Bappeda Pamekasan Zainal Arifin menegaskan bahwa tahun depan belum ada anggaran untuk pembangunan perpustakaan terpadu. Terlebih saat ini pihaknya masih menyusun tahapan-tahapan pembangunan. Salah satunya, dokumen masterplan.

Di samping butuh anggaran besar, tahun depan merupakan tahun politik. Pelaksanaan pilkada juga membutuhkan suplai APBD yang tidak sedikit. Karena itu, pembangunan yang tidak terlalu mendesak diundur. ”Ya mungkin tahun berikutnya bisa dianggarkan. Yang terpenting tahapan ke arah sana disiapkan terlebih dahulu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pamekasan Budi Ashari mengatakan bahwa kantornya di Jalan Jokotole saat ini sudah tidak representatif. Setiap hari ada ratusan pengunjung yang datang membaca buku. Bahkan tempat parkir sering overload.

Baca Juga :  Sebarkan Virus Baca, Perpustakaan Keliling Bakal Sasar Wilayah Pantura

Karena itu, pembangunan perpustakaan terpadu menjadi sangat penting. Dia juga berharap perpustakaan terpadu dibangun di tempat representatif. Sebab, perpustakaan merupakan pusat layanan yang berhubungan dengan masyarakat banyak.

Sempat ada wacana akan dibangun di eks rumah sakit Jalan Kesehatan. Namun, pihaknya berharap hal itu dikaji terlebih dahulu. ”Perlu dikaji dulu, terutama kaitannya dengan rencana tata ruang,” tukasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Sampang Jadi Atensi Bawaslu

Temukan Data PNS Bermasalah

Artikel Terbaru

/