alexametrics
21.7 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Akurasi Data untuk Pembangunan Lebih Optimal

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Sensus penduduk secara offline dimulai hari ini (1/9). Bupati Pamekasan Baddrut Tamam telah melepas petugas sensus di Pendapa Ronggosukowati kemarin (31/8). Pihaknya berharap, data hasil sensus akurat karena menjadi acuan pembangunan.

Dalam sambutannya, Baddrut Tamam memaparkan, tanpa data penduduk yang akurat, pemerintah kabupaten (pemkab) sulit menentukan kebijakan. ”Dengan data yang akurat, sistem yang bagus, insyallah kami bisa bekerja lebih maksimal,” ucapnya.

Sambutan tersebut disampaikan di depan jajaran forkopimda. Termasuk sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan kepala badan pusat statistik (BPS) serta petugas Sensus Penduduk 2020 di Pamekasan.

Baddrut Tamam dalam kesempatan itu juga menyampaikan terima kasih kepada petugas sensus. Tanpa kerja mereka, data kependudukan tidak akan bisa di-update. ”Harapan kami, para petugas sensus diberi kesehatan, mendapatkan data yang akurat, dan segera rampung,” harap mantan anggota DPRD Jatim itu.

Baca Juga :  Deklarasi Road Safety Menuju Zero Accident

Kepala BPS Pamekasan Diki Hariyadi berterima kasih atas dukungan yang diberikan pemkab dalam mendukung pelaksanaan sensus penduduk tahun ini. Tanpa dukungan semua pihak, sensus kemungkinan besar tidak maksimal.

Sensus penduduk berlangsung selama sebulan. Yakni, 1–30 September 2020. Perincian waktunya, 1–15 September. ”Pada 15 September nanti adalah momen telling atau tanggal sensus penduduknya,” terangnya.

Pada 15 September, tidak boleh ada yang terlewat. ”Kami akan turun malam hari kalau ada yang terlewat,” tegasnya.

Petugas sensus yang tersebar di 13 kecamatan di Pamekasan itu sebanyak 748 orang. Kemudian, koordinator statistik di 13 kecamatan ada sekitar 60 orang. Petugas ketika turun ke lapangan akan dibantu kepala dusun.

Baca Juga :  Jelang Mudik, Siagakan Ratusan Personel dan Dirikan Pos Pantau

Data-data yang dibutuhkan oleh BPS di antaranya jenis kelamin, nomor induk kependudukan, dan alamat. ”Pada sensus tahun ini, tidak bisa mendapat karakteristik secara lengkap, karena anggaran sensus ini kena refocusing,” terangngnya.

Dengan begitu, sensus di Pamekasan hanya akan fokus kepada komposisi penduduk; jumlah penduduk dan penyebaran wilayahnya. Sesuai data 2019, penduduk Pamekasan berdasar data registrasi dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) sekitar 900 ribu.

Sementara, yang melakukan sensus penduduk online baru di angka 10 persen. Diki optimis, sensus penduduk secara riil akan tercapai. ”Kami punya seribu seratus sekian SLS (satuan lingkungan setempat), dan masing-masing petugas sudah ada di sana, dan banyak stakeholder yang akan terlibat di dalamnya,” pungkasnya.(ky)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Sensus penduduk secara offline dimulai hari ini (1/9). Bupati Pamekasan Baddrut Tamam telah melepas petugas sensus di Pendapa Ronggosukowati kemarin (31/8). Pihaknya berharap, data hasil sensus akurat karena menjadi acuan pembangunan.

Dalam sambutannya, Baddrut Tamam memaparkan, tanpa data penduduk yang akurat, pemerintah kabupaten (pemkab) sulit menentukan kebijakan. ”Dengan data yang akurat, sistem yang bagus, insyallah kami bisa bekerja lebih maksimal,” ucapnya.

Sambutan tersebut disampaikan di depan jajaran forkopimda. Termasuk sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan kepala badan pusat statistik (BPS) serta petugas Sensus Penduduk 2020 di Pamekasan.

Baddrut Tamam dalam kesempatan itu juga menyampaikan terima kasih kepada petugas sensus. Tanpa kerja mereka, data kependudukan tidak akan bisa di-update. ”Harapan kami, para petugas sensus diberi kesehatan, mendapatkan data yang akurat, dan segera rampung,” harap mantan anggota DPRD Jatim itu.

Baca Juga :  Wabup Khalil Asy’ari Berharap Pembangunan di 2019 Lebih Fokus

Kepala BPS Pamekasan Diki Hariyadi berterima kasih atas dukungan yang diberikan pemkab dalam mendukung pelaksanaan sensus penduduk tahun ini. Tanpa dukungan semua pihak, sensus kemungkinan besar tidak maksimal.

Sensus penduduk berlangsung selama sebulan. Yakni, 1–30 September 2020. Perincian waktunya, 1–15 September. ”Pada 15 September nanti adalah momen telling atau tanggal sensus penduduknya,” terangnya.

Pada 15 September, tidak boleh ada yang terlewat. ”Kami akan turun malam hari kalau ada yang terlewat,” tegasnya.

Petugas sensus yang tersebar di 13 kecamatan di Pamekasan itu sebanyak 748 orang. Kemudian, koordinator statistik di 13 kecamatan ada sekitar 60 orang. Petugas ketika turun ke lapangan akan dibantu kepala dusun.

Baca Juga :  PT Garam Dukung Pembangunan Jalan Lingkar Selatan

Data-data yang dibutuhkan oleh BPS di antaranya jenis kelamin, nomor induk kependudukan, dan alamat. ”Pada sensus tahun ini, tidak bisa mendapat karakteristik secara lengkap, karena anggaran sensus ini kena refocusing,” terangngnya.

Dengan begitu, sensus di Pamekasan hanya akan fokus kepada komposisi penduduk; jumlah penduduk dan penyebaran wilayahnya. Sesuai data 2019, penduduk Pamekasan berdasar data registrasi dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) sekitar 900 ribu.

Sementara, yang melakukan sensus penduduk online baru di angka 10 persen. Diki optimis, sensus penduduk secara riil akan tercapai. ”Kami punya seribu seratus sekian SLS (satuan lingkungan setempat), dan masing-masing petugas sudah ada di sana, dan banyak stakeholder yang akan terlibat di dalamnya,” pungkasnya.(ky)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/