alexametrics
20.8 C
Madura
Tuesday, August 16, 2022

Pamekasan Tampilkan 15 Model Batik Sekar Jagad

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Pelaksanaan Gebyar Batik Pamekasan (GBP) dalam Jember Fashion Carnaval (JFC) 2022 sudah di depan mata. Kegiatan itu akan digelar di Alun-Alun Jember pada 6 Agustus. Pemkab Pamekasan menyiapkan 15 model batik sekar jagad.

Kabid Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan ST. Shalehah Yuliati mengungkapkan, persiapan sudah matang. Mulai pembuatan model baju hingga persiapan yang lain. Sebanyak 15 model baju batik yang akan ditampilkan khusus untuk kegiatan fashion show telah disediakan. Semua model baju batik tersebut bermotif sekar jagad.

”Selain itu, kami juga akan menampilkan 10 model baju batik sekar jagad untuk agenda pergelaran batik di acara JFC,” katanya kemarin (31/7).

Dalam pergelaran batik, model baju yang dirancang tidak akan ditampilkan seperti fashion show. Cukup dipakai sepuluh orang atau lima pasangan kacong cebbing batik yang bertugas mengedukasi pengunjung tentang batik khas Pamekasan. ”Kami juga akan membawa tiga orang perajin ke sana,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menyediakan anggaran Rp 150 juta. Dana tersebut untuk semua kebutuhan. Mulai tahap persiapan, seperti pembuatan baju hingga pelaksanaan acara. ”Selama enam hari ke depan, persiapan ini akan terus semakin dimatangkan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Ingin Ikut Pelatihan Kerja di Disnakertrans Pamekasan, Begini Caranya

Pada pelaksanaan GBP sebelumnya di Bromo, tema batik yang diangkat adalah junjung drajat. Sementara tema batik yang diusung saat ini sekar jagad. Tentu hal demikian bukan tanpa tujuan. Sebab, di balik motif yang dijadikan tema ini mengandung makna atau filosofi mendalam.

Salah seorang perajin batik asal Pamekasan Abdus Somad mengatakan, motif batik sekar jagad mengandung makna kecantikan dan keindahan. Tidak heran jika banyak pasang mata yang dibuat terpana oleh nilai estetik batik ini. ”Jika diperhatikan dari namanya, sekar ini adalah bunga dan jagad adalah dunia. Jadi, sekar jagad itu merupakan representasi dari keindahan dunia,” jelasnya.

Somad juga memaparkan pemaknaan lain dari sekar jagad. Kata dia, ada beberapa orang yang berpendapat bahwa sekar jagad berasal dari kata kar jagad. Kata ”kar” diambil dari bahasa Belanda yang artinya adalah peta. Sedangkan kata ”jagad” diambil dari Bahasa Jawa yang memiliki arti dunia.

Baca Juga :  Lebaran di Pamekasan, Mahfud MD Ziarah di Makam Ayahanda

”Sehingga, motif ini juga melambangkan seluruh keragaman yang ada di dunia. Bahkan, motifnya juga mirip garis peta yang dipenuhi bunga,” ujarnya.

Jika berbagai pendapat tersebut disimpulkan menjadi satu, kata dia, makna filosofis yang dapat ditarik dari motif sekar jagad yakni keindahan dunia yang sangat beraneka ragam. Batik sekar jagad juga memiliki ciri khas yang unik. Hal itu dapat dilihat dari detail garis motif yang sangat padat. ”Warna-warnanya juga cerah dan beragam. Serta yang paling khas, selalu bernuansa bunga,” terangnya.

Pola gambar yang terdapat dalam batik sekar jagad sangat mirip dengan peta dunia. Bahkan, jika diperhatikan lebih saksama, garis-garis tersebut menyerupai pulau-pulau yang menyatu. ”Keragaman dan kontras warna pada setiap bagiannya adalah salah satu daya tarik utama yang dimiliki motif batik ini,” pungkas Somad. (bus/luq)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Pelaksanaan Gebyar Batik Pamekasan (GBP) dalam Jember Fashion Carnaval (JFC) 2022 sudah di depan mata. Kegiatan itu akan digelar di Alun-Alun Jember pada 6 Agustus. Pemkab Pamekasan menyiapkan 15 model batik sekar jagad.

Kabid Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan ST. Shalehah Yuliati mengungkapkan, persiapan sudah matang. Mulai pembuatan model baju hingga persiapan yang lain. Sebanyak 15 model baju batik yang akan ditampilkan khusus untuk kegiatan fashion show telah disediakan. Semua model baju batik tersebut bermotif sekar jagad.

”Selain itu, kami juga akan menampilkan 10 model baju batik sekar jagad untuk agenda pergelaran batik di acara JFC,” katanya kemarin (31/7).


Dalam pergelaran batik, model baju yang dirancang tidak akan ditampilkan seperti fashion show. Cukup dipakai sepuluh orang atau lima pasangan kacong cebbing batik yang bertugas mengedukasi pengunjung tentang batik khas Pamekasan. ”Kami juga akan membawa tiga orang perajin ke sana,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menyediakan anggaran Rp 150 juta. Dana tersebut untuk semua kebutuhan. Mulai tahap persiapan, seperti pembuatan baju hingga pelaksanaan acara. ”Selama enam hari ke depan, persiapan ini akan terus semakin dimatangkan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tidak Membayar Cicilan, Debt Collector Diduga Keroyok Pemilik Innova

Pada pelaksanaan GBP sebelumnya di Bromo, tema batik yang diangkat adalah junjung drajat. Sementara tema batik yang diusung saat ini sekar jagad. Tentu hal demikian bukan tanpa tujuan. Sebab, di balik motif yang dijadikan tema ini mengandung makna atau filosofi mendalam.

Salah seorang perajin batik asal Pamekasan Abdus Somad mengatakan, motif batik sekar jagad mengandung makna kecantikan dan keindahan. Tidak heran jika banyak pasang mata yang dibuat terpana oleh nilai estetik batik ini. ”Jika diperhatikan dari namanya, sekar ini adalah bunga dan jagad adalah dunia. Jadi, sekar jagad itu merupakan representasi dari keindahan dunia,” jelasnya.

- Advertisement -

Somad juga memaparkan pemaknaan lain dari sekar jagad. Kata dia, ada beberapa orang yang berpendapat bahwa sekar jagad berasal dari kata kar jagad. Kata ”kar” diambil dari bahasa Belanda yang artinya adalah peta. Sedangkan kata ”jagad” diambil dari Bahasa Jawa yang memiliki arti dunia.

Baca Juga :  Tim Medis Yakin Tiga Pasien Sembuh

”Sehingga, motif ini juga melambangkan seluruh keragaman yang ada di dunia. Bahkan, motifnya juga mirip garis peta yang dipenuhi bunga,” ujarnya.

Jika berbagai pendapat tersebut disimpulkan menjadi satu, kata dia, makna filosofis yang dapat ditarik dari motif sekar jagad yakni keindahan dunia yang sangat beraneka ragam. Batik sekar jagad juga memiliki ciri khas yang unik. Hal itu dapat dilihat dari detail garis motif yang sangat padat. ”Warna-warnanya juga cerah dan beragam. Serta yang paling khas, selalu bernuansa bunga,” terangnya.

Pola gambar yang terdapat dalam batik sekar jagad sangat mirip dengan peta dunia. Bahkan, jika diperhatikan lebih saksama, garis-garis tersebut menyerupai pulau-pulau yang menyatu. ”Keragaman dan kontras warna pada setiap bagiannya adalah salah satu daya tarik utama yang dimiliki motif batik ini,” pungkas Somad. (bus/luq)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/